Tahukah Anda, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat menemukan bahwa ternyata 10 hingga 15% pasangan mengalami gangguan kesuburan akibat gaya hidup? Usia kehamilan dini, asupan nutrisi yang tak memadai, berat badan, tingkat stres hingga kurangnya olahraga menjadi beberapa penyebab diantaranya. Kita tak menyadari, bahwa gaya hidup yang tidak sehat, asupan nutrisi yang kurang hingga olahraga yang tidak teratur (bahkan tidak berolahraga sama sekali) menjadi cikal bakal masalah kesuburan. 

Berarti kita perlu pola hidup yang sehat. Seperti apa, ya?

Tentunya yang seimbang, baik fisik maupun mental. Makan makanan sehat bergizi seimbang yang banyak mengandung protein, lemak sehat, antioksidan, serat, vitamin juga mineral. Menghindari pangan siap saji, alkohol, dan rokok. Terpenting, lakukan olahraga rutin. 

Baca: Sudah Punya Calon Pendamping? Yuk, "CUri Start" Perbaiki Pola Makan

“Olahraga teratur bisa memberikan efek positif dengan mengurangi tingkat stres yang berpengaruh pada kesuburan,” menurut Jeremi Groll, MD, dokter di Klinik Kesuburan Spring Creek, AS. Baiknya lakukan olahraga ringan hingga sedang namun konsisten, alih-alih olahraga berat yang justru malah bisa mengakibatkan kekurangan energi yang akan menghambat kinerja sistem reproduksi. 

Sebatas itukah manfaat olahraga untuk kesehatan reproduksi?

Tentu tidak. Menurut penelitian Physical Activity Guidelines Advisory Committee Scientific Report tahun 2018, wanita yang secara fisik aktif berolahraga cenderung bisa mempertahankan berat badan tubuh ideal dan terlindung dari risiko diabetes serta depresi pasca persalinan. 

Berat bada ideal ini penting untuk persiapan kehamilan. Indeks Massa Tubuh sebelum hamil idealnya antar 20-25. Wanita dengan IMT dibawah 18,5 atau di atas 29 cenderung memiliki risiko kemandulan. Kenapa begitu? Karena lemak tubuh memiliki peran penting pada siklus reproduksi. Berat badan yang tidak ideal cenderung memiliki masalah siklus menstruasi, yang bisa menyebabkan mens tidak teratur atau bahkan tidak keluar sama sekali. 

Selain itu, olahraga bisa meningkatkan kerja jantung, tulang dan otot (yang tentunya berpengaruh pada vitalitas saat berhubungan seks). Bila dikerjakan rutin, olahraga juga bisa mengurangi nafsu makan dan mempertahankan tubuh ideal. 

Baca: Calon Istri Obesitas, Apa Risikonya?

Untuk efek psikologis, olahraga bisa meningkatkan mood baik yang berpengaruh pada kesuburan. Menurut The National Center for Biotechnology Information, olahraga teratur dengan level ringan menuju sedang juga bisa memperbaiki profil hormon, fungsi reproduksi, siklus menstruasi hingga ovulasi dan meningkatkan kesuburan. 

Lalu, olahraga apa ya yang ideal? 

Olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. Seperti jalan kaki, yoga, berenang, menari (zumba juga boleh, lho), bersepeda, dan aerobik. Lakukan olahraga ini secara teratur sebanyak tiga hingga empat kali dalam seminggu selama 30 hingga 60 menit.

Bagaimana dengan olahraga intensitas berat? 

Olahraga dengan intensitas berat sangat tidak dianjurkan untuk mereka yang ingin meningkatkan kesuburan. Kenapa? Karena ketika cadangan energi dan lemak habis terkuras akibat intensitas olahraga berat hingga kelelahan, tubuh justru akan menutup beberapa fungsi reproduksi. 

“Kami sedang melakukan treatment kesuburan. Amankah berolahraga?”

Olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang cukup aman untuk mereka yang sedang melakukan pengobatan. Namun, mungkin akan ada pembatasan selama masa pengobatan terutama beberapa hari setelah prosedur. 

Perlu diingat juga, ya tujuan melakukan olahraga adalah untuk mempertahankan energi positif dan menciptakan tubuh sehat yang seimbang guna mendapatkan kesehatan reproduksi yang maksimal. Dengan catatan, tanpa melupakan kebutuhan tidur dan asupan makanan dengan kalori yang tepat. 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata