Anemia bisa terjadi pada siapa saja tak terkecuali remaja. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa 32% remaja di Indonesia mengalami anemia. Angka ini setara dengan 7,5 juta remaja. Hampir separuh dari kasus anemia ini disebabkan oleh kurangnya zat besi. Pemerintah pun turun tangan mengatasi anemia dengan pemberian tablet tambah darah yang mengandung zat besi dan asam folat bagi remaja putri.

Mengapa hanya remaja putri yang mendapat tablet tambah darah?

Anemia pada remaja bisa disebabkan oleh menstruasi, adanya infeksi, kurang vitamin B, atau penyakit bawaan seperti thalasemia. Pada remaja putri, zat besi dibutuhkan lebih banyak karena adanya menstruasi setiap bulannya. Kebutuhannya sebanyak 15mg/hari, sementara untuk remaja laki-laki membutuhkan 11-12mg zat besi per hari.

Selain itu, bila anemia pada remaja putri terus berkelanjutan sampai dewasa, maka kehamilannya kelak lebih berisiko mengalami kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, kematian bayi, bahkan sang ibu sendiri.

Bagaimana dengan remaja laki-laki?

Remaja putri memang lebih berisiko terkena anemia dibandingkan remaja laki-laki. Efeknya pun bisa ke janin yang dikandungnya kelak. Namun, jika remaja laki-laki terkena anemia, tenaga kesehatan bisa saja meresepkan tablet tambah darah. Apalagi, anemia yang tidak segera diobati dapat berakibat pada terlambatnya pematangan seksual, gangguan proses kognitif, dan hambatan pertumbuhan.

Baca: Ini Tanda Remaja Kurang Gizi dan Akibatnya

Mengapa tidak makan makanan kaya zat besi saja?

Ada sejumlah makanan yang kaya akan zat besi, seperti:

1. Kerang 

Kandungan zat besi dalam kerang yang berlimpah, menjadikannya salah satu makanan yang bisa mencegah anemia. Satu porsi kerang (100 gram) mengandung 3mg zat besi yang mampu memenuhi 17% kebutuhan besi harian. 

2. Bayam 

Sekitar 3,5 ons (100gram) bayam mentah mengandung 2,7 mg zat besi yang bisa memenuhi 15 persen kebutuhan harian. Walau zat besi yang terkandung dalam bayam adalah zat besi non-heme (yang tidak diserap dengan baik), tapi bayam kaya akan vitamin C yang penting untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

3. Daging dan unggas 

Semua daging dan unggas mengandung zat besi heme yang diserap dengan baik. Daging merah dan domba adalah sumber zat besi yang terbaik. 

4. Hati 

Mungkin sudah tak asing lagi, hati menjadi makanan yang direkomendasikan untuk mereka yang mengidap anemia karena kandungan zat besi yang tinggi. Selain itu, jantung, ginjal, dan lidah sapi juga bisa menjadi opsi. 

Baca: Sadar Gizi, PR Keluarga Milenial

5. Sayuran berdaun hijau dan brokoli

Satu cangkir brokoli (154 gram) mengandung satu mg zat besi yang bisa memenuhi 6 persen kebutuhan zat besi harian. Brokoli juga kaya asam folat, serat, dan vitamin K, lho! 

Yang perlu diingat, hindari konsumsi dairy product seperti susu dan keju saat mengonsumsi tablet tambah darah. 

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg. Vitria Dewi, M.Si, jika gizi remaja sudah seimbang maka tablet penambah darah tidak diperlukan. Lain halnya, jika remaja mengalami gizi tidak seimbang ditambah siklus menstruasi, maka tablet penambah darah menjadi perlu. 

Pentingnya zat besi pada remaja adalah hal yang tak bisa ditolerir, jadi semaksimal mungkin kita menyediakan panganan terbaik untuk tumbuh kembang remaja optimal tanpa anemia! 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 



Tanya Skata