Sudah punya penghasilan sendiri dan sudah tidak jomblo lagi. Bahagianya! Apalagi, pujaan hati menyatakan keseriusannya untuk menjadi calon pendamping. Memang sih, pernikahannya masih 1-2 tahun lagi. Masih ada cukup waktu untuk menabung biaya pernikahan yang selangit itu. Tapi, jangan lupa “menabung” kesehatan dengan cara mengadopsi pola makan yang sehat, ya! Kesuburan calon pengantin dipengaruhi oleh gaya hidup, lho. Begitu juga kualitas kesehatan dan kecerdasan keturunannya kelak. Jangan sampai menyesal jika sampai sekarang masih hobi makan asal-asalan.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki pola makan?

Pola makan menyangkut jenis, jumlah, dan frekuensi makan. Untuk panduan makanan harian, coba lihat Isi Piringku yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Isi piring dengan makanan pokok (karbohidrat) sebanyak 2/6 piring, lauk pauk (yang mengandung protein hewani dan nabati) sebanyak 1/6 piring, dilengkapi dengan 2/6 piring sayuran serta 1/6 piring buah-buahan. 

Baca: Gizi Seimbang, Samakah dengan 4 Sehat 5 Sempurna?

Khusus untuk calon ayah dan calon ibu kelak, tidak ada salahnya menambah beberapa zat gizi berikut:

1. Konsumsi vitamin E 

Untuk wanita, vitamin E bermanfaat untuk menebalkan dinding rahim. Sementara untuk pria, vitamin E meningkatkan kemampuan sperma untuk bergerak. Temukan vitamin E dalam brokoli, bayam, alpukat, tauge, kacang hijau.

2. Konsumsi makanan kaya zinc 

Zinc menjaga teraturnya siklus ovulasi pada wanita dan menjaga kualitas sperma pada pria. Telur, kentang, udang, susu dan produk turunannya, kacang-kacangan banyak mengandung zinc.

3. Konsumsi makanan kaya zat besi

Saat menstruasi, wanita kehilangan zat besi dan rentan terkena anemia. Hal ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur dan berpengaruh pada kesuburan. Zat besi terkandung dalam daging, sayuran hijau, udang, dan kacang polong. Kebutuhan zat gizi mikro seperti zat besi dan zinc juga penting untuk calon ibu. Zat besi berguna dalam pembentukan sel darah merah dan hemoglobin yang sangat dibutuhkan untuk memasok oksigen serta nutrisi pada ibu hamil dan janin.

4. Konsumsi asam folat

Tak perlu menunggu positif hamil untuk mengonsumsi asam folat, Anda yang sedang merencanakan kehamilan (atau masih merencanakan pernikahan) sudah bisa mengonsumsinya. Asam folat berfungsi dalam pembentukan otak dan saraf penyusunnya untuk janin. Kurangnya asam folat bisa mengganggu perkembangan otak dan intelegensi bayi ketika lahir. Kita bisa mendapatkannya lewat biji-bijian, buah-buahan, sayuran hijau berdaun. 

Mau tau lengkapnya persiapan gizi calon ibu? Intip juga rahasianya di sini

Lalu, pastikan kita dan calon pasangan melakukan gaya hidup yang sehat. Menjaga berat badan ideal dengan olahraga teratur, makan tepat waktu, istirahat cukup. Olahraga minimal 30 menit sehari untuk menjaga berat badan agar ideal. Berat badan ideal dapat meningkatkan kesuburan, menjaga kondisi emosi, dan meningkatkan kualitas hidup. 

Bantu jaga stamina dengan asupan air putih minimal 8 gelas sehari. Hindari makan makanan tinggi gula-minyak-garam, minuman bersoda, atau mengandung alkohol, ya.

Kalau kita atau mungkin calon pasangan masih kurang konsumsi sayurnya, bisa saling mengingatkan, kok. Misal saat makan berdua di akhir pekan, pilih restoran yang menyediakan menu sehat. Kalau sehatnya bersama-sama, pasti lebih semangat. Apalagi, membayangkan akhirnya bisa menikah dan memiliki anak yang sehat, siapa yang tak mendamba?

 

 

 



Tanya Skata