Sebelum menghela nafas lega setelah mencoret satu per satu daftar persiapan hari pernikahan, ada satu hal yang kerap kali terlupa: tes kesehatan pranikah atau premarital check-up. Alasannya beragam, karena merasa sama-sama sehat dan tak ada keluhan, merasa ‘pamali’ alias nggak etis atau tabu, hingga masalah biaya. Padahal banyak hal penting yang bisa kita atasi jika melakukan tes kesehatan pranikah. Apa saja?

Malam pertama yang “aman” 

Siapa yang ingin malam pertama pernikahan terpaksa gigit jari karena salah satu pasangan ternyata mengidap penyakit kelamin? Dengan melakukan tes pranikah, kita bisa mengetahui apakah masing-masing memiliki penyakit kelamin terutama untuk calon pasutri yang aktif secara seksual sebelum menikah. 

Baca: Jika Calon Pasangan Terkena Penyakit Menular Seksual

Mengurangi risiko kematian ibu 

Menurut DR. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), angka kematian ibu di Indonesia cukup tinggi yaitu sebanyak 305 per 100.000 jiwa pada tahun 2015. Salah satu penyebabnya adalah tidak terdeteksinya penyakit penyerta. Periksa kondisi kesehatan sebelum menikah dapat mencegah hal ini. 

Cegah kemungkinan anak stunting

Apa hubungannya tes pranikah dengan anak stunting? Salah satu faktor penyebab anak mengalami gagal tumbuh adalah terkena penyakit pada 1000 hari pertama kehidupannya. Dengan cek kesehatan pranikah, kita bisa mengetahui ada tidaknya gangguan kesehatan yang berpotensi terjadi pada keturunan kita kelak. 

“Apa saja sih, yang diperiksa saat tes pranikah?" 

1. Pemeriksaan darah 

Tes ini mencakup leukosit, hematokrit, trombosit, Hb eritrosit, hingga laju endap darah. Bagi perempuan, pemeriksaan Hb bisa mengetahui risiko thalassemia. 

2. Deteksi hepatitis B 

Hepatitis B adalah salah satu penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan cacat fisik hingga kematian pada bayi yang baru lahir. Dengan melakukan tes ini, diharapkan kita dan pasangan bisa terhindar dari transmisi hepatitis B ketika berhubungan seksual. 

3. Tes TORCH

Jenis penyakit yang ditimbulkan oleh kuman toksoplasma, rubella, dan herpes ini bisa menyebabkan keguguran atau bayi lahir prematur. Penularannya bisa datang dari konsumsi makanan mentah/setengah matang atau kontak dengan kotoran hewan peliharaan. 

4. Tes HIV dan sifilis 

Per 2017, menurut Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) jumlah kasus ibu hamil yang terinfeksi positif HIV sebanyak 3.079 dan memiliki risiko 90% penularan terhadap bayi dan balita. Karenanya tes HIV kini menjadi wajib dalam skrining pranikah sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan dan Permenkes nomor 21 tahun 2013. Selain itu tes sifilis juga wajib dilakukan pada saat skrining pranikah. Kenapa? Karena penyakit kelamin yang biasanya ditandai dengan ruam di kulit ini bisa menularkan pada bayi yang dikandung dan menyebabkan risiko kematian serta cacat bayi. 

5. Tes gula darah 

Tak hanya bisa menyelamatkan kita dari diabetes, pasangan yang menjalani pemeriksaan gula darah bisa mengantisipasi komplikasi dari penyakit tersebut, termasuk saat hamil nanti.

Baca: Hati-hati, Ini 4 Makanan Pencetus Diabetes

6. Tes golongan darah dan rhesus 

Golongan darah A, B, O, dan AB menunjukkan ada tidaknya antigen dan antibodi A atau B dalam darah, sementara golongan darah rhesus merujuk pada ada tidaknya protein RH (rhesus) dalam darah. Hal ini penting diketahui sejak awal karena perbedaan rhesus kita dan pasangan bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin dan bayi, dan berakibat fatal seperti cacat hati, kerusakan sel darah merah, kerusakan otak, hingga kematian bayi. 

7. Tes urin

Tes urin lengkap bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit sistematik atau metabolik seperti diabetes (yang ditandai dengan adanya gula dalam urin), ginjal (yang ditandai dengan adanya protein dalam urin), infeksi saluran kemih (ditemukan bakteri di urin), bahkan kandungan narkoba. 

“Ternyata sepenting itu ya tes kesehatan pranikah. Lalu, di mana ya kita bisa mengeceknya?”

Bisa di rumah sakit, puskesmas, atau layanan kesehatan yang lain yang menyediakan. Kini, kita pun bisa mendaftar secara online atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan rangkaian tes. 

“Berapa biayanya?”

Tergantung paket yang akan diambil. Umumnya berkisar dari Rp.600.000 hingga Rp.3000.000. Tes ini akan terpisah untuk pria dan wanita, ya. 

Pentingnya memeriksakan diri sebelum menikah adalah tabungan kesehatan di masa mendatang. Jika kita bisa menganggarkan dana untuk berbulan madu, skrining pranikah jangan sampai terlupa. Ingat, kesehatan adalah investasi besar menciptakan keluarga yang berkualitas yang kita idamkan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

www.menpan.go.id 

www.perdoski.id 

https://kesehatan.kontan.co.id/news/ketua-idai-kesiapan-pra-nikah-bisa-cegah-stunting-pada-anak?page=all