Calon pengantin mungkin sudah tahu cara berhubungan seksual. Tapi, apakah keduanya tahu apa itu ovulasi? Bagaimana dengan perbedaan air mani dan sperma? Atau, bahwa untuk bisa melakukan penetrasi, dibutuhkan cairan pelumas yang dikeluarkan oleh vagina? Inilah yang disebut dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Memahami kesehatan reproduksi sejak dini bisa menurunkan risiko penyakit pada 20% wanita dan 14% pria, berdasar data WHO. Sayang, tak banyak calon pengantin yang mempelajarinya dengan baik sebelum menikah.

Tak hanya tentang alat kelamin

Kesehatan reproduksi tidak hanya membahas tentang organ reproduksi, namun juga mencakup kesehatan fisik, mental, dan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan fungsi dan proses yang terjadi pada sistem reproduksi. Termasuk di dalamnya, kesadaran akan hak untuk memiliki atau tidak memiliki anak, juga menjalani kehidupan seks yang sehat.

Meski lingkupnya luas, mengetahui apa saja organ reproduksinya dan pasangannya bisa menjadi langkah pertama yang perlu diketahui calon pengantin. Tentang bagaimana penis bisa ereksi dan siapa saja “aktor” di baliknya, baca di artikel ini. Apa beda vagina dan rahim, serta di mana letak lubang vagina maupun lubang kencing, dijelaskan secara rinci di sini.

Tak hanya urusan wanita 

Seringkali, urusan kesehatan reproduksi ini identik dengan urusan wanita (saja) karena banyak menyangkut seputar kehamilan dan kelahiran. Padahal, urusan kesehatan reproduksi adalah urusan bersama, bukan hanya wanita. Inilah mengapa tes kesehatan pranikah sangat disarankan. Jadi, masing-masing pasangan tahu kondisi tubuhnya serta memahami bagaimana cara menjaga organ reproduksinya. 

Baca: Pentingnya Cek Kesehatan Pranikah

Pahami dan dapatkan manfaatnya

Pada calon pengantin, memahami kesehatan reproduksi tidak hanya ditujukan untuk hubungan seks semata, namun juga untuk:

1.Mengetahui tingkat kesuburan 

 “Ah, saya nggak masalah kok kalau pasangan tidak subur toh kita menikah bukan sekedar ingin memiliki momongan.” Padahal, mengetahui kesuburan kita dan pasangan bukan hanya perkara kehamilan mengingat kondisi kesuburan bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan secara menyeluruh. Misal, pada wanita hal ini berkaitan dengan siklus menstruasi dan kemungkinan penyakit seperti PCOS (Policystic Ovary Sindrome). Sementara pada pria, tingkat kesuburan juga memengaruhi vitalitas pria saat berhubungan juga kualitas sperma saat pembuahan.  

2. Merencanakan kehamilan 

Mengetahui kondisi kesehatan reproduksi bisa membantu dalam perencanaan kehamilan sekaligus menurunkan risiko pada kehamilan ibu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, cacat lahir (seperti down syndrome), keguguran, kelahiran dengan berat badan rendah, serta kehamilan ektopik. 

Baca: Gangguan Kehamilan yang Bisa Sebabkan Cacat Janin

3. Memilih alat kontrasepsi

Mengetahui kondisi kesehatan reproduksi diri sendiri dan pasangan akan sangat memudahkan pemilihan jenis kontrasepsi, terutama berkaitan dengan rencana jumlah anak dan jarak antarkehamilan, serta efek samping kontrasepsi terhadap kesehatan dan kenyamanan saat berhubungan seksual.

Ternyata, kesehatan reproduksi itu luas cakupannya dan banyak manfaatnya, ya. Jadi, jangan sampai calon pengantin hanya tahu tentang hubungan seks dan hamil saja. Dengan lebih tahu soal organ reproduksi kita sendiri, kita akan bisa mengambil keputusan terkait kesehatan reproduksi kita dengan lebih baik. Juga, menjaganya dari penyakit maupun mendeteksi lebih dini jika ada gejala munculnya gangguan kesehatan. 

Menambah pengetahuan tentang seks juga tetap boleh, kok! Baca di sini jika ingin tahu tentang pentingnya foreplay, penis sulit penetrasi saat berhubungan seks, atau malah aman tidaknya menggunakan obat kuat

Jangan lupa, jaga kesehatan organ reproduksi dengan cara menjaga kebersihannya dan mengasup makanan bergizi seimbang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata