Waktu menunjukkan pukul dua siang, tapi Nada (25 tahun) masih sibuk di depan layar komputernya. Telat makan sudah biasa untuknya. Terkadang, ia baru makan siang jam 4 sore itu pun setelah berulang kali mengabaikan “nyanyian” perutnya. “Order siap saji aja deh, biar cepat!” ketika ia perlu makan di sela kesibukan janji temu. Ini belum termasuk doping es kopi agar tidak mengantuk. Buat Nada, tak ada yang salah dengan gaya hidupnya. Ia pun tak memiliki keluhan kesehatan berarti. Padahal, usia Nada adalah usia emas untuk mempersiapkan diri menjadi calon ibu dengan kesehatan prima. Lalu, gimana ya supaya tetap bisa sehat di tengah dedikasi kita pada pekerjaan?

Jangan lewatkan sarapan!

Oke, pertama jangan jadikan sibuk sebagai alasan untuk mengabaikan pola hidup sehat. Ubah mindset kita dengan menjaga kesehatan untuk bisa bekerja maksimal, dimulai dari pagi hari. Apapun pilihan menunya, pastikan komposisinya memenuhi gizi seimbang dengan dua per tiga karbohidrat, dua per tiga sayur, sepertiga lauk, dan sepertiga buah. Hindari makanan instan kemasan karena residu zat kimianya dapat bertahan lama dalam tubuh. 

Baca: Ingin Beralih ke Sayuran Organik? Ketahui Dulu Fakta Berikut!

Buat jadwal makan untuk satu minggu

Pola hidup dan makan yang tidak terjadwal adalah alasan kita seringkali memilih makanan instan. Stop sekarang dan yuk ubah kebiasaan. Ketika kita memiliki waktu luang di akhir pekan atau di sela kesibukan, coba untuk membuat jadwal makan selama satu minggu. Jika tak memiliki waktu untuk memasak, beberapa kedai makan menawarkan paket makanan yang bisa kita masak sendiri di rumah. Segala bahan dan bumbu sudah disiapkan, kita tinggal mengikuti instruksi untuk cara membuatnya. Praktis! 

Hidup adalah pilihan, begitu pula menu makanan 

Walau waktu yang padat membuat kita seringkali luput dari panggilan tubuh untuk makan namun kita tetap butuh asupan yang tak sekedar ada. Kalau makanan siap saji terpaksa menjadi pilihan, pilih menu siap saji dengan sajian bernutrisi lengkap alih-alih memesan burger dan kentang goreng (lagi). Katering harian yang bisa diantar ke kantor juga bisa menjadi opsi, selain biaya yang tentunya lebih murah ketimbang jajan, katering rumahan biasanya menyiapkan menu makanan sehat dan diantar tepat waktu pada jam makan. 

Baca: Generasi Kulineran, Nutrisi Jangan Dilupakan

Minum, minum, dan minum 

Minum minimal delapan gelas air putih adalah mutlak dilakukan setiap hari untuk jaga kesehatan. Jika kita sering lupa, mulai dari sekarang bisa dicoba untuk pasang alarm pada ponsel, tablet, atau komputer untuk mengingatkan kita untuk minum. Bawa botol besar dan isi penuh kemanapun kita pergi dan pastikan botol itu habis sebelum kita beristirahat di malam hari, ya. 

Sempatkan berolahraga

Sisihkan waktu setidaknya 5-10 menit sebanyak tiga kali sehari untuk melakukan sedikit peregangan otot. Baiknya lagi, sempatkan untuk berjalan pagi setidaknya 30 menit tiap sehari. Asupan vitamin D dari matahari dan keringat yang dihasilkan membuat kita berenergi lebih lama. Tak sempat untuk jalan pagi? Pilih naik tangga alih-alih naik lift untuk mencapai ruang kantor. Parkir sedikit lebih jauh dari pintu masuk juga bisa menjadi pilihan. Apapun pilihannya, selalu berikan tubuh waktu untuk bergerak dan berkeringat. 

Tidur yang cukup 

Setelah satu hari berkutat dengan aktivitas, istirahat yang berkualitas adalah kunci mendapatkan tubuh siap beraktivitas kembali di esok hari. Tidur setidaknya 8 jam setiap malam untuk menjaga tubuh tetap produktif di kemudian hari.  

Berat jika belum terbiasa, namun masih ada kesempatan untuk memperbaiki gaya hidup selagi bisa. Bagi wanita, kesehatan tak hanya investasi untuk diri sendiri namun juga untuk kehamilannya kelak. Jangan sampai pola makan “ngawur” membuat si calon ibu kekurangan zat gizi dan berdampak pada kesehatan anaknya kelak. Sehat dari sekarang, tak akan menyesal kemudian!

 

 



Tanya Skata