Sejak beribu tahun yang lalu, pijatan dipercaya dapat memberikan efek terapi. Hampir seluruh bagian tubuh dapat dipijat termasuk perineum. Apa itu perineum? Jadi, batas antara vagina dan anus disebut perineum. Perineum yang kaku berisiko robek pada saat bersalin terutama saat pertama kali melahirkan. Memang robekan perineum bisa dicegah dengan tindakan episiotomi, tapi ada lho tindakan lain yang lebih konservatif yakni pijat perineum. Sayangnya, pijat perineum belum lazim di Indonesia.

Kapan pijat perineum dilakukan?

Pijat perineum dapat dimulai sejak usia kehamilan 34 minggu. Sisihkan waktu minimal satu atau dua kali dalam seminggu untuk memijat perineum hingga mendekati masa bersalin. Agar hasil optimal, pijat perineum dapat dilakukan selama atau setelah mandi. Kucuran air akan membuat tubuh lebih segar dan relaks serta perineum lebih lembut saat disentuh. Sebaliknya, perineum tidak boleh dipijat bila dicurigai atau telah didiagnosa mengelami infeksi kelamin, misal infeksi jamur atau herpes.

Bagaimana cara melakukan pijat perineum?

Pijat perineum ini dapat dilakukan sendiri atau dengan pasangan Anda. Jangan salah, bonding dengan pasangan pun bisa terjalin dari aktivitas ini. Sebelum membahas mengenai teknik pijatan, Anda perlu tahu beberapa persiapan sebelum melakukan pijatan, antara lain:

1. Gunting seluruh kuku yang panjang.

2. Lebih baik diawali dengan buang air kecil terlebih dahulu agar latihan anda tidak terjeda.

3. Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir.

4. Cari tempat yang tenang. Boleh sediakan kaca untuk memandu latihan Anda.

5. Untuk posisi bisa dengan berbaring atau sambil duduk di kursi. Agar lebih nyaman, boleh sangga punggung dengan bantal dan lebarkan tungkai dan lutut sambil ditekuk bila pijatan dilakukan sambil berbaring.

6. Olesi jari, vagina, dan perineum dengan menggunakan pelumas khusus vagina, produk jelly larut air atau minyak kelapa, minyak zaitun atau minyak sayur lainnya. Mineral oil, baby oil, atau petroleum jelly tidak direkomendasikan.

Teknik pijat perineum:

1. Bila dilakukan sendiri, pijat perineum dapat dimulai dengan menggunakan 2 jari jempol atau memakai jari telunjuk bila dilakukan oleh pasangan. 

2. Untuk “pemanasan otot”, awali dengan memijat bagian kanan dan kiri vagina dengan arah atas-bawah.

3. Kemudian masukkan jari kira-kira 2-4 cm ke dalam vagina dengan bagian jari lainnya menopang bokong. Tidak ada masalah bila Anda lebih nyaman melakukannya dengan satu tangan.

4. Tarik lembut ke arah bawah dan ke samping sampai muncul sensasi teregang.

5. Tahan dulu selama 1-2 menit.

6. Pijat lembut bagian dalam vagina dengan gerakan berbentuk huruf U selama 2-3 menit.

7. Saat pijatan dilakukan, boleh sambil mengaplikasikan teknik pernafasan dalam supaya semakin relaks.

8. Apabila pasangan terlibat, komunikasi harus aktif dilakukan.

9. Total waktu tiap kali latihan rata-rata berkisar 5 menit. 

10. Tekanan pijatan dapat ditingkatkan secara bertahap

11. Pijat boleh ditunda atau diakhiri bila muncul rasa nyeri, terasa terbakar, atau Anda merasa tidak nyaman. Mulai lagi latihan saat Anda merasa siap. 

Adakah efek negatif setelah pijat perineum?

Tidak ada. Latihan ini aman dan tidak menimbulkan rasa nyeri, asal persiapan dan teknik dilakukan dengan benar. Silakan menyesuaikan durasi dan frekuensi pijatan dengan kenyamanan. Bukan membuat otot bertambah relaks, latihan berlebihan justru malah akan mencederai kulit di daerah vagina dan perineum. 

Adakah manfaat lain pijat perineum?

Selain melatih otot perineum agar lebih relaks, Anda dapat membiasakan diri dengan sensasi-sensasi yang muncul saat perineum meregang. Hal ini sangat membantu adaptasi tubuh saat kepala bayi lahir. Manfaat lain pijat perineum adalah :

1. Menjaga stabilitas organ panggul. Proses berkemih dan defekasi (buang air besar) akan sulit dikontrol bila terjadi kelemahan otot dasar panggul. 

2. Mengurangi nyeri saat melahirkan. Pijatan akan membantu meningkatkan aliran darah sehingga perineum lebih elastis dan risiko cedera di jalan lahir akan berkurang. Anda pun tidak perlu was-was melakukan hubungan seksual setelah melahirkan. 

Meski hukumnya tidak wajib, semua wanita yang berencana melahirkan normal boleh melakukan pijat perineum. Tidak ada ketetapan batasan usia. Pun, tetap boleh dilakukan pada pasien dengan riwayat episiotomi, dengan harapan persalinan berikutnya menjadi lebih mudah. Masih ragu? Jangan segan untuk konsultasi ke tenaga kesehatan yang mumpuni. 

 

 

 

 



Tanya Skata