Seperti kata pepatah: jodoh, maut, dan rezeki tidak ada yang tahu. Tidak ada yang bisa memastikan kapan kita bertemu jodoh, menentukan pernikahan, dan terjadi kehamilan. Meski menikah di usia 25 tahun pun, bisa saja takdir membuat kehamilan baru terjadi pada usia 35 tahun. Hamil di usia ini kadangkala membuat dilema, tidak hanya dialami wanita, suami pun mungkin memiliki perasaan yang sama. Meski dianggap lebih berisiko, hamil di usia tua (di atas 35 tahun) tidak selamanya buruk. Berikut plus minusnya hamil di usia tua.

Positifnya hamil di usia tua

Ditilik dari sisi emosi, pendidikan, keuangan dan karir, hamil di usia tua memiliki nilai plus yakni:

1. Emosi lebih matang

Saat usia mencapai 35 tahun, umumnya pikiran dan emosi relatif lebih matang dibanding saat usia 20-an. Keputusan memiliki anak pun sudah bulat sehingga Anda sudah siap jiwa dan raga menyambut si buah hati. 

2. Karir dan pendidikan sudah mapan

Pada usia ini biasanya segala bentuk pencapaian diri dalam hal karir dan pendidikan, sudah berhasil diraih sehingga Anda dan pasangan sudah bisa fokus membesarkan anak. Problem diri yang belum selesai akan terbawa-bawa dalam masa pengasuhan anak. 

3. Keuangan lebih stabil

Umumnya, masalah finansial sudah terjawab dengan dibuatnya pos tabungan untuk anak. Dengan keuangan yang stabil, Anda juga dapat mempersiapkan diri dengan mengikuti berbagai seminar, kelas bahkan sekolah orang tua. Bekal ini merupakan investasi jangka panjang yang belum tentu dimiliki semua calon orangtua.

Poin plus lainnya adalah ‘plan 1 get 2’. Maksudnya, hamil di usia tua berpeluang besar terjadi hamil kembar karena saat ovulasi terjadi lebih dari satu pelepasan sel telur. Seru ya, bisa memiliki bayi kembar!

Negatifnya hamil di usia tua

Ya, usia tidak pernah berbohong. Semakin bertambah usia, jumlah dan kualitas sel telur akan menurun secara alamiah. Hal inilah yang membuat terjadinya risiko kecacatan janin atau keguguran. 

Kehamilan di usia tua termasuk kehamilan risiko tingi artinya berpotensi menyebabkan masalah pada ibu dan janin seperti preeklampsia, diabetes, persalinan prematur, atau bayi terlahir kecil. Masalah pun tidak datang saat kehamilan saja. Saat bersalin, peluang terjadinya komplikasi persalinan lebih tinggi sehingga bisa berakhir dengan operasi Caesar. 

Hamil di usia tua bisa direncanakan

Ada lho pasangan yang memang mempersiapkan hamil di usia tua. Tidak masalah sebenarnya karena kehamilan merupakan hak prerogatif bagi Anda dan pasangan. Jika demikan, persiapan paling baik dimulai sejak merencanakan hamil walau belum terlambat bila baru terpikir mempersiapkan diri saat janin sudah terdeteksi dalam kandungan. 

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum dan selama kehamilan adalah:

1. Konsumsi asam folat rutin minimal sebulan sebelum kehamilan.

2. Lengkapi vaksinasi dan selesaikan minimal sebulan sebelum berencana hamil. Vaksin cacar air (varicella), MMR, tetanus, dan hepatitis akan memberi perlindungan untuk Anda dan janin selama kehamilan. 

3. Atur diet anda dengan gizi seimbang agar berat badan agar mencapai atau tetap ideal sebelum hamil. Berat badan sebelum hamil akan menentukan pengaturan kenaikan berat badan saat hamil. Wanita obesitas diharapkan hanya naik 5-9,1 kg selama hamil sedangkan wanita yang cenderung kurus dianjurkan untuk menaikkan berat badannya sebesar 12,7-18 kg selama hamil. 

4. Rutin berolahraga. Olahraga teratur akan membuat Anda terbiasa bugar sampai saat hamil nantinya. Hamil bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan, ya. Saat ibu hamil aktif bergerak, janin pun otomatis terbiasa aktif. Hanya saja, sesuaikan jenis, durasi, dan intensitas olahraga dengan kondisi Anda.

5. Stop merokok, alcohol, apalagi narkoba.

6. Pastikan gigi anda sehat karena infeksi di rongga mulut dapat memengaruhi kesehatan janin.

7. Usahakan penyakit Anda terkontrol bila memang memiliki penyakit bawaan atau kronis.

Tapi, perlu diingat bahwa semakin bertambah usia maka kesuburan akan menurun jadi waktu tunggu kehamilan pun menjadi lebih lama. 

Persiapan saat hamil di usia tua

Hampir sama dengan kehamilan pada umumnya, saat usia tua terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan. Yang khusus adalah kontrol kehamilan akan lebih sering dilakukan. Saat kontrol kehamilan, dokter juga akan melakukan penapisan dengan menganjurkan pemeriksaan darah dan urin. Deteksi dini penting agar kehamilan dan persalinan Anda lancar seperti jalan tol. 

Anda diberi amanah hamil di usia tua? Tenang, ‘drama’ kehamilan tidak selalu ada, dan kehamilan anda bisa normal sampai masa bersalin. 

 

 

 

 



Tanya Skata