Diet keto, intermittent fasting, diet paleo, diet plant-based, dan masih banyak lagi jenis diet yang sekarang ini marak dilakukan, memang terdengar menjanjikan untuk mendapatkan berat badan ideal. Apalagi, jika para selebritis dan influencer sukses menurunkan berat badan dengan diet tersebut. Orang-orang pun mendadak “mengekor” untuk mengejar pengalaman serupa, tanpa memahami dengan baik tentang kebutuhan tubuhnya dan cara diet tersebut bekerja. Padahal, asal diet bisa berbahaya bagi kesehatan. Jika Anda termasuk salah satu yang “tergoda” untuk berdiet, coba tanyakan dulu tiga hal ini pada diri sendiri:

1. Apa tujuan saya? 

Ketika ingin memulai diet, Anda perlu menetapkan tujuan. Apakah ingin turun berat badan atau demi alasan kesehatan. “Ketika tujuan Anda untuk mendapatkan berat badan ideal dengan mengurangi berat badan lebih dari 5kg dalam sebulan, tentunya harus dibarengi dengan perilaku sehat dan olahraga teratur - tak hanya sekedar memilih atau mengurangi makanan,” menurut pakar diet Natalie Rizzo, MS, RD. “Saya selalu memberikan pengertian bahwa diet bukan sekedar angka, namun bagaimana Anda bisa berada di berat badan normal dengan tetap bisa berenergi untuk melakukan lari 5 km tanpa kelelahan ketika di akhir hari, masih harus bercengkrama dan bermain dengan anak-anak,” tambahnya. 

2. Apakah program diet yang saya pilih, cocok dan aman untuk kondisi saya? 

Banyak program diet untuk turun berat badan, didesain untuk mereka dengan berat dan tinggi normal dan dengan aktivitas yang moderat. Jika Anda lebih tinggi, lebih pendek atau berkegiatan yang berbeda, tentunya tidak bisa disamakan dengan mereka yang yang lebih aktif (misal, dengan mereka yang biasa melakukan olahraga minimal 30 menit dalam sehari). Pastikan program diet yang dipilih sesuai dengan kondisi fisik dan kesehatan Anda. Karenanya, akan lebih baik untuk mengonsultasikan kondisi kesehatan pada tenaga kesehatan atau pakar diet, agar Anda bisa memilih program diet yang paling sesuai. 

Baca: Benarkah Diet Turunkan Imunitas?

3. Adakah dampak lain dari diet yang berimbas pada kehidupan saya? 

Menjadi sehat dengan berat badan badan ideal tentu menjadi idaman, tak ada yang salah dengan itu. Namun, menjalani proses diet membutuhkan komitmen dan pengorbanan. Termasuk kesehatan mental. Ada hari di mana Anda akan merasa menyerah dan kesulitan, namun ada hari di mana Anda sudah bisa melihat hasil dari proses yang dilakukan. Siapkah Anda dengan emosi yang akan naik turun ini? Adakah dampaknya untuk kehidupan Anda dan sekitar? Jika Anda bisa memastikan akan baik-baik saja, lakukanlah. Apapun diet yang Anda lakukan, jangan sampai membuat Anda terpuruk dan kelelahan sehingga tak memiliki energi untuk bersosialisasi dengan yang terkasih. 

Dari tiga pertanyaan tersebut, Anda akan menemukan apa sebenarnya yang Anda butuhkan, apakah itu menjadi langsing seperti stereotipe wanita di media, mencapai berat badan ideal sesuai standar Indeks Massa Tubuh, atau menghindari makanan tak sehat yang berisiko menyebabkan penyakit degeneratif di masa tua nanti. Dari situ, Anda bisa mulai merencanakan pola makan seperti apa yang Anda butuhkan dan sanggup Anda jalankan. 

Kebanyakan diet yang dilakukan untuk menurunkan berat badan berfokus pada pengurangan jumlah kalori yang dikonsumsi, tanpa mengindahkan kebutuhan nutrisi tubuh. Saat tubuh tak lagi sanggup, Anda bisa jatuh sakit. Saat mental tak lagi kuat, makanan favorit pun kembali disantap. Padahal, perbaikan pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat dan berimbang bisa membuat tubuh sehat hingga hari tua, tanpa harus menyiksa diri.

Baca: Pola Makan Sustainable, Pililh yang Sehat dan Mudah Didapat

Ingat, pada akhirnya tujuan diet bukan sekedar angka pada timbangan namun proses di mana Anda bisa merasakan tubuh yang lebih sehat dan lebih enerjik. Kalaupun berat badan berkurang, itu adalah bonus dan bisa digunakan sebagai awalan untuk mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik. Jadi, yakinkah Anda untuk melakukan diet?

 

 



Tanya Skata