Banyak pasangan yang membangun rumah tangga namun tidak secara sadar memutuskan nilai-nilai apa saja yang akan menjadi prinsip yang dipegang oleh setiap anggota keluarganya dan diajarkan pada anak kelak. Nilai yang berlaku umum di masyarakat dianggap cukup untuk menentukan baik buruk. Padahal, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan anak mengenal macam budaya dan cara hidup yang mungkin bertentangan dengan keluarganya. Tidak usah jauh-jauh, standar baik dan buruk dalam satu keluarga besar pun bisa saja berbeda-beda.

Inilah pentingnya menentukan apa saja nilai keluarga Anda. Nilai-nilai keluarga merupakan cerminan dari siapa Anda dan bagaimana Anda ketika menjadi orang tua. Saat menjalankan nilai-nilai itu, anak-anak Anda akan belajar pelajaran hidup. Anak-anak belajar mengekspresikan diri, tumbuh dari kesalahan, memecahkan masalah, dan mengembangkan semua kemampuan dan keterampilan yang membantu mereka menjadi anggota masyarakat yang produktif. 

Jika harus dijabarkan, inilah beberapa hal yang membuat nilai keluarga penting untuk dimiliki:

1. Membangun kompas moral yang kuat bagi anak

Tekanan teman sebaya dapat berdampak besar pada anak dan menjadi musuh yang mencoba menembus nilai-nilai keluarga yang telah ditanamkan. Artinya, jika seorang anak memiliki prinsip yang kuat tentang apa yang benar dan salah berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya, kecil kemungkinannya anak melakukan perilaku berisiko.

Baca: Pentingnya Konsep Diri dalam Menangkal Perilaku Berisiko

2. Pengambilan keputusan yang tepat

Nilai-nilai ini dapat melindungi dan membimbing anak-anak saat mereka mengambil keputusan. Mereka dapat menarik nilai-nilai ini untuk membantu mereka menghindari kesalahan langkah yang memiliki konsekuensi negatif bagi kehidupan mereka.

3. Pedoman dalam mendidik anak

Tantangan dunia luar merupakan musuh terbesar yang menakutkan dalam mendidik anak. Mengetahui apa yang Anda dan pasangan inginkan untuk anak, akan membantu Anda dalam membesarkan anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

4. Memproteksi anak dari pergaulan yang buruk

Anak yang tumbuh dengan prinsip nilai keluarga yang kuat cenderung akan memilih teman-teman yang memiliki nilai yang mirip dengannya. Hal ini akan melindungi anak dari pergaulan yang tidak baik.

5. Memberi arti keluarga

Nilai keluarga akan melekatkan anak pada keluarga. Anak akan memiliki rasa memiliki dan terhubung dengan keluarga karena memiliki pandangan yang sama tentang dunia. Keluarga akan menjadi tempat yang aman dan hangat untuk mereka. 

Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan nilai keluarga pada anak?

Dalam teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Piaget dan Kohlberg, disebutkan bahwa tahap awal perkembangan moral anak dimulai di usia 4 tahun. Pada usia ini, anak sudah mulai mengenal perilaku yang baik dan buruk berdasarkan konsekuensi yang diterimanya. Menjadi catatan penting bahwa nilai-nilai keluarga perlu diajarkan sepanjang hari, setiap hari. 

Bagaimana cara mengajarkannya?

Seringkali nilai keluarga sulit untuk dijelaskan pada anak, namun nilai-nilai keluarga diturunkan melalui banyak hal yang dilihat anak, sikap orang tua, bagaimana cara bekerja orang tua, dan bagaimana orang tua berelasi. Anak-anak ingin menjadi seperti orang dewasa yang menyayangi mereka. Mereka ingin memakai kacamata ibu dan sepatu Ayah. Mereka meniru kualitas karakter yang orang tua wujudkan setiap saat dalam hidupnya. 

Kini, Anda sudah paham memiliki nilai keluarga. Namun, Anda tidak tahu harus mulai dari mana. Ketahui hal yang harus Anda diskusikan dengan pasangan untuk merumuskan nilai keluarga di artikel ini

 

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Skata dan Komunitas Kejora (Kesehatan untuk Junior Indonesia).

 

 



Tanya Skata