“Ma, aku besok mau ada acara camping sama teman-teman. Boleh, ya?” Rara, 14 tahun anak semata wayang Dania memang aktif dalam acara sekolah. Ia adalah ketua OSIS di sekolahnya, ia pun aktif dalam kegiatan seni budaya di luar sekolah. Sejak kecil, tiap aktivitas Rara selalu didampingi Ibunya. Kini, ia sudah beranjak remaja dan ingin bisa dianggap mampu bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan tanpa dampingan. Dania ingin sekali melepas tanpa was-was, namun seperti orang tua pada umumnya, rasa cemas tak luput dari hati dan ingin sekali ia ikut untuk mengawasi. Bijakkah ia untuk ikut memantau atau membiarkan putrinya mencoba bertanggung jawab dengan kemungkinan resiko yang harus ia hadapi? 

Masa remaja memang dihiasi dengan eksplorasi dan mengambil resiko. Masa dimana mereka mencoba mengenal siapa dirinya, melakukan kesalahan, dan mencoba hal baru untuk mengetes kemampuan diri. Walaupun, diantaranya akan ada kemungkinan mencoba sesuatu yang negatif – merokok, minum minuman beralkohol hingga seks bebas. Ini yang seringkali meresahkan sehingga Anda mungkin menjadi sulit percaya melepas remaja untuk beraktivitas di luar jangkauan. Karenanya, pengawasan remaja sejak dini sangat penting, untuk mengenal aktivitasnya, dengan siapa mereka bergaul, apa saja yang mereka lakukan saat diluar sekolah, dan bagaimana pandangan mereka terhadap apa yang sedang terjadi saat ini.  

Baca: Remaja Berbohong, Mungkinkah Dideteksi?

Bagaimana caranya?

Anda punya hak penuh untuk mengawasi anak sedari kecil yang bertujuan untuk membangun karakter remaja, mengawasi tindakan yang dilakukan, dan membuat konsekuensi apa yang bisa diberikan saat remaja melanggar peraturan. Kebiasaan pengawasan ditandai dengan pertanyaan seperti:

  • Kamu mau pergi ke mana?
  • Dengan siapa kamu pergi?
  • Pulang jam berapa?

Anda juga bisa melakukan pengawasan dengan mengecek keberadaannya lewat telepon, mengenal teman-teman bermainnya serta orang tuanya, dan terpenting melakukan komunikasi terbuka dengan remaja mengenai pilihan-pilihan baik dan tidak baik yang harus ia hindari. Penting juga untuk membuat aturan bersama, agar remaja (dan Anda) bisa membuat konsekuensi dari segala tindakan yang dilakukan. 

Perlukah ikut serta dalam aktivitas anak? 

Dalam kasus Dania, bolehkah ia ikut dalam acara camping anak untuk mengawasi? Menurut psikolog Alzena Masykouri, M. Psi boleh asal remaja mengizinkan. Anda bisa mengatakan, “Mama ikut boleh, ya? Enggak ikutan nginep di tendanya, mama di vilanya. Jadi kalau kamu butuh, Mama dekat.” Atau saat remaja ingin ijin pergi ke kafe bersama teman-temannya, Anda bisa menawarkan untuk menemani di meja yang berbeda. Namun, jika ini membuat anak tidak nyaman (anak menolak), Alzena menyarankan untuk tidak melakukannya.

Baca: Tips Membuat Aturan Pulang Malam untuk Remaja

Pengawasan tak hanya bisa dilakukan saat anak melakukan aktivitas. Namun, dalam keseharian Anda bisa memantau perilaku anak, dan berapa besar kemungkinan mereka melakukan sesuatu yang negatif. Inilah pentingnya melakukan komunikasi secara dua arah, dan dilakukan secara rutin tiap harinya. Anda pun dapat memberikan pilihan, jika merasa tidak nyaman untuk anak beraktivitas di tempat yang kurang Anda percaya. “Ibu kok kurang nyaman, ya kalau kamu pergi clubbing. Gimana kalau ajak teman-teman kamu menginap di rumah, bikin pajama party? Janji deh, Ibu enggak akan ganggu. Mau pasang musik juga boleh asal jangan sampai mengganggu tetangga, ya.” 

Biarkan anak belajar bertanggung jawab dan menerima konsekuensi

Ada kalanya untuk Anda membiarkan anak belajar bertanggung jawab dan melepas mereka untuk aktivitas (yang masih dalam ranah aman). “Ok, kamu boleh camping sama teman-teman. Tapi ingat ya, pesan Ibu, nggak boleh minum alkohol, nggak dekat-dekat sama teman pria. Kita sudah pernah bahas kan, apa akibatnya?” Biarkan mereka memahami kebebasan yang bertanggung jawab sementara Anda, belajar melepas dengan percaya. Remaja yang diberikan kepercayaan, cenderung akan dengan hati-hati menjaga kepercayaan ketimbang mereka yang terlalu dikekang dan tidak dibiarkan untuk mencoba.  

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata