“Bu, aku rasanya kaya mau pipis tapi kok nggak bisa, ya? Seperti nyeri…” Keluhan ini mungkin menandakan anak Anda mengalami “anyang-anyangan”, yang digambarkan seperti ingin buang air kecil, namun sulit untuk mengeluarkan, terkadang disertai rasa nyeri. Nah, anyang-anyangan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) seringkali merupakan pertanda awal anak menderita ISK (Infeksi Saluran Kemih). Gejalanya sangat bervariasi, tergantung usia, tempat infeksi, dan beratnya reaksi peradangan. ISK tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, namun juga anak-anak. Namun, jangan khawatir ISK pada anak umumnya mengalami penyembuhan yang lebih cepat dari orang dewasa. Yuk, pahami ISK secara lengkap! 

Apa saja penyebab ISK? 

1. Bakteri

Lazimnya, ISK paling sering disebabkan kuman (bakteri) Escherichia Coli (E Coli) yang berasal dari saluran cerna. Biasanya, bakter E coli menyebabkan ISK sebanyak 60-80%, sementara penyebab lain ISK bisa juga dari kuman Escherichia, Klebsiela, Proteus, Enterokukus, Enterobakter, dan bermacam kuman lain. Bakteri ini bisa masuk dari organ intim anak-anak, terutama saat buang air besar. Perpindahan bakteri dari kulit atau kotoran yang masuk ke dalam organ intim menyebabkan bakteri berkembang biak pada saluran kemih. 

2. Gangguan fungsi organ tubuh

Adanya gangguan kesehatan seperti gangguan fungsi ginjal atau masalah kandung kemih yang dialami anak juga bisa menjadi salah satu penyebab ISK. ISK pada anak menyebabkan saluran kemih pada anak mengalami radang yang bisa menyebabkan gejala seperti demam, nyeri, dan gejala ISK lain.

3. Kurang air putih 

Selain itu, kurangnya asupan air putih juga bisa menyebabkan timbulnya anyang-anyangan yang mengarah pada ISK.

Bagaimana gejalanya? 

Menurut IDAI, ada beberapa gejala yang tidak nyaman serta adanya komplikasi seperti demam, nyeri pinggang, nyeri ketika buang air kecil, hipertensi, dan infeksi di seluruh tubuh. Terasa nyeri perut di area saluran kemih, umumnya di bawah pusar lalu frekuensi buang air kecil bertambah sementara jumlah air kencingnya sedikit. Air seni berbau tidak sedap, serta ada mual atau muntah. ISK seringkali terjadi pada anak perempuan, karena uretranya lebih pendek ketimbang anak lelaki. Walau tak tertutup kemungkinan anak lelaki pun mengalaminya. Pada anak perempuan, ISK bisa menimbulkan komplikasi kelak ketika mereka dewasa dan mengalami kehamilan. Karenanya, ISK pada anak perlu penyembuhan yang optimal.

Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami gejala ISK?

Segera periksakan kondisi ke dokter spesialis anak. Dokter akan menyarankan pemeriksaan urin. Jika ditemukan infeksi bakteri maka pengobatannya dengan mengonsumsi obat antibiotik. Biasanya, dalam 3-10 hari setelah penggunaan antibiotik, ISK akan pulih. Walau demikian, ada baiknya untuk kembali periksakan urin anak untuk memastikan bahwa infeksi yang diderita benar-benar tuntas. 

Adakah cara mencegah ISK? 

Agar anak tak merasa anyang-anyangan maupun terhindar dari ISK, Anda bisa memberi tahu mereka untuk:

1. Tidak menahan buang air kecil 

2. Memakai celana dalam yang terbuat dari katun (hindari bahan nilon atau sintetis dan terlalu ketat) 

3. Membersihkan diri dengan benar, seperti 

  • Bersihkan alat kelamin menggunakan air mengalir tanpa sabun berparfum 
  • Untuk anak perempuan, basuh kemaluan dengan air dari arah depan ke belakang. 
  • Untuk anak lelaki yang belum sunat, buka kulit bagian luar (kulup) saat selesai buang air kecil. 
  • Pastikan untuk sering mengonsumsi air putih dan hindari minuman bersoda atau yang mengandung kafein.

 

 

 

 

 



Tanya Skata