Meskipun kini proses persalinan sudah banyak dilakukan oleh dokter dan tenaga medis profesional, ternyata masih banyak ibu baru yang melakukan perawatan pasca persalinan dengan cara tradisional. Pengaruh sosial budaya menjadi alasan para ibu pada saat melakukan perawatan tradisional setelah melahirkan. Manfaat yang telah dipercaya secara turun temurun, terkadang ditambah saran dan bujukan ibu dan mertua, menjadikan perawatan tradisional seperti gurita (semacam korset) menjadi “menu wajib” ibu melahirkan.Namun, apakah perawatan tradisional ini aman dilakukan? Yuk, simak wawancara dengan dr. Darrell Fernando, SpOG dari Komunitas Kejora!

Apa saja jenis perawatan tradisional setelah melahirkan?

Ada berbagai macam perawatan tradisional yang jenisnya dipengaruhi oleh sejumlah aspek seperti tradisi adat turun temurun dan kebiasaan daerah setempat. Perawatan yang paling sering dilakukan adalah konsumsi herbal/jamu-jamuan dan pemakaian gurita/bengkung. Konsumsi jamu biasanya dilakukan dengan tujuan untuk membantu penyembuhan luka dan menambah produksi ASI. Sementara itu, gurita/bengkung berfungsi untuk mengurangi nyeri pasca melahirkan, terutama operasi Caesar.

Mengapa perawatan tradisional pasca melahirkan banyak diminati?

Ya, karena Indonesia masih banyak memegang tradisi adat, kebiasaan setempat yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Perawatan tradisional ini ada yang memiliki sejumlah manfaat, tapi ada juga yang memiliki efek negatif, sehingga perawatan tradisional tersebut harus dikonsultasikan terlebih dahulu.

Apa saja manfaat melakukan berbagai perawatan tradisional ini?

Jamu, yang paling banyak diminati, memberikan manfaat misalnya meningkatkan imunitas dan meningkatkan stamina ibu. Beberapa tanaman tradisional seperti ekstrak daun katuk, fenugreek, atau daun bangun-bangun juga dapat meningkatkan produksi ASI. 

Adakah pantangan selama melakukan perawatan tradisional?

Mengenai jamu umumnya tidak ada pantangan khusus, tetapi sebaiknya tetap dikonsultasikan ke dokter kandungan terlebih dahulu. Sementara terkait pijat, pemijatan di daerah perut dan rahim harus dihindari karena dapat menyebabkan perdarahan dan cedera. 

Kapan waktu terbaik untuk memulai perawatan tradisonal setelah melahirkan?

Tidak ada kewajiban atau waktu khusus untuk memulai perawatan tradisional, dan tergantung dari jenis perawatannya. Selama tidak berbahaya, silakan saja kalau mau dilakukan . 

 

 

 

Artikel ini hasil kerjasama Skata dengan Komunitas Kejora (Kesehatan untuk Junior Indonesia).



Tanya Skata