Pertanyaan “kapan bisa subur setelah lepas KB” adalah yang paling sering diajukan oleh akseptor sebelum atau selama penggunaan KB. Rasa khawatir ini wajar saja timbul karena mayoritas akseptor masih ingin berencana hamil kembali setelah lepas KB. Mengingat setiap metode kontrasepsi memiliki cara kerja yang berbeda-beda, cepat lambatnya akseptor kembali subur bisa dilihat melalui penjelasan berikut:

Metode kontrasepsi alami

KB kalender dan MAL (metode amenore laktasi) merupakan jenis metode kontrasepsi alami. Dengan metode ini, kesuburan akan mudah kembali segera setelah metode dihentikan. Pada KB kalender, Anda bisa segera hamil ketika tidak lagi pantang berhubungan di masa subur. Sementara itu, kesuburan pada metode MAL akan kembali saat syarat efektivitas MAL sudah tidak terpenuhi, seperti bayi sudah tidak lagi mendapat ASI ekslusif atau bayi mendapat mixed feeding (campuran susu formula dan ASI).

Pil KB

Setelah penghentian pil KB, kesuburan akan kembali setelah 3 bulan karena kadar hormon perlahan akan berkurang setelah 3 bulan dan efeknya benar-benar hilang setelah 2 tahun. Suatu penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pil KB dikonsumsi, maka kesuburan akan semakin lama kembali. Namun, pada penelitian lain didapatkan kesimpulan bahwa wanita tetap subur walaupun mengonsumsi pil KB kombinasi lebih dari 5 tahun.

Suntik KB

Kembalinya kesuburan setelah suntik progestin membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pil KB.  Rata-rata akseptor yang menggunakan suntik KB 3 bulan yang mengandung DMPA (depo medroxypropagerone acetate) akan subur kembali setelah 10 bulan penyuntikan dihentikan.

Implan

Pasutri bisa merencanakan kehamilan kembali segera setelah kapsul/implan dicabut. Meskipun demikian, ada pula penelitian yang menyatakan bahwa kembalinya kesuburan setelah lepas implan lebih lama dibandingkan setelah menghentikan pil KB yang berisi progesteron.

IUD

Kesuburan akan kembali segera setelah IUD dilepaskan, tidak bergantung pada tipe IUD dan durasi pemakaiannya.  

Tubektomi

Setelah tubektomi, diharapkan tindakan pencegahan kehamilan bersifat jangka panjang. Akan tetapi, jika akseptor dan pasangan berubah pikiran, masih mungkin terdapat peluang kehamilan dengan melakukan tindakan yang juga invasif (memengaruhi keutuhan jaringan), baik dengan operasi reversal tuba maupun dengan IVF (bayi tabung). Jadi, pikirkan dengan matang ya sebelum kontrasepsi mantap!.

Nah, secara umum perbedaan durasi kembalinya kesuburan setelah lepas KB antarindividu berbeda-beda, tergantung dari metode kontrasepsi dan durasi penggunaan. Pada akseptor yang menggunakan KB hormonal, kembalinya kesuburan juga dipengaruhi oleh reaksi tubuh terhadap jenis hormon yang terkandung dalam kontrasepsi. 

Jika Anda ingin mengetahui cara lebih cepat untuk mendapatkan kesuburan kembali, baca di sini.

 

 

 

 

Referensi :

Rekomendasi Praktik Terpilih pada Penggunaan Kontrasepsi Edisi Ketiga 2016 WHO

Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB dan Pedoman bagi Klien dan Penyedia Layanan Edisi Revisi 2018.

 

 



Tanya Skata