Pil KB, suntik KB, maupun implan merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang paling sering digunakan wanita. Namun, isu bahwa kontrasepsi dapat menurunkan libido atau membuat kurang bergairah seringkali membuat wanita maju mundur ketika memilih kontrasepsi hormonal. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar ataupun salah karena beberapa penelitian yang dilakukan memberikan hasil berbeda. Yuk, kita kulik lebih dalam lagi.

Pil KB

Dari suatu penelitian di Missouri, didapatkan hasil bahwa pil kontrasepsi yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron tidak memengaruhi libido sebagian besar wanita. Namun, pada beberapa partisipan penelitian menginformasikan perubahan libido setelah konsumsi pil KB, baik berupa peningkatan maupun penurunan gairah seksual. Hasil penelitian yang bervariasi juga ditunjukkan pada pemberian pil mini yang hanya mengandung progesteron saja.

Suntik KB

Sama seperti pil mini, suntik KB 3 bulan yang juga berisi hormon progesteron pun memberikan hasil penelitian yang bervariasi. Beberapa populasi mengalami penurunan gairah seksual namun populasi lain merasakan libido meningkat pasca suntik KB.

Implan 

Mengacu dari suatu hasil penelitian metanalisis yang mengambil sampel populasi global, implan yang mengandung turunan hormon progesteron memang dapat menurunkan libido akseptor. Akan tetapi, dari penelitian lain yang menggunakan implan dengan kandungan progesteron terbaru, etonorgestrel, memberikan hasil bahwa implan justru dapat memberikan efek peningkatan libido. Namun, efeknya muncul perlahan dan baru terasa setelah penggunaan lebih dari 6 bulan.

Baca: Ketahui Cara Lepas Pasang Implan Agar Tidak Termakan Mitos

IUD hormonal

Dari penelitian metanalisis yang sama, IUD hormonal yang juga mengandung hormon progesteron (AKDR-LNG) ternyata justru dapat meningkatkan gairah seksual. Tapi dari penelitian lainnya, ditarik kesimpulan bahwa IUD hormonal tidak memiliki efek apapun terhadap seksualitas. 

Jadi, apa kesimpulannya?

Secara teori, kontrasepsi hormonal yang mengandung kombinasi progesteron dan estrogen akan menurunkan libido karena terjadi penurunan aktivitas androgen dan penurunan kadar testosteron. Jenis progesteron pada pada pil kombinasi, misalnya cyproterone acetate dan drospirenone memiliki efek antiandrogenik. yang dapat membuat gairah seksual berkurang Hormon progesteron dapat menurunkan libido karena menekan fungsi dan kerja ovarium serta menghambat produksi estrogen. Di sisi lain, hormon progesteron dapat meningkatkan gairah seksual karena memengaruhi aktivitas enzim alfa reduktase, yang berperan mengubah testosteron menjadi DHT yang efek androgennya lebih kuat, contohnya adalah levonorgestrel yang tersedia dalam bentuk pil KB, suntik KB, implant, atau IUD-LNG. Jenis progesteron yang efek androgennya minimal adalah desogestrel yang tersedia dalam bentuk pil KB dan etonorgestrel yang tersedia dalam bentuk implan.

Akan tetapi, dari hasil penelitian yang bervariasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa efek hormonal akan memberikan hasil berbeda bergantung pada jenis kandungan zat aktif hormon, dosis hormon, durasi penggunaan, serta metode pemberian KB. Skrining masalah seksualitas tidak diperlukan pada saat konsultasi pemilihan kontrasepsi yang tepat. Jangan pula menjadi khawatir berlebihan karena pemberian hormonal dapat memberikan efek berbeda antar wanita.

Baca: Sempatkan Foreplay Demi 4 Manfaat Ini

Bila nanti Anda merasa gairah seksual menurun dan merasa ini berkaitan dengan penggunaan kontrasepsi, jangan buru-buru untuk mengganti atau melepas kontrasepsi Anda. Coba dulu lakukan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, cukup tidur, hindari stres, atau perbanyak waktu kebersamaan dengan pasangan. Jangan-jangan, ada masalah antara Anda dan pasangan yang memengaruhi keinginan untuk berhubungan seks. 

Namun, jika performa seks dan intimasi dengan pasangan terganggu meskipun tak ada masalah rumah tangga, konsultasi kembali dengan dokter atau bidan untuk memilih metode kontrasepsi yang tepat untuk Anda. Tenang, hormon tubuh akan kembali stabil kok setelah melepas KB hormonal. Yang penting, Anda dan pasangan tetap menggunakan kontrasepsi dan menjarakkan jumlah anak karena jarak yang dekat antarkelahiran dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas hubungan seksual. 

 

 

 



Tanya Skata