IUD (intrauterine device) merupakan pilihan kontrasepsi bila pasutri ingin mencegah atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang. Hanya saja anggapan bahwa IUD akan memengaruhi hubungan seks seringkali menghantui dan membuat pasutri enggan menggunakan IUD.

Idealnya, tidak ada keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman saat berhubungan seks setelah pemasangan IUD. Akan tetapi, pada beberapa kasus bisa saja pasangan/pria akan merasakan adanya benang IUD saat melakukan penetrasi ke vagina. Akseptor juga bisa merasakan rasa nyeri di sekitar vagina dan perut bawah bila IUD tersentuh saat penetrasi. Nyeri yang muncul ini akan menyebabkan sulitnya ejakulasi atau orgasme dan berkurangnya gairah seksual. Pada wanita, rasa nyeri ini juga menyebabkan berkurangnya pelumas vagina yang membuat vagina terasa kering, yang membuat hubungan seksual semakin tidak nyaman.

Baca: Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Kontrasepsi IUD

Nah, bila pasangan Anda merasa terganggu atau nyeri pada bagian penis, akseptor dapat meminta agar benang IUD dipotong sedikit. Maksimal panjang benang IUD yang dianjurkan adalah 1-2 cm dari mulut rahim. Pemotongan benang IUD tentunya  harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memang berkompeten untuk itu ya. Yang perlu diingat adalah jangan sampai benang IUD dipotong terlalu pendek karena dapat menyulitkan saat memastikan IUD masih di tempatnya atau tidak. Selain itu, IUD yang benangnya terlalu pendek berisiko membuat posisi IUD bergeser atau berpindah.

Bila benang telah dipotong namun nyeri masih ada selama hubungan seksual, patut diwaspadai adanya kemungkinan infeksi/radang panggul, IUD mengalami ekpulsi parsial (terlepas sebagian), atau kemungkinan IUD berpindah tempat dan menyebabkan robekan di organ tersebut.

Agar IUD tidak mengganggu hubungan seksual, dapat dilakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain:

1. Sebelum pemasangan IUD, sebaiknya panjang rahim diukur terlebih dahulu. Jangan pasang IUD bila panjang rongga rahim kurang dari 6 cm atau lebih dari 9 cm. Pilih metode kontrasepsi lain. 

2. Memasang IUD setelah 4 minggu pasca melahirkan. Setelah masa nifas selesai, rahim akan mengecil dan kembali seperti semula sehingga membuat benang IUD terasa/teraba lebih panjang. Anda perlu kontrol kembali ke dokter untuk memotong benang IUD bila memang membuat Anda dan pasangan merasa tidak nyaman.

3. Tunda pemasangan IUD setelah tanda infeksi hilang pada penyakit menular seksual atau setelah 3 bulan pada riwayat peradangan panggul. 

4. Bila peradangan panggul muncul karena pemasangan IUD, dokter akan memberikan antibiotik dan IUD tidak perlu dilepas bila gejala membaik setelah 3 hari konsumsi obat. Walaupun begitu, antibiotik harus tetap dihabiskan agar tidak terjadi resistensi kuman. 

5. Tanyakan masa kadaluarsa IUD. IUD sebaiknya tidak dipasang jika sudah melewati batas kadaluarsa dan ingatkan pasien untuk mengganti IUD dengan yang baru bila masih ingin melanjutkan kontrasepsi.

Jadi, jangan takut untuk memasang IUD ya. Selama Anda sehat dan prosedur pemasangan IUD dilakukan dengan benar, umumnya tidak ada keluhan saat berhubungan seksual. 

 

 

Referensi:

Family Health International Intrauterine Device (www.fhi360.org › IUD Narrative PDF - FHI 360)

 

 

 

 



Tanya Skata