Pernahkah Anda merasa lelah, tak bersemangat, terlalu malas untuk mengerjakan pekerjaan? Rasanya ingin sekali menyingkirkan segala tugas di depan mata dan menyerah. Tubuh terasa lemah, serasa tidak ada energi untuk menyelesaikan. Jika ya, mungkin Anda sedang mengalami burnout alias stres kronis akibat pekerjaan. 

Apa itu burnout? 

Psikolog Jerman-Amerika, Herbert Freudenberger pertama kali menemukan istilah burnout di New York City tahun 1974. Burnout adalah kondisi kelelahan emosi, fisik, dan mental akibat stres yang berkepanjangan. Ketika stres berlanjut, Anda akan kehilangan minat dan motivasi hingga merenggut energi, merasa tidak berdaya, dan merasa tak ada lagi yang bisa diberikan. Hingga kini istilah burnout menjadi fenomena global yang terjadi di hampir semua aspek pekerjaan tak hanya mereka yang bekerja di perkantoran. Olahragawan, selebrita, bahkan para ibu bekerja di rumah pun mengalaminya. Akhirnya, di tahun 2019 WHO menyebutkan burnout sebagai fenomena kelelahan bekerja dan mengklasifikasikan dalam penyakit internasional terbaru yang digambarkan sebagai sindrom stres kronis akibat pekerjaan yang belum berhasil dikelola. Menurut WHO, ada tiga elemen dalam burnout, perasaan lelah, terasing dari pekerjaan, dan kinerja yang buruk di tempat kerja. Jika dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini, tentu burnout tak hanya terjadi pada Anda yang bekerja di kantor, namun bisa pula terjadi saat melakukan rutinitas pekerjaan saat berada #dirumahaja. 

Saat burnout terjadi, pengaruh negatif bisa muncul di kehidupan, termasuk urusan rumah, pekerjaan dan kehidupan sosial. Tak hanya itu, burnout juga bisa menurunkan imunitas tubuh sehingga penyakit musiman seperti demam dan flu kerap terjadi. Di masa pandemi, tentu ini yang harus kita hindari. 

Kapan kita tahu jika sedang mengalami burnout? 

Jika Anda merasakan hari buruk hampir setiap hari, merasa pekerjaan telah merenggut banyak waktu dan energi, kelelahan hampir setiap saat, dan kebanyakan waktu yang Anda keluarka habis untuk urusan pekerjaan, sementara Anda tak merasa adanya perbedaan atau apresiasi, kemungkinan Anda berada dalam perjalanan menuju burnout. 

Burnout bukan sesuatu hal yang terjadi dalam semalam. Ini adalah sebuah proses yang seiring berjalannya waktu, kondisinya akan memburuk. Jika Anda sudah mulai mengalami gejala tidak nyaman, segera sikapi. Jangan biarkan berlarut hingga burnout tak bisa lagi dihindari. 

Bagaimana cara mengatasinya? 

Ketika Anda mengalami tanda-tanda akan mengalami burnout, coba untuk berhenti sejenak. Memaksa untuk melanjutkan dengan emosi malah akan berakibat fatal. Tekan tombol “pause” dalam diri, dan coba untuk beristirahat sejenak. Jika terlanjur mengalami burnout, Anda mungkin bisa mencoba  menghilangkannya dengan tiga cara ini:

1. Kenali 

Cari sebab mengapa Anda bisa mengalami burnout dan coba untuk mengenali gejalanya.

2. Perbaiki

Jangan mengulang kesalahan dengan perbaiki dampak buruk yang sudah terlanjur terjadi. Caranya? Dengan manajemen stres, menerapkan mindfulness, atau cari bantuan tenaga profesional.

Baca: Latih Diri Kendalikan Emosi dengan Mindfulness

3. Bangun bentang pertahanan

Benteng pertahanan dari stres dapat dilakukan dengan caramenjaga kesehatan fisik dan mental. Beri asupan sehat pada tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum, dan istirahat yang cukup. Hindari alkohol dan rokok, serta coba untuk berolahraga setidaknya 15 menit sehari. Selain itu, jaga kondisi mental dengan tetap berkomunikasi dengan yang terkasih. Dalam kondisi burnout, coba untuk mengambil jatah cuti yang selama ini masih Anda simpan. Ya, ini saatnya untuk kembali me-refresh pikiran dan tentukan skala prioritas. Dengan melakukan jeda, Anda bisa melihat kembali apa yang membuat Anda cinta dengan pekerjaan Anda. Percayalah, dengan adanya jeda, Anda akan rindu kembali bekerja dan lupa akan stres kronis yang sedang menyerang. 

Anda pun perlu sedikit menyingkir dari teknologi alias sosial media yang selama ini menyita waktu. Lakukan relaksasi diri dan self-care untuk memudahkan Anda kembali beraktivitas. Ingat, ini hanya sementara dan Anda pasti bisa melewatinya. 

Burnout adalah hal yang rentan terjadi, terutama di masa seperti sekarang ketika mobilitas menjadi terbatas dan Anda terpaksa melakukan rutinitas yang sama hingga jenuh. Hal ini akan semakin parah jika Anda tak menanganinya dengan serius. Ketika tak mampu menyelesaikannya sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

 



Tanya Skata