Jangan kaget jika suatu hari anak Anda yang beranjak remaja mendadak mengeluhkan bau badannya yang menyengat. Remaja perempuan mungkin lebih menyadari tentang perubahan ini dan meminta dibelikan deodorant atau cologne. Namun, remaja laki-laki kerap pulang ke rumah dengan seragam bau keringat, apalagi jika mereka aktif berolahraga. Jangan buru-buru menganggap mereka tidak menjaga kebersihan ya, apalagi mengomentari bau badan mereka hingga mereka jadi tidak percaya diri. Ternyata, pubertas adalah penyebabnya. 

Ya, ini adalah hal yang wajar tejadi pada remaja. Perubahan fisik kerap terjadi pada remaja, yang sebagian besar datang dari hormon. Keringat datang dari kelenjar yang sudah ada dalam tubuh, namun saat pubertas kelenjar ini tak hanya lebih aktif dari biasanya namun juga mengandung bermacam unsur kimia sehingga baunya lebih menyengat. Biasanya bau menyengat datang dari bagian tubuh yang terhimpit, seperti ketiak, leher, kaki, dan bagian kemaluan. Bau badan juga muncul di daerah yang juga baru mengalami pertumbuhan bulu. Ketika keringat menempel pada bulu-bulu halus, baunya akan semakin menyengat. 

Lalu mengapa bau badan lebih menyengat saat remaja? 

1. Akibat hormon

Pubertas meningkatkan hormon-hormon baru dalam tubuh. Hormon ini menyebabkan tingginya kelembaban sehingga kelenjar keringat pada remaja meningkat. Dan, baunya berbeda dengan keringat anak sewaktu kecil. 

2. Keringat yang berbeda 

Semua mahluk hidup pasti berkeringat, termasuk manusia. Kelenjar keringat ada di seluruh tubuh dan  akan keluar sebagai sistem pendinginan dari hasil produksi garam dalam tubuh seperti saat Anda berolahraga, demam, stres, atau sekedar merasa kepanasan. Sejak kecil pun anak sudah terbiasa mengeluarkan keringat, hanya saja ketika puber, hormon mengaktifkan tipe kelenjar yang lebih kuat sehingga di daerah tertentu mengeluarkan bau yang lebih menyengat.

3. Bau bukan berasal dari keringat, tapi dari bakteri 

Setiap manusia memiliki bakteri yang hidup di dalam kulit dan pakaian. Merekalah yang menyebabkan kelenjar minyak yang terdapat di bawah ketiak atau bagian lembab lain dalam tubuh menjadi lebih bau seperti halnya pada kaki. Kaki tidak memiliki kelenjar yang memproduksi minyak keringat. Namun, ketika mengenakan kaos kaki atau sepatu yang memiliki tingkat kelembaban tinggi, bakteri bisa tumbuh di dalamnya dan menimbulkan bau tidak sedap. 

Bagaimana mengatasi bau badan saat puber?

Pertama, mandi dengan bersih. 

Sudah tentu mandi minimal dua kali sehari dan membersihkan dengan air dan sabun adalah cara pertama mengatasi bau badan. Minta Ananda untuk memberi perhatian khusus pada bagian ketiak dan lipatan tubuh lainnya untuk menghilangkan bakteri dan minyak dalam tubuh. Kulit dan rambut pun bisa memproduksi minyak berlebih dan bisa menimbulkan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara rutin. 

Gunakan sabun anti bakteri, deodoran, dan antiperspirant. 

Sabun antibakteri bisa membunuh bakteri yang berinteraksi dengan keringat pemicu bau badan saat puber. Gunakan pula deodoran yang mengandung alumunium untuk cegar bakteri tumbuh. Sementara itu, antiperspirant digunakan untuk menghalangi saluran keringat sehingga produksi keringat menjadi lebih sedikit dan pertumbuhan bakteri pun terhambat. 

Keringkan kaki setelah dicuci 

Jika Ananda memiliki masalah bau pada kaki, sediakan kaus kaki berbahan katun dan hindari menggunakan sepatu tanpa pemakaian kaus kaki. Keringkan kaki tiap kali habis dicuci. Jika perlu, gunakan semprotan penghilang bau pada bagian dalam sepatu untuk mencegah bakteri tumbuh dan menimbulkan bau. 

Sedia baju ganti, terutama saat aktivitas padat 

Ketika ada aktivitas di luar jam sekolah dan tak sempat pulang ke rumah untuk mandi dan bebersih, minta Ananda untuk membawa baju ganti, deodoran, sabun, dan handuk kecil. Ketika berganti pelajaran, sempatkan untuk mengganti baju dan membersihkan bagian-bagian yang lembab menggunakan sabun dan air. Lap dengan handuk bersih hingga kering lalu gunakan deodoran. Karena bau badan juga bisa disebabkan oleh tumbuhnya bakteri di dalam pakaian, maka sering mengganti pakaian bersih juga bisa menjadi solusi. Pakaian kotor yang berbau harus langsung dicuci setelah pemakaian (khususnya di bagian ketiak) untuk mencegah bau menempel pada pakaian terlalu lama sehingga sulit dihilangkan. Hindari bahan pakaian tertentu yang lebih kuat menimbulkan bau badan ketika terkena keringat.

Bau badan saat puber adalah hal yang normal, namun jika terasa sudah mengganggu dan semua cara untuk mencegahnya tidak berhasil ada baiknya untuk menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

 

 



Tanya Skata