Maraknya penjualan obat kuat baik secara daring atau luring tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Berbagai alasan menjadi latar belakang konsumsi obat tersebut, mulai dari coba-coba, ingin memuaskan pasangan, sampai supaya terlihat lebih perkasa. Memang pada kenyataannya, pria lebih sering mengalami gangguan seksual apalagi dengan semakin bertambahnya usia. Akhirnya, beberapa lelaki menjadikan obat kuat sebagai swamedikasi untuk keluhan ejakulasi dini atau impotensi, padahal terapi keduanya jelas berbeda. Belum lagi klaim ‘herbal’ menjadi daya tarik penjualan produk dengan anggapan bahwa produk aman dan tidak memiliki efek samping.

Jenis obat kuat

Afrodisiak (zat yang mampu meningkatkan gairah seks) sebenarnya boleh digunakan untuk membantu meningkatkan gairah seksual. Sekitar 204 jenis tanaman memiliki efek afrodisiak, beberapa di antaranya sangat terkenal sebagai obat kuat: 

1. Purwaceng

Purwaceng terbukti dapat meningkatkan kadar hormon testosteron pada penelitian yang dilakukan pada hewan. 

2. Pinang/mayang 

Kesimpulan suatu penelitian menyatakan bahwa pinang mengandung selenium yang berperang penting dalam produksi hormon testosterone.

3. Pasak bumi 

Dari uji pra klinis pada hewan, terbukti bahwa pasak bumi dapat meningkatkan jumlah sperma dan mengandung bahan pembentuk hormon lelaki. 

4. Jahe 

Khasiatnya yang dapat meningkatkan aliran darah mungkin menjadi alasan tanaman ini digunakan sebagai penambah stamina.

5. Tribulus 

Selain meningkatkan gairah seksual, suatu studi menyatakan bahwa tribulus juga dapat meningkatkan produksi sperma dan meningkatkan bahan pembentuk hormon androgen dalam tubuh.

6. Tongkat ali

Tongkat ali terbukti dapat meningkatkan kadar testosteron bebas serta mempengaruhi kuantitas dan kualitas sperma dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada manusia.

Selain tanaman asli Indonesia, yang juga terkenal digunakan sebagai obat kuat di Asia adalah yohimbine, yang merupakan tanaman khas Afrika. Yohimbine dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual karena mempengaruhi hormon epinefrin di daerah panggul dan otak. 

Baca: Hindari 6 Penyebab Impotensi Berikut

Masalahnya, dari pemeriksaan terhadap obat kuat pada tahun 2011-2014 ternyata obat-obatan tersebut dapat beredar karena memalsukan nomor registrasi BPOM. Di tahun 2020 ini, BPOM juga baru saja menarik obat produk lokal dan impor yang membahayakan pemakainya karena mengandung campuran obat bahan kimia yang penggunaanya harus dengan resep dokter.  BPOM juga menyatakan bahwa sampai saat ini seluruh obat kuat belum ada yang terdaftar dan memiliki izin edar. 

Apa saja bahayanya?

1. Mengandung obat bahan kimia

Sildenafil, vardenafil, maupun tadalafil yang merupakan terapi untuk disfungsi ereksi seringkali dicampurkan dalam bahan pembuatan obat kuat. Penggunannya obat ini tanpa resep dokter sangatlah membahayakan karena tergolong obat keras dan dapat menyebabkan efek samping yang fatal akibatnya, yaitu kematian.

2. Beberapa bahan tradisional yang dianggap memiliki efek sebagai obat kuat belum ada penelitiannya pada manusia sehingga belum terbukti manfaat dan efek sampingnya. 

3. Beberapa bahan afrodisiak dapat memengaruhi otak sehingga menyebabkan ketergantungan, halusinasi, mempengaruhi mood, serta menyebabkan kecemasan dan depresi semakin parah bila penyebab gangguan seksual didasari oleh masalah psikologis.

Jadi, pikir masak-masak sebelum memutuskan untuk membeli obat kuat. Tidak ada salahnya berkonsultasi dahulu dengan tenaga kesehatan.

 

 



Tanya Skata