Bagi setiap orang tua, masuknya anak ke usia puber menjadi tantangan tersendiri yang perlu dipersiapkan dengan baik. Tak terkecuali bagi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus yang memiliki gangguan intelektual dan tumbuh kembang. Untuk mampu berkomunikasi dengan baik, dibutuhkan serangkaian usaha ekstra. Menjelaskan tentang pubertas pun bisa menjadi tugas yang membuat orang tua cemas, bahkan sebelum mencobanya. Panduan dari Vanderbilt Leadership Education in Neurodevelopmental Disabilities berikut ini bisa memudahkan Anda menjelaskan pubertas pada anak berkebutuhan khusus. 

Prinsip yang perlu diingat saat menjelaskannya adalah:

  1. Mulai sebelum tanda pubertas muncul. Beberapa anak dengan cerebral palsy dan spina bifida dapat mengalami pubertas lebih awal.
  2. Menjelaskan tentang bagian-bagian tubuh dengan istilah yang tepat terlebih dahulu berikut fungsinya, agar anak bisa menggunakannya kelak saat mengalaminya. Misal, penis untuk kencing, penis mengalami ereksi atau ejakulasi, vagina mengalami menstruasi.
  3. Sesuaikan dengan cara belajar anak seperti ketika belajar hal sehari-hari. Bagi penjelasan menjadi beberapa bagian pendek yang mudah diulang jika anak lebih mudah paham dengan repetisi (pengulangan). Atau, gunakan kartu bergambar pada anak yang lebih belajar secara visual.
  4. Jika Anda masih merasa kesulitan mencari cara yang tepat, konsultasikan pada dokter, terapis, maupun guru Ananda.

Kini saatnya Anda menjelaskan tentang perubahan pubertas primer (yang terkait langsung dengan organ seks) yaitu mimpi basah dan menstruasi, disertai tips agar Ananda lebih mudah menjalaninya.

Menstruasi

Menarche

Mulai bicarakan tentang menstruasi sebelum ia mengalami menstruasi (biasanya 1-2 tahun setelah payudaranya tumbuh). Gunakan alat bantu sesuai pemahamannya. Jika perlu, teteskan pewarna makanan di celana dalam atau toilet untuk memberi gambaran pada anak berkebutuhan khusus bahwa menstruasi pertamanya (menarche) kurang lebih akan berwujud demikian. Pastikan Ananda paham bahwa darah tersebut adalah normal dan bukan berarti ia sakit.

Rasa tak nyaman

Jelaskan pula bahwa akan timbul perasaan tak nyaman baik karena mood (seperti lelah, sedih) ataupun nyeri perut. Buat kartu yang menunjukkan level rasa sakit dari 1-5 misanya, sehingga anak bisa mengungkapkan pada angka berapa sakit yang ia rasakan. Katakan bahwa ia bisa menyampaikannya pada Anda, guru, terapis, dokter, namun bukan orang asing maupun teman laki-laki. Jelaskan bahwa menstruasi adalah hal pribadi. 

Pembalut

Saat mengenalkan pembalut, beli beberapa varian dan beri tahu perbedaannya. Peragakan cara memakainya dan ajak ia mencoba, kemudian memilih yang paling nyaman. Memberi tanda pola pembalut pada celana dalam bisa memudahkannya untuk mengingat di mana harus memasang pembalut. 

Untuk mencegah pembalut bocor, buat jadwal ganti pembalut. Anda bisa memasang alarm setiap 4-6 jam jika Ananda berada di rumah. Jika di sekolah, buat jadwal khusus ganti pembalut (misal saat jam istirahat) atau bekali ia kartu yang bisa ia tunjukkan pada guru jika ia ingin ganti pembalut tapi malu mengutarakannya. 

Gangguan motorik bisa menghambat anak untuk membuka kemasan pembalut dan memasangnya. Ajak anak untuk terus berlatih atau hilangkan bagian perekat kemasan khusus untuknya. Jika masih terlalu sulit, komunikasikan dengan pihak sekolah agar ada guru perempuan yang bisa membantunya.

Mimpi basah

Nocturnal emissions atau mimpi basah adalah terjadinya ejakulasi (keluarnya cairan semen yang mengandung sperma) saat tidur. Tanda pubertas ini muncul pada usia 13-17 tahun, karena itu jelaskan pada Ananda sebelumnya. Katakan bahwa mimpi basah terjadi tanpa sengaja dan tidak perlu merasa bersalah. Mengaitkan mimpi basah dengan tumbuhnya bulu kemaluan, membesarnya penis dan testis, atau tumbuhnya jakun bisa memudahkan anak untuk memahaminya.

Jika suatu hari ia menemukan cairan lengket di celana dalamnya, ajari ia untuk: 

  1. Membasuh kemaluannya
  2. Mengenakan pakaian dalam bersih
  3. Meletakkan pakaian dalam yang kotor di dalam keranjang cucian (atau mencucinya dengan tangan, tergantung kemampuan anak)
  4. Mengganti sprei (letakkan sprei baru di tempat yang ia ketahui) dan membuang sprei kotor ke keranjang cucian
  5. Mencuci sprei dengan mesin cuci 

Untuk memudahkan anak berkebutuhan khusus menjalankan langkah tersebut, lengkapi dengan panduan bergambar di tempat yang mudah diingat dan dilihat.

Ereksi

Jelaskan bahwa terjadinya ereksi ada di luar kendali anak, sesederhana karena celana menggesek penis. Jika ini terjadi, Anda bisa menyuruhnya untuk tetap duduk karena ereksi akan menghilang dengan sendirinya. Mengikat jaket ke pinggang atau menutupinya dengan benda seperti buku bisa menjadi penolong jika terjadi di tempat umum. Celana dalam yang ketat (bukan bokser) bisa menahan ereksi lebih baik. 

Hindari memberi respon negatif seperti menertawakan, memarahi, bahkan menghukum karena akan membuat anak merasa ereksi dan mimpi basah adalah hal yang salah. Kelak, ia juga bisa menyembunyikan kejadian tersebut dari Anda.

Jangan lupa ingatkan Ananda bahwa kedua hal tersebut adalah hal pribadi sehingga tidak boleh diceritakan pada teman dan orang asing. Jika membutuhkan bantuan mengenai mimpi basah, Anda bisa memintanya untuk menghubungi Anda, dokter, atau terapisnya.

Yang perlu diingat, damping Ananda dengan sabar untuk menghadapi masa pubernya. Jadilah tempat yang aman dan dapat dipercaya bagi mereka.

 



Tanya Skata