Saat berhubungan seksual, pria akan mengalami ejakulasi atau keluarnya cairan semen yang mengandung sperma dari penis. Ejakulasi ini biasanya terjadi bersamaan dengan orgasme, yaitu kondisi ketika rasa nikmat berhubungan seks berlangsung sangat kuat sehingga sering disebut sebagai puncak atau klimaks. Jika ejakulasi adalah bukti bahwa pria mengalami orgasme, apa tanda terjadinya orgasme pada wanita?

Pada wanita, terjadinya orgasme bisa diketahui jika hal berikut ini terjadi:

1. Detak jantung semakin cepat, begitu juga dengan napas

2. Otot vagina mengalami kontraksi (menegang) saat rasa nikmat semakin kuat, kemudian rileks 

3. Keluar cairan bening dari kelenjar Skene yang terletak di dekat uretra (lubang kencing)

Baca: Semua yang Perlu Anda Tahu tentang Organ Reproduksi Wanita

Apa yang menyebabkan orgasme?

Jika terjadi rangsangan terus-menerus di zona erotis seperti puting, kemaluan, anus, dan perineum (area antara anus dan kemaluan), maka tubuh akan merespon dalam bentuk meningkatnya aliran darah ke jaringan tubuh yang terangsang sehingga ukurannya pun membesar. Fase ini akan diikuti dengan menegangnya otot tubuh secara otomatis.

Apakah setiap wanita pernah mengalami orgasme?

Berbagai penelitian yang tercantum dalam researchgate.net menunjukkan bahwa hampir 100% pria selalu mengalami orgasme ketika berhubungan seks. Sementara itu, hanya 31-40% wanita yang merasa mengalami orgasme dari hubungan seksual biasa (tanpa ada rangsangan khusus di bagian klitoris). Jika hubungan seks melibatkan rangsangan di bagian klitoris, maka jumlah wanita yang mengalami orgasme meningkat hingga 51-60%. Angka ini akan meningkat lagi ketika wanita melakukan masturbasi, mengingat masturbasi pada wanita biasanya melibatkan stimulasi klitoris.

Apa itu klitoris?

Klitoris adalah bagian luar dari vagina yang terletak di bawah pertemuan bibir luar vagina. Dari luar, bagian klitoris yang terlihat hanya sebesar biji kacang hijau sebesar 4-7 mm, padahal di dalam vagina bentuknya seperti dua kaki berukuran 7 cm. Lihat ilustrasinya di sini

Awalnya, fungsi klitoris diketahui hanya untuk kepuasan seksual. Stimulasi di bagian klitoris akan mengirim sinyal ke otak untuk mengeluarkan cairan vagina dan meningkatkan aliran darah ke vagina. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa rangsangan di bagian klitoris juga meningkatkan keasaman vagina sehingga sperma memiliki lebih banyak waktu untuk membuahi sel telur.

Adakah manfaat orgasme?

Ketika orgasme terjadi, tubuh mengeluarkan hormon oksitosin dan endorphin yang membuat tubuh lebih rileks. Hormon oksitosin dan DHEA yang dihasilkan saat orgasme pun dapat melindungi dari kanker dan penyakit jantung. Pada pria, ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat hingga 20%.

Jika tidak bisa orgasme…

Kelainan orgasme bisa saja terjadi, baik pada wanita yang pernah mengalami orgasme kemudian tidak lagi bisa merasakannya, juga pada wanita yang sama sekali tidak bisa orgasme. Kondisi ini disebut anorgasmia. Penyebabnya bisa karena adanya gangguan organ reproduksi, faktor psikologis seperti depresi, bisa juga karena pengaruh obat-obatan tertentu. Tanda bahwa wanita mengalami anorgasmia adalah jika tidak terjadi orgasme (ataupun orgasme tertunda) saat dilakukan stimulasi yang cukup.

Orgasme bukanlah indikator berhasil tidaknya hubungan seks

Ya, jangan sampai Anda merasa rendah diri ketika belum pernah ataupun jarang mencapai orgasme. Jika tujuan berhubungan seks hanyalah untuk mencapai orgasme, maka bersiaplah untuk merasa kecewa. Tidak sedikit wanita yang berpura-pura mencapai orgasme (fake orgasm) untuk memuaskan pasangannya. Ada pula yang memeriksakan diri ke dokter ketika hubungan seksnya tidak selalu berujung pada orgasme. Jika Anda mulai merasakan tekanan untuk bisa selalu orgasme, kalimat dari Debby Herbenick, PhD dari Indiana University School of Public Health berikut bisa mengubah sudut pandang Anda, “Ukuran terbaik kepuasan seksual bagi wanita adalah ada tidaknya keintiman dan koneksi batin.”

Setuju?

 

 



Tanya Skata