Tak terasa hampir setahun masyarakat hidup dalam pandemi Covid-19. Dampaknya bagi kesehatan mental tidak main-main. Data dari PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia) menunjukkan selama 5 bulan pertama pandemi di Indonesia, 64,8% pengguna layanan swaperiksa di pdskji.org mengalami masalah psikologis (65% cemas, 62% depresi, dan 75% trauma), dengan 71% di antaranya perempuan. Ini menandakan bahwa tak semua orang mampu menghadapi kondisi “spesial” ini sendiri. Ketika diri mulai tak bisa mengontrol emosi, mulai muncul perasaan tidak nyaman yang tak bisa terbantu dengan sendirinya, tenaga ahli bisa membantu dengan psikoterapi. 

Psikoterapi adalah metode yang umum digunakan untuk menangani gangguan kesehatan mental dengan cara berbicara pada psikiater atau psikolog. Saat melakukan psikoterapi, Anda akan dibimbing untuk memahami kondisi, emosi, rasa, dan tingkah laku agar Anda bisa merespon situasi yang sulit atau penuh tantangan dengan cara yang sehat. Sehingga, kontrol diri Anda lebih baik dan bisa menyelesaikan masalah yang dialami. 

Gangguan kesehatan mental apa saja yang bisa diatasi dengan psikoterapi?

Psikoterapi bisa berguna untuk mereka yang memiliki kondisi kesehatan mental seperti:

  • Gangguan kecemasan yang meliputi  fobia, gangguan panik, obsessive-compulsive disorder (OCD), atau gangguan stres pascatrauma (PTSD) 
  • Gangguan emosi seperti depresi atau kelainan bipolar 
  • Masalah adiksi seperti pada alkohol, ketergantungan obat, berjudi, atau kecanduan pornografi
  • Gangguan kepribadian seperti borderline personality disorder (suasana hati dan citra diri senantiasa berubah) 
  • Schizophrenia atau gangguan lain yang mengakibatkan terlepas dari realita (gangguan psikotik) 

Walau psikoterapi biasa dilakukan oleh mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental, namun tak menutup kemungkinan "masalah sehari-hari” seperti ini juga membutuhkan psikoterapi:

  • Masalah dengan pasangan, anggota keluarga, teman
  • Stres dan cemas karena penyakit kronis, termasuk gangguan fungsi seksual
  • Perubahan besar pada hidup seperti perceraian, kematian, atau kehilangan pekerjaan 
  • Amarah tak terkontrol dan perilaku agresif
  • Penyembuhan trauma karena mengalami/melihat kekerasan fisik atau seksual 
  • Insomnia atau sulit tidur 

Bagaimana cara melakukan psikoterapi?

Dibutuhkan lebih dari satu sesi terapi agar psikolog atau psikiater mampu mengenal diri Anda memahami masalah Anda, dengan demikian mampu menentukan pendekatan atau terapi yang tepat untuk Anda. Wajar jika awalnya Anda sulit bercerita apa adanya, namun wajar juga jika akhirnya Anda bisa jujur hingga berurai air mata. Jangan khawatir, terapis akan membantu Anda merasa rileks kembali. 

Sebaliknya, Anda pun perlu bertanya tentang jenis terapi yang akan dijalani, tujuannya, durasi tiap sesi, dan frekuensinya. Jika Anda sudah merasa tidak “sreg”, jangan segan untuk berganti terapis. kenyamanan dengan terapis akan menentukan efektivitas psikoterapi. 

Macam-macam teknik psikoterapi

Setelah psikolog atau psikiater mengerti dengan baik masalah Anda, ada beberapa teknik psikoterapi yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. CBT (terapi perilaku kognitif), yaitu mengganti perilaku/pikiran negatif Anda dengan yang lebih positif
  2. Terapi penerimaan dan komitmen, yang melatih Anda untuk menerima perasaan Anda dan berkomitmen untuk berubah
  3. Terapi psikodinamik dan psikoanalitik, yang mengasah kesadaran Anda akan pikiran dan perilaku bawah sadar kemudian memotivasi diri untuk menyelesaikan masalah tersebut
  4. Psikoterapi interpersonal, yang berfokus memperbaiki hubungan Anda dengan orang lain

Apakah psikoterapi pasti bisa menyelesaikan masalah?

Ubah mindset bahwa psikolog atau psikiater mampu menyelesaikan masalah Anda. Karena, Anda lah yang akan menyelesaikan masalah Anda sendiri dengan bantuan mereka melalui sesi psikoterapi. Beberapa poin penting yang harus diingat agar psikoterapi berjalan sesuai harapan Anda adalah:

  • Bersikap jujur dan terbuka pada terapis sehingga bisa bekerja sama mencari solusi terbaik untuk masalah Anda
  • Lakukan tugas yang diminta terapis karena akan melatih Anda mempraktikkan apa yang dipelajari saat terapi
  • Menguatkan tekad untuk disiplin terapi saat godaan untuk berhenti datang
  • Jangan berharap solusi instan

Yang tidak kalah penting, pastikan Anda mencari terapis yang terpercaya serta sesuai budget. 

 

 



Tanya Skata