Apa yang Anda makan, akan mempengaruhi kesehatan. Seperti istilah you are what you eat, Anda perlu menyeleksi makanan yang baik bagi tubuh. Terutama, bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Tahukah Anda, sebuah penelitian yang dilansir The European Journal of Nutrition, konsumsi junk food atau makanan cepat saji seperti minuman bersoda, kentang goreng, dan jenis gorengan lain serta makanan mengandung MSG bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 70 persen! Mengatur pola makan dan tipe makanan sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes karena diabetes sangat berhubungan erat dengan asupan makanan, karenanya hindari 4 jenis tipe makanan ini. 

Makanan yang tinggi karbohidrat 

Meski mengenyangkan, makanan tinggi karbohidrat seperti nasi putih, gula putih, dan makanan berbahan dasar tepung terigu, melepaskan unsur penting seperti serat, vitamin, dan mineral penting. Kadar gulanya pun tinggi. Padahal, kalori yang didapat dari gula tinggi sebisa mungkin dihindari karena mudah dicerna sehingga menaikkan kadar gula darah dan insulin. 

Sebuah studi yang dilansir The Archives of Internal Medicine tahun 2007 menemukan bahwa makanan dengan karbohidrat yang telah diproses meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 21 persen dibandingkan mereka yang tak mengonsumsinya. Untuk mengurangi risiko, kurangi asupan roti, kue, kraker, dan pasta. 

Minuman manis tinggi gula 

Soda, minuman boba, teh manis, dan minuman tinggi gula lainnya sangat berpotensi memicu diabetes. Kalori tinggi yang dihasilkan bisa menambah berat badan dan gula yang terkandung bisa meningkatkan produksi insulin. Mengonsumsi satu hingga dua minuman bergula tiap hari bisa memicu diabetes tipe dua sebanyak 26 persen dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi kurang dari satu sajian per bulan. Untuk menghidrasi tubuh, minum air putih. Saat keinginan menyeruput yang manis hadir, coba alihkan dengan pilihan yang lebih sehat seperti buah. Ganti juga gula pada kopi dan teh Anda dengan sedikit madu atau biasakan mengonsumsinya tanpa tambahan apapun. 

Lemak jenuh dan trans fat (lemak trans)

Tak hanya untuk penderita diabetes, lemak trans dan lemak jenuh yang biasa terdapat di makanan siap saji memang tidak baik untuk kesehatan. Lemak trans alami ditemukan dalam beberapa produk hewani, sementara lemak trans buatan dihasilkan dengan ara menyuntikkan hidrogen ke minyak sayur agar lebih padat. Selain meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, kedua lemak tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua. Lemak trans biasa ditemukan pada makanan gorengan di restoran sementara lemak jenuh ada di makanan berlemak seperti daging, mentega, susu full cream, dan keju. Untuk menghindari hal ini, coba masak dan panggang makanan dengan minyak zaitun atau minyak canola. Ganti snack kemasan dengan kacang rebus. Jika Anda pencinta daging, pilih bagian tanpa lemak dan tanpa kulit lalu hidangkan dengan sayuran segar.

Daging merah yang sudah diproses 

Daging merah yang telah melewati bermacam proses industri seperti daging asap, kornet, dan sosis, bisa memicu diabetes karena tingginya sodium dan nitrat. Anda boleh mengonsumsinya sesekali atau dibatasi, mengingat konsumsi 3 ons daging tiap hari dan sedikit daging merah proses bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 51 persen. Alih-alih menyantapnya, ganti dengan protein lain yang lebih sehat. Ikan, telur, daging ayam tanpa kulit bisa menjadi pilihan. Apalagi, jika ditemani semangkuk sayur segar yang lezat, bukan dengan kentang goreng ya. 

Mengubah kebiasaan makan memang tidak mudah, namun sebanding dengan manfaatnya secara jangka panjang. Tidak ingin kan, usia 50 nanti sudah terkena berbagai macam komplikasi?

 



Tanya Skata