Diabetes mellitus termasuk salah satu dari 10 penyebab kematian utama di tahun 2016 yang mengakibatkan 1,6 juta populasi kehilangan nyawa. Sumber kematian pasien diabetes mellitus umumnya disebabkan oleh komplikasi. Oleh karenanya, pasien diabetes mellitus harus terus terkontrol kadar gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi. Komplikasi pada diabetes dapat terjadi secara akut (tiba-tiba) maupun kronis (menahun).

Komplikasi akut diabetes 

Beberapa komplikasi akut akibat diabetes antara lain:

1. Krisis hiperglikemia

Krisis hiperglikemia terjadi saat kadar gula darah di atas 300 mg/dl disertai dengan keluhan dehidrasi, mual muntah, kejang, sampai penurunan kesadaran. Bila terjadi tanda dan gejala ini, segera ke IGD terdekat karena penanganan yang terlambat dapat mengancam jiwa.

2. Hipoglikemia

Hipoglikemia ditandai dengan kadar gula darah di bawah 70 mg/dl. Terkadang hipoglikemia tidak memberikan gejala, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan keluhan berupa pandangan kabur, pusing, lemas, jantung berdebar-debar, keringat dingin, atau pucat. Hipoglikemia juga dianggap sebagai komplikasi akut diabetes karena bila terjadi hipoglikemia berat yang menyebabkan penurunan kesadaran akan membuat penanganan semakin sulit.

Baca: Bagaimana Diabetes Bisa Terjadi?

Komplikasi kronis diabetes

Selain komplikasi akut, diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi kronis antara lain:

1. Gangguan otak 

Komplikasi diabetes di otak dapat menyebabkan stroke akibat gangguan pada pembuluh darah otak, baik berupa penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

2. Gangguan jantung 

Risiko terjadinya serangan jantung meningkat 2-3 kali lipat akibat komplikasi diabetes. Gangguan jantung yang terjadi meliputi pembesaran jantung, penyakit jantung coroner, dan gagal jantung. 

3. Gangguan ginjal 

Jika diabetes tidak terkendali maka dapat terjadi gangguan ginjal berupa penurunan fungsi ginjal sampai gagal ginjal.

4. Gangguan mata

Gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat menganggu indera penglihatan dan akan menyebabkan katarak, tekanan bola mata tinggi (glaukoma), dan/atau kerusakan retina mata. Yang paling ditakuti dari kerusakan retina adalah terjadinya kebutaan.

5. Gangguan kulit

Pasien diabetes sering mengalami gatal-gatal di kulit akibat kulit kering atau infeksi jamur. Selain itu, diabetisi terkadang dapat mengalami perubahan kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi) dan penebalan kulit.

6. Gangguan saraf

Gangguan saraf akibat komplikasi diabetes dapat menimbulkan gejala kebas/kesemutan, kelemahan anggota gerak, kaki terasa terbakar, atau lebih sakit pada malam hari.

7. Gangguan seksual

Selama ini gangguan seksual pada diabetes dianggap hanya menyebabkan disfungsi ereksi pada lelaki. Nyatanya, penyandang diabetes wanita juga dapat mengalami gangguan seksual berupa penurunan gairah seksual, kesulitan orgasme, dan mengalami nyeri pada saat berhubungan seksual. 

8. Kaki diabetik 

Komplikasi berupa kaki diabetik juga merupakan momok bagi diabetisi. Kaki diabetik merupakan gangguan pada kaki pasien diabetes mellitus yang meliputi terjadinya infeksi, timbulnya luka bergaung (ulkus), sampai risiko amputasi bila gangguan aliran darah di kaki memburuk, ditambah terjadi kerusakan saraf kaki.

Baca: Dapatkah Diabetes Diobati?

Gejala kompikasi

Untuk mencegah terjadinya komplikasi, pasien perlu mewaspadai beberapa perubahan pada dirinya antara lain:

  • Penglihatan menurun secara mendadak.
  • Penurunan sensasi, perubahan warna dan bentuk kaki, termasuk kuku.
  • Adanya rasa tidak nyaman atau nyeri di dada terutama di dada kiri, apalagi bila nyerinya menjalar sampai ke rahang dan lengan.

Jenis pemeriksaan untuk deteksi dini

Deteksi dini dengan beberapa langkah berikut sangat berperan untuk menghindari terjadinya komplikasi, yakni:

  • Lakukan pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan albumin dan kreatinin urin secara berkala, atau sesuai anjuran dokter. Selain urin, pemeriksaan kreatinin serum juga dapat membantu memantau perkembangan penyakit.
  • Lakukan pemeriksaan EKG dan treadmill test secara berkala
  • Lakukan kontrol kaki minimal setahun sekali untuk cegah kaki diabetik

Upaya terbaik tentu saja mencegah diabetes muncul, yaitu dengan menghindari makanan dan minuman tinggi gula. Seimbangkan dengan konsumsi makanan sehat dan olahraga.

 

 

Referensi:

Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 Dewasa di Indonesia 2019

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam PAPDI Edisi VI 2014

 



Tanya Skata