Sejatinya, kehamilan merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami-istri. Oleh karena itu, sedikit keluhan saja selama kehamilan kadang membuat cemas para calon orang tua, apalagi pada kehamilan pertama. Keguguran pasti menjadi momok bagi setiap pasangan yang menginginkan kehamilan Lantas, apa sajakah tanda dan gejala keguguran yang perlu diwaspadai?

Perdarahan vagina

Ancaman keguguran terjadi apabila muncul sedikit perdarahan vagina tanpa disertai nyeri perut bawah atau ketika gerakan janin masih aktif. Pada kondisi ini, ibu perlu istirahat total dan menunda hubungan seksual agar keguguran dapat dihindari. Bila perdarahan cukup banyak, menggumpal, atau bagian janin terlihat, hal tersebut menandakan keguguran sedang berlangsung (keguguran inkomplet).

Nyeri perut bawah

Pada kehamilan, nyeri perut bawah perlu diwaspadai. Segera periksakan diri jika Ibu mengalami nyeri perut bawah walaupun intensitas nyerinya ringan, apalagi jika disertai perdarahan. Pada kondisi ini, kehamilan mungkin dapat diselamatkan apabila janin masih utuh dalam kandungan atau denyut jantung janin normal. Sebaliknya, kehamilan tidak dapat diselamatkan jika sudah terjadi keguguran komplet yang ditandai dengan adanya nyeri perut bawah hebat yang terkadang sampai menyebar ke punggung bawah, bokong, vagina, atau sekitar anus. Setelah keluar gumpalan atau bagian janin telah meluruh dari vagina, nyeri berangsur-angsur berkurang.

Baca: Apa Saja Gangguan Vagina pada Ibu Hamil?

Gerak janin berkurang

Gerakan janin adalah salah satu indikator kehamilan sehat. Normalnya, gerakan janin dianggap aktif bila terjadi minimal 10 kali dalam 12 jam. Gerakan janin ini mulai dapat terasa sejak pertengahan sampai mendekati akhir trimester kedua. Bila gerakan janin berkurang dari biasanya atau malah tidak terasa adanya gerakan sama sekali, hal ini bisa merupakan tanda keguguran.

Keguguran yang tidak disadari

Salah satu tanda tidak pasti kehamilan adalah terlambat menstruasi sehingga adanya perdarahan vagina setelah dipastikan hamil patut diwaspadai. Di sinilah pentingnya mencatat siklus haid setiap bulannya agar dapat dihitung usia janin saat terjadi kehamilan. Apabila siklus haid tidak teratur dan terjadi perdarahan vagina yang tidak biasanya, perlu dilakukan pemeriksaan test pack untuk memastikan adanya kehamilan. Jika hasil test pack positif, kemungkinan terjadi missed abortion atau keguguran yang tidak disadari.

Apakah sudah pasti keguguran?

Selain informasi dari pasien, keguguran dapat dipastikan dengan pemeriksaan mulut rahim menggunakan spekulum dan atau melalui pemeriksaan USG. Pada ancaman keguguran, mulut rahim dalam kondisi tertutup dan pada pemeriksaan USG kondisi janin normal. Pada keguguran yang sedang berlangsung, mulut rahim sudah dalam kondisi terbuka namun pada pemeriksaan USG janin utuh dan masih terdeteksi denyut jantungnya. Sementara, pada keguguran inkomplet, pada mulut rahim yang terbuka terkadang terlihat gumpalan atau bagian janin dan pada pemeriksaan USG sudah tidak terdeteksi denyut jantung janin dan terlihat bagian janin yang tersisa dalam rahim. Sedangkan pada keguguran komplet, mulut rahim sudah kembali menutup namun pada pemeriksaan USG sudah tidak didapati sisa janin. 

Bagaimana penanganan keguguran?

Bila janin belum keluar sama sekali, sebagian jaringan janin telah keluar dari vagina atau denyut jantung janin sudah tidak terdeteksi, akan dilakukan tindakan untuk mengeluarkan janin dari rahim, misalnya dengan pemberian obat atau kuret. Tetapi bila seluruh bagian janin telah meluruh, umumnya tidak dilakukan penanganan khusus karena keguguran telah lengkap. 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata