Tidak kurang dari 6 juta pekerja di Indonesia dirumahkan selama pandemi Covid-19. Bagi mereka yang terkena PHK, mencari pekerjaan lagi tentu bukan hal yang mudah mengingat hampir semua sektor usaha terdampak pandemi. Mengingat tak semua orang memiliki dana darurat, berwirausaha kini "terpaksa" dijalani untuk menyambung hidup. Mungkin Anda maklum ketika satu per satu kerabat mulai menawarkan dagangan, terlepas dari status ekonomi mereka. Ya, memulai bisnis seolah menjadi pilihan termudah meskipun pada kenyataannya bisnis yang dijalankan secara serius membutuhkan perencanaan yang matang. Terlepas dari kondisi “kepepet” saat awal terjun ke dunia wirausaha, Anda bisa lebih percaya diri memulai bisnis saat pandemi (dan terus menghasilkan, tentunya) dengan memperhatikan beberapa hal berikut.

Solusi modal terbatas 

Asumsinya, pemasukan Anda berkurang drastis, tabungan hanya cukup untuk beberapa bulan. Jika begini, dari mana modal usaha didapatkan? Jika kondisi keuangan terbatas, pilih bisnis dengan modal rendah. Reseller yang bersifat dropship hanya memerlukan modal ponsel pintar dan jaringan internet. Anda hanya membantu menjualkan, sementara barang tetap dikirim dari produsen/supplier. Jika masih ada sedikit tabungan atau pesangon, gunakan sebagian untuk modal usaha, namun pastikan alokasi dana darurat tidak terganggu. Bisnis makin stabil? Anda bisa mengakses bantuan modal untuk ekspansi bisnis melalui crowdfunding maupun KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang jaminannya tidak sebesar di bank.

Baca: Miliki Dana Darurat Agar Keuangan Stabil di Masa Berat

Kreatif dalam mencari celah bisnis potensial 

Di tengah penurunan daya beli dan pembatasan aktivitas di luar rumah, Anda perlu jeli dalam mencari peluang bisnis. Cari produk yang bisa dijangkau secara online. Contoh, di saat seperti ini tentu banyak orang yang menghabiskan waktu di rumah. Apa saja sih yang mereka lakukan? Seputar makan, urusan domestik, dan mencoba hobi baru di rumah. Nah, Anda bisa mencari celah dengan memfasilitasi kondisi tersebut. Menjual produk frozen food bagi mereka yang terpaksa memasak sendiri atau paket aktivitas dan mainan anak bagi para ibu yang "mati gaya" bisa cukup menjanjikan. Punya modal lebih besar? Berbisnis perlengkapan kesehatan seperti masker, face shield, dan sanitizer bisa jadi pilihan. 

Sesuaikan dengan bakat atau hobi 

Inilah saat Anda mengembangkan dan memanfaatkan kemampuan diri. Jika selama ini Anda pandai memasak namun tak pernah sempat mengeksplor kemampuan, mengapa tak coba bisnis kuliner. Tak perlu mewah atau besar-besaran, cukup dengan modal dan bahan yang bisa dijangkau serta pengiriman yang mudah. Selalu berhasil saat menanam dan paham seluk beluknya? Jajaki bisnis tanaman. Suka menjahit? Masker custom yang unik memiliki pasar yang besar. Singkatnya, gali kemampuan diri dan kembangkan menjadi bisnis. Dengan memberdayakan kemampuan dan passion, menjalankan bisnis akan menjadi lebih mudah. 

Bijak dalam mengatur waktu 

Pertimbangkan situasi Anda saat ini. Jika Anda masih memiliki pekerjaan tetap dan membutuhkan bisnis sebagai sampingan, maka pengaturan waktu yang baik diperlukan. Jangan sampai Anda terbebani sehingga salah satu menjadi terbengkalai. Sebaliknya, jika Anda terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan hingga waktu yang belum ditentukan, maka Anda memiliki banyak waktu dan tenaga untuk fokus pada bisnis yang ingin dijalani. Hanya saja, Anda perlu memikirkan risiko dengan pendapatan saat ini. Pastikan Anda bijak dalam menggunakan modal dan mengatur keuangan. 

Manfatkan media sosial dan jejaring pertemanan 

Era globalisasi memudahkan Anda dalam memulai bisnis, semudah pasang status di media sosial. Jangan pula remehkan word of mouth marketing lewat rekanan yang Anda kenal. Tidak perlu malu jika ingin produk Anda laku. Dengan begini, produk yang Anda tawarkan akan menjadi viral dan mudah dijangkau. Optimalkan pula grup WhatsApp atau komunitas yang Anda ikuti! 

Perlahan, tak perlu tergesa-gesa 

Saat berpikir untuk memulai bisnis, kebanyakan pemula sudah terlampau jauh membayangkan keuntungan yang besar sehingga tergesa-gesa dalam menggelontorkan modal. Misal, baru memulai bisnis jual beli tanaman, langsung ingin menyewa ruko. Saat bisnis kuliner online mulai menguntungkan, terpikir untuk membuka kedai. Padahal, pembatasan aktivitas sosial masih berlaku entah sampai kapan. Utamakan stabilnya pemasukan, tahan keinginan untuk ekspansi jika belum memungkinkan. Optimalkan modal yang terbatas dan tunggu hingga kondisi perekonomian kembali stabil sebelum memulai ekspansi.  

Sulit atau tidak sulit, tergantung seberapa kuat motivasi Anda untuk memulai bisnis. Mungkin berat di awal, tapi Anda tidak akan tahu seberapa besar kemampuan Anda jika tidak "ditekan" oleh pandemi.

 

Gambar diambil dari sini.



Tanya Skata