Banyak dari kerabat yang bercerita bahwa mereka mulai menuai untung dari hasil investasi, khususnya mereka yang sudah tidak aktif bekerja di kantor maupun berwirausaha. Ingin mencoba investasi, tapi pemahaman nol besar entah mau memulai dari mana? Banyak pertanyaan di benak, mau mulai dari mana, apa yang harus diperhatikan, dan bagaimana berinvestasi secara aman? Sebelum terjun langsung ke lapangan, yuk pahami dulu apa sih investasi aman dan bagaimana tahapan memulainya. 

Sebenarnya, apa sih yang disebut dengan investasi aman? 

Investasi disebut aman jika ada jaminan dari pemerintah (misalnya, obligasi pemerintah). Kemudian wujudnya dapat kita pegang. Seperti properti atau lahan tinggal, LM (logam mulia) atau emas. Juga, yang dikelola oleh perusahaan yang baik seperti deposito dan saham perusahaaan bonafid. 

Jika kita ingin memulai berinvestasi, berapa persen pemasukkan bulanan yang bisa dialokasikan? 

Untuk investasi rutin tiap bulan, Anda dapat menyisihkan 10% dari penghasilan. 

Apabila keuangan kita “mepet” alias pas hanya untuk kebutuhan primer, bisakah kita tetap berinvestasi? 

Baiknya, jika keuangan masih belum memungkinkan untuk investasi baiknya ditunda. Benahi cashflow (kas bulanan) lalu apabila ada dana lebih di luar dana darurat maka Anda bisa memulai investasi. 

Apa saja, sih jenis investasi yang rendah resiko untuk pemula?

Anda bisa memulai investasi reksadana pasar uang, obligasi, dan deposito. 

Lalu, jika kita ingin mulai berinvestasi apa saja tahapan yang perlu diperhatikan? 

1. Cek kondisi keuangan 

Pastikan dana investasi tidak mengganggu pengeluaran wajib bulanan. Setelah mengalokasikan dana primer dan dana darurat, dan masih ada lebih dana setidaknya 10% maka Anda baru bisa mulai berinvestasi. 

2. Tentukan tujuan 

Ini bertujuan untuk memastikan jenis investasi apa yang cocok dengan kebutuhan Anda. Apakah Anda ingin investasi jangka pendek atau jangka panjang? Setelah itu Anda bisa mulai memilih jenis investasi yang tepat. Anda juga bisa konsultasi dengan jasa financial planner terpercaya untuk menentukan pilihan investasi. 

3. Buka rekening investasi 

Di zaman serba instan, membuka rekening investasi bisa dilakukan secara online. Namun, ada baiknya untuk tetap tatap muka dan menandatangani kontrak (jika ada) dengan customer service yang bersangkutan. Anda juga bisa menyimpan nomer kontak yang berhubungan dengan Anda untuk komunikasi perkembangan saham yang Anda alokasikan. 

4. Pilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko 

Profil risiko adalah kemampuan seorang investor dalam menanggung risiko investasi yang dilakukan. Semakin tinggi profil risiko, semakin tinggi pula return yang didapat. Jika Anda berani berinvestasi banyak dan menanggung risiko termasuk kehilangan seluruh modal investasi, maka bukan tidak mungkin Anda bisa mendapatkan keuntungan yang (juga) tinggi. 

Bagaimana dengan keamanan berinvestasi? 

Agar investasi berjalan dengan aman, Anda perlu memperhatikan 3 hal berikut ;

1. Perhatikan perusahaan yang mengelola 

Perusahaan yang mengelola harus dipastikan apakah benar valid, aman, dan terpercaya. Jangan mudah tertipu investasi mudah lewat online. Anda tetap harus cek dan ricek latar belakang perusahaan. 

2. Tentukan profil risiko 

Apakah Anda cukup berani untuk menanggung risiko besar? Ataukah berjalan aman dengan keuntungan yang tidak terlalu signifikan? Pahami kemampuan diri dan terima segala konsekuensi. 

3. Jangan mudah tergoda dengan imbalan hasil tinggi 

Maksudnya, imbalan hasil harus sesuai dengan kriteria investasi yang kita pilih. Tidak ada istilah “low risk high return” dalam berinvestasi. Makin besar keuntungan, makin besar pula risikonya. Semua harus dalam keadaan yang seimbang. Jadi, bijak memilih dengan kapasitas diri. 

Jadi, sudah siap berinvestasi?

 

 

Gambar diambil dari sini.

 

 

 



Tanya Skata