Berapa banyak sih, jumlah sayur yang harus kita makan tiap harinya? Menurut USDA National Nutrient Database tentang nutrisi, dalam satu hari kita harus mengonsumsi varian sayuran berwarna sebanyak 1 hingga 3 cup tergantung usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Untuk anak usia 2 hingga 3 tahun, 1 cup sayur per hari menjadi keharusan, lalu meningkat hingga 3 cup sehari untuk orang dewasa. Membacanya memang mudah, tapi praktiknya tentu lebih menantang. Apalagi, jika anak (atau Anda) adalah tipe pemilih alias menolak makan sayur, walau hanya sekuntum brokoli. Menjadi tantangan ketika kita harus memaksa anak mengonsumsi sayuran demi memenuhi kebutuhan pertumbuhannya. Bagaimana ya, cara agar si kecil mau makan sayur tanpa harus ‘debat kusir’ saat melakukannya? 

Kenalkan sejak dini

Indra pengecap bayi mulai aktif saat ia masih di dalam kandungan. Jika ibu hamil sering mengonsumsi sayur saat hamil, bayi pun dapat turut merasakan. Saat bayi memulai MPASI, kenalkan pada berbagai macam rasa sayuran. Namun, tunda untuk menambahkan gula dan garam pada MPASI-nya, juga hindari memberi makanan proses yang manis dan gurih karena ia akan cenderung memilih makanan "enak" tersebut dibandingkan makanan sehat. Meski bayi lebih familiar dengan makanan yang dimakan ibunya saat hamil, namun pemberian berbagai makanan sehat secara kontinyu lebih besar pengaruhnya terhadap selera makannya kelak. Jadi, jangan menyerah ya!

Beri contoh

Anda berharap anak makan sayur dengan mudah sementara Anda lebih banyak makan gorengan dan berbagai makanan siap saji? Anak pun akan meniru orang tuanya. Ia dapat menyimpulkan makanan apa yang Anda pandang lezat dan sebaliknya. Karena itu, melihat Anda dan pasangan lahap menyantap sayur merupakan cara terbaik dalam mencontohkan kegemaran makan sayur. 

Ceritakan kisah tentang sayur

Tak kurang berbagai buku cerita menarik tentang sayur tersedia di toko buku. Anda tinggal memilih beberapa untuk diceritakan rutin pada anak. Cerita karangan Anda pun bisa jadi cara untuk menjelaskan kebaikan sayur pada anak, lho! Gunakan mainan replika sayur jika perlu. Lanjutkan dengan role play masak-masakan agar lebih seru.

Campurkan ke dalam makanan favoritnya 

Dengan tekstur yang mudah hancur maupun dicacah, sayur mudah digabungkan dengan ragam jenis makanan. Iris tipis timun dan selipkan ke dalam roti isi daging favoritnya, campurkan wortel dan bayam cacah ke dalam omelet,bisa juga balut sayur dalam tepung tempura.

Tampilan sangat penting!

Terkadang anak menolak makan sayur karena tampilannya yang kurang menarik untuk dimakan. Anda bisa bermain warna dalam sayur dan buat menjadi game yang seru. Misal, pilih warna dan anak harus memakan sayur dengan warna tersebut dalam satu hari. Atau, cetak nasi dengan cetakan tokoh kartun favoritnya, lalu taburkan cacahan bayam di atasnya, buat tangan menggunakan wortel, dan hias rambut dengan potongan brokoli kecil. 

Celupkan ke saus nikmat 

Ya, sementara ucapkan selamat tinggal pada kebiasaan rutinitas mengonsumsi sayur dengan nasi atau lauk pauk lain. Saat anak menolak untuk mencicipi atau memakan sayur, Anda perlu lebih kreatif dan biarkan mereka menikmati dnegan caranya. Jadi, tak mengapa jika mereka ingin memakan potongan wortel dengan celupan saus keju atau timun dengan mayones.

Menanam sayur sendiri

Cara baru menikmati sayur yang bisa dilakukan bersama terutama saat pandemi dan berada #dirumahaja adalah menanam ragam sayuran yang bisa dipetik dan dikonsumsi bersama. Beli benih siap tanam dan media tanam di toko berkebun, lengkapi dengan sarung tangan, sekop mini, teko penyiram tanaman, serta pot lucu yang menambah semangat anak untuk berkebun. Membeli peralatan hidroponik secara online yang mudah diaplikasikan oleh anak bisa juga menjadi hal menarik untuknya. Serunya bercocok tanam bisa menumbuhkan rasa penasaran anak menunggu hasil panen, sehingga saat sayur siap dipetik mereka sudah tak sabar untuk segera menikmati. 

Memasak bersama

Biasanya, anak-anak akan semangat jika dimintai tolong untuk melakukan hal yang biasa dilakukan orang dewasa. Minta ia mencuci sayur, memotong sayur (sesuaikan dengan usia), memetik bayam, atau mencampur potongan sayur ke dalam adonan. Saat ia melakukannya, jangan lupa ceritakan tentang manfaat sayur dan betapa lezat rasanya.

Jangan menyerah untuk mengenalkan (dan terus mengenalkan) sayur 

Terkadang melelahkan “memaksa” anak untuk menghabiskan sayurnya atau setidaknya berusaha mencoba mencicipi. Namun, penting untuk kita tetap konsisten dengan kebutuhan nutrisi mereka. Jadi, tak apa untuk tetap menaruh brokoli di piring dan selipan sayur lain saat jam makan. Jika bujukan sudah tak mempan, berikan variasi warna sayur dalam piring atau bisa juga memberikan reward saat mereka berhasil menghabiskan sayurnya. Sesekali, tak mengapa. 

Apapun cara yang dilakukan, kuncinya adalah jangan menyerah. Anak butuh asupan sayur tiap hari, dan tugas Anda untuk bisa membuat makan sayur menjadi menyenangkan. Jika Anda terus gagal, jangan jadikan alasan untuk berhenti. Pacu semangat anak (juga Anda) untuk membuat sayur menjadi sahabat nutrisi anak dan keluarga. 

 

 



Tanya Skata