Bagi ibu menyusui, adanya luka atau lecet pada puting bisa menjadi hal yang sangat menyiksa. Masalahnya, bayi butuh untuk tetap menyusu berkali-kali dalam sehari, namun puting menjadi nyeri luar biasa saat dihisap oleh bayi. Menunggu hingga luka mengering jelas bukan pilihan, kecuali dengan mengalihkan proses menyusui pada sisi payudara yang sehat. Ini pun mengandung risiko penyumbatan jika ASI tidak sering diperah. Jika demikian, penggunaan nipple shield di atas puting yang luka mungkin bisa menjadi solusi. 

Apa itu nipple shield? 

Adalah salah satu alat menyusui yang bisa digunakan di kondisi tertentu. Berbentuk seperti puting dengan bahan silikon yang digunakan pada bagian puting untuk melindungi puting dari sentuhan langsung mulut bayi. Penggunaannya harus dibawah pengawasan konsultan laktasi dan biasanya hanya dipakai dalam jangan waktu pendek (tidak terus menerus). 

Kapan digunakannya? 

Biasanya, nipple shield digunakan di awal-awal menyusui atau saat terjadi permasalahan seperti:

1. Kesulitan pelekatan 

Nipple shield digunakan untuk membantu bayi baru lahir (newborn) yang memiliki kesulitan pelekatan. Di beberapa kondisi, bayi lebih mudah belajar pelekatan menggunakan nipple shield.

2. Bayi prematur

Beberapa bayi yang lahir dalam keadaan prematur akan lebih mudah menyusui menggunakan nipple shield berukuran kecil untuk membantu mulut mungilnya menghisap ASI. Seiring dengan pertumbuhannya, ia akan ‘disapih’ dari penggunaan nipple shield untuk bisa menyusui langsung dari puting ibu.

3. Kondisi tongue tie 

Bayi yang lahir dengan ankyloglossia atau tongue tie, mungkin memiliki masalah pelekatan. Pelekatan yang salah atau tidak sempurna bisa menyebabkan bayi tidak mendapat asupan ASI secara maksimal sekaligus membuat puting ibu luka atau lecet. Di situasi seperti ini, nipple shield bisa menjadi pilihan. 

4. Ibu dengan puting yang landai 

Pada kondisi ini, nipple shield bisa menjadi opsi untuk membantu pelekatan bayi pada puting ibu yang landai. Namun, perlu diingat pelekatan yang sempurna bukan hanya menghisap bagian puting tapi menjangkau ke (hampir) seluruh lapisan aerola. 

5. Luka pada puting 

Saat ibu mengalami luka atau lecet pada puting, nipple shield bisa membantu (sementara). Jika ibu terlalu sakit untuk menyusui secara langsung, nipple shield akan membuat ibu merasa lebih nyaman. 

6. Pengalihan dari botol ke menyusui secara langsung 

Nipple shield bisa memudahkan ‘menyapih’ bayi yang terbiasa menggunakan botol kembali ke menyusui langsung pada payudara. 

Bagaimana cara menggunakannya? 

Pastikan dulu Anda membeli nipple shield sesuai dengan ukuran puting sekaligus mulut bayi. Ukurannya bervariasi dari extra small (biasa digunakan untuk bayi prematur atau ibu dengan ukuran puting yang sangat kecil), small, medium atau large dengan ukuran mm seperti 16, 20, 21, 22 dan 24. Biasanya ukuran 20mm (small) yang rata-rata digunakan untuk ibu dan bayi baru lahir (newborn). 

Pastikan nipple shield melekat dengan pas di bagian puting dan bayi menelan ASI secara maksimal. Anda harus bisa mendengar suara bayi menghisap dan menelan dengan sempurna. Baiknya, pompa kembali payudara untuk mengosongkan ASI paska menyusui dengan nipple shield, sebagai antisipasi ASI tidak keluar secara maksimal. 

Adakah efek sampingnya? 

Ya, ada efek samping jika nipple shield tidak digunakan secara benar. Bayi bisa mendapat asupan yang kurang (karena hisapan langsung bayi pada puting tentu lebih kuat dibandingkan melalui nipple shield) jadi Anda harus pastikan bayi menghisap kuat dan menelan sempurna. Selain itu kemungkinan sumbatan dan mastitis juga ada apabila saat menggunakan nipple shield, ASI yang keluar tidak maksimal. Ditambah lagi, menyapih penggunaan nipple shield kembali ke payudara ibu akan sulit jika bayi sudah terbiasa menggunakannya. 

Penggunaan nipple shield yang tidak bersih atau tidak setril juga bisa memicu muncul dan tumbuhnya jamur yang menyebabkan sariawan. Jadi perawatan nipple shield juga harus diperhatikan. 

Perlu dipahami, bahwa penggunaan nipple shield adalah tambahan pada kondisi tertentu. Tidak semua memerlukan, dan perlu pengawasan dari konsultan laktasi dalam penggunaannya. Jika Anda merasa tidak yakin akan pelekatan pada saat proses menyusui, baiknya segera konsultasikan pada dokter atau konsultan laktasi untuk diberikan edukasi sehingga menyusui menjadi maksimal dan nyaman tanpa perlu bantuan nipple shield

 

 

 

Gambar diambil dari sini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata