Tahukah Anda, saat bayi lahir ke dunia ia sudah memiliki reflek untuk menghisap? Karena itulah, ibu dan bayi dianjurkan untuk langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dimana bayi mencari puting ibu lalu belajar menghisap. Ini dilakukan untuk mempererat ikatan atau bonding antara ibu dan bayi, sekaligus kesempatan bayi menghisap cairan penting untuk daya tubuhnya yaitu kolostrum. Walau hisapan bayi datang secara alamiah, namun bayi masih belajar untuk bisa menyusu dengan benar. Seringkali puting Ibu menjadi lecet sehingga ibu jadi segan menyusui, produksi ASI berkurang, dan bayi pun enggan menyusu. Masalahnya bisa jadi berakar dari perlekatan dan posisi menyusui yang salah. 

Perlekatan yang benar seperti apa ya? 

Perlekatan menyusui yang benar adalah saat mulut bayi terbuka dan menghisap hingga ke aerola (daerah gelap di sekitar puting). Ingat, bukan hanya sekedar memasukkan puting ke dalam mulut melainkan keseluruhan bagian hingga aerola. 

Bagaimana mengetahui apakah perlekatan sudah benar?

Perhatikan posisi bayi dan pastikan:

  • Dagu menempel ke payudara ibu
  • Mulut terbuka lebar
  • Sebagian besar aerola terutama yang berada di bawah masuk ke dalam mulut bayi
  • Bibir bayi terlipat ke luar
  • Pipi bayi tidak boleh kempot (tandanya ia tidak menghisap hanya memerah ASI) 
  • Terdengar bunyi menelan bukan berdecak 
  • Ibu tidak terasa sakit 
  • Bayi tenang tidak gelisah 

Supaya perlekatan bisa sempurna, langkah apa yang harus dilakukan? 

  1. Selalu memulai dengan cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun setidaknya 20 detik. 
  2. Perah sedikit ASI lalu oleskan ke puting dan aerola. Ini bermanfaat sebagai disinfektan sekaligus menjaga kelembaban puting susu. Selain itu, olesan ASI juga bisa membantu mengobati luka akibat perlekatan yang salah.
  3. Ibu duduk dengan santai, tegak, dan kaki tidak menggantung
  4. Posisikan bayi dengan benar, caranya :
  • Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, tahan bokong bayi dengan telapak tangan Ibu
  • Pastikan perut bayi menempel pada tubuh ibu dan mulut bayi berada di depan puting sehingga telinga dan lengan bagian atas bayi berada pada satu garis lurus

Bagaimana jika puting terlanjur luka? 

Tak apa untuk tetap disusui, oleskan ASI sebelumnya sehingga puting terasa melunak. Anda juga bisa gunakan salep berbahan dasar lanolin tanpa bahan tambahan maupun pengawet sebelum dan setelah menyusui. Baiknya, saat kondisi luka jangan memerah ASI menggunakan alat perah otomatis karena justru akan membuka paksa pori-pori puting sehingga akan terasa lebih perih. Perah dengan tangan saja untuk sementara waktu dan biarkan bayi menyusui sesering mungkin. Karena, air liur bayi dipercaya bisa membantu penyembuhan luka ibu. Jika sakit tak tertahankan, minum paracetamol sesuai anjuran atau segera hubungi dokter apabila luka tak kunjung membaik. 

 

 

 

 

 



Tanya Skata