Kabar baik muncul pada Agustus 2020 ini, yaitu pemerintah siap mengimpor 20-30 juta vaksin Covid-19 paling lambat akhir tahun 2020. Vaksin yang diproduksi oleh Sinovac, perusahaan vaksin asal Cina ini masih dalam uji klinis tahap tiga di PT Bio Farma (Persero).Uji klinis ini akan berlangsung selama 6 bulan. Jika berhasil, diharapkan Januari 2021 vaksin ini dapat diproduksi di Indonesia dan diberikan pada masyarakat.

Meskipun demikian, Indonesia juga berencana memiliki vaksin buatan dalam negeri yang kini sedang dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dengan Kemenristek dan sejumlah lembaga lain. Vaksin Merah Putih ini dikembangkan dari isolat virus Covid-19 yang ada di Indonesia. Prosesnya baru mencapai 30-40% dan direncanakan siap diproduksi pertengahan tahun 2021. Dengan adanya vaksin ini, apakah pandemi Covid-19 akan segera berakhir?  

Untuk menjawabnya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu fakta-fakta berikut.

Terbuat dari apakah vaksin Covid-19?

Secara umum, vaksin dapat dibuat dari virus atau bakteri yang sudah dilemahkan (dikendalikan) dengan bantuan teknologi. Karena itu, pemberian vaksin tidak akan menyebabkan orang sakit seperti jika terpapar virus atau bakteri yang sesungguhnya. Vaksin Covid-19 sendiri terbuat dari beberapa jenis substansi, tergantung dari produsennya. 

Untuk CoronaVac (yang diproduksi oleh Sinovac), vaksin terbuat dari virus SARS-CoV-2 yang dilemahkan. Ada juga vaksin Covid-19 yang dibuat dari RNA dan plasma DNA yang membawa materi genetik virus Covid-19, keduanya dikembangkan di AS. 

Bagaimana cara vaksin Covid-19 bekerja?

Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem imun untuk membuat zat kekebalan tubuh (antibodi) yang bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu untuk melawan patogen (penyebab penyakit). Vaksin alias virus yang dilemahkan tadi merangsang sistem kekebalan tubuh agar dapat mengetahui, menghancurkan, dan mengingat "benda asing" yang pernah masuk ke dalam tubuh. Sehingga, tubuh dapat dengan mudah mengenali dan mencegah benda asing jika nantinya masuk dan menyerang tubuh. 

Bagaimana kita tahu vaksin Covid-19 aman digunakan dan efektif?

Setiap vaksin harus menjalani serangkaian tahap uji pra-klinis dan uji klinis yang pada umumnya berlangsung selama bertahun-tahun, seringnya 10-15 tahun. 

• Uji pra-klinis dilakukan pada hewan untuk melihat tingkat keamanannya sekaligus bisa tidaknya vaksin tersebut merangsang sistem imun.

• Uji klinis tahap 1 dilakukan pada sejumlah pasien (biasanya 10-15 orang) untuk melihat efek samping, respon sistem imun, keamanan, serta dosis tepat.

• Uji klinis tahap 2 sama dengan tahap sebelumnya namun dilakukan pada ratusan orang.

• Uji klinis tahap 3 dilakukan persis seperti tahap sebelumnya namun melibatkan ribuan sukarelawan. Untuk CoronaVac, tahap terakhir ini dilakukan pada 9000 sukarelawan Juli lalu dan mengindikasikan tingkat kesuksesan 80%.

Setelah uji klinis berhasil, apakah vaksin langsung bisa digunakan?

Masih ada tahap lain, yaitu tahap administrasi berupa izin edar oleh BPOM dan melihat kapasitas produksi. Menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, vaksin Covid-19 harus diberikan pada minimal 175 juta masyarakat Indonesia agar terbentuk imunitas kelompok. Dengan seluruh dunia membutuhkan vaksin sementara jumlahnya terbatas, maka vaksin Merah Putih penting dikembangkan. 

Mengapa vaksin Covid-19 dibuat dengan sangat cepat? Apakah aman?

Jika dibandingkan dengan virus dan bakteri lain, SARS-CoV-2 menyebar dengan sangat cepat. Tidak heran jika pengembangannya harus cepat pula. Selain itu, SinoVac masih memiliki hasil uji klinis tahap 1 virus SARS yang mewabah tahun 2003 (yang kemudian mereda dengan sendirinya sehingga uji klinis dihentikan). Mengingat virus penyebab Covid-19 masih satu keluarga dengan virus SARS, maka perusahaan ini hanya tinggal melanjutkan apa yang telah mereka mulai. 

Selain masalah uji klinis, di masa pandemi ada beberapa prosedur dan fase pembuatan vaksin yang bisa dipersingkat, tentunya dengan tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan efektivitas vaksin.

Selain CoronaVac, apakah ada vaksin lain yang digunakan?

Hingga Juli 2020, di seluruh dunia terdapat 23 vaksin Covid-19 yang sedang berada dalam tahap uji klinis dan 140 lainnya masih berada pada tahap uji pra-klinis. 

Berapa lama efektivitas vaksin Covid-19 dalam tubuh?

Tidak semua vaksin memiliki kinerja yang sama. Untuk CoronaVac, setiap penerima vaksin harus mendapatkan 2 kali suntikan untuk mendapatkan perlindungan maksimal. Namun, vaksin ini hanya efektif selama 6 bulan sampai 2 tahun. 

Apakah vaksin akan otomatis mengakhiri pandemi dan kehidupan akan normal kembali?

Menurut ahli epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, tidak ada sejarah pandemi usai karena vaksin. Vaksin akan mempercepat kita keluar dari pandemi, namun bukan satu-satunya solusi. Jangan sampai, fokus pada vaksin membuat pemerintah mengabaikan hal yang lebih penting yaitu testing, tracing, isolasi, dan perubahan perilaku. Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena itu, WHO pun mengingatkan untuk tidak bergantung pada vaksin sebagai solusi dari pandemi Covid-19.