Saat memutuskan untuk kembali berolahraga di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), Anda ragu apakah berenang aman dilakukan. Berbeda dengan olahraga lain yang bisa dilakukan sembari mengenakan masker, menghindari menyentuh area wajah, maupun sering cuci tangan, berenang membuat semua hal tersebut menjadi tidak mungkin dilakukan. Kekhawatiran bertambah mengingat virus SARS CoV2 ditularkan melalui droplet, yang mana aktivitas berenang memungkinkan air kolam renang bercampur dengan cairan hidung dan air liur. 

Jadi, apakah berenang aman dilakukan di masa AKB?

Dikutip dari situs kesehatan Mayo Clinic, berenang termasuk aktivitas luar ruang yang memiliki risiko rendah hingga sedang, seperti halnya berkemah dan sebagian olahraga lain. Risiko muncul bukan dari air kolam renang, melainkan dari orang lain yang berjarak kurang dari dua meter dan tidak mengenakan masker. Pada kolam renang yang penuh dengan pengunjung, menjaga jarak akan sulit dilakukan. Di tepi kolam saat orang berhenti berenang bisa menjadi tempat yang tidak aman, begitu juga dengan di kamar mandi dengan bilik ganti yang kecil dan rapat. Jika Anda berenang di waterpark, antrean seluncur juga merupakan tempat yang tidak aman.

Apakah air kolam renang dapat menjadi sarana penularan virus SARS-CoV2? 

Menurut virolog Angela Rasmussen dalam situs The New York Times, virus SARS-CoV2 tidak ditransmisikan melalui air (tidak bersifat waterborne). Terlebih,  klorin dan bromin yang terkandung dalam kolam renang membuat virus menjadi tidak aktif sehingga kecil kemungkinan penularan virus SARS-CoV2 terjadi melalui aktivitas berenang. 

Terkait pembukaan kembali kolam renang, Kementerian Kesehatan menerbitkan protokol kesehatan yang mengatur bahwa air kolam renang harus menggunakan disinfektan dengan kadar klorin 1-10 ppm atau bromin dengan kadar 3-8 ppm sehingga kadar keasaman (pH) air berada di angka 7,2-8. Prosedur ini harus dilakukan setiap hari dan terpampang di papan informasi agar diketahui pengunjung. Kesimpulannya, air kolam renang termasuk aman dari penularan virus penyebab Covid-19.

Bagaimana dengan kursi, keran shower, pegangan kolam?

Anda mungkin khawatir menggunakan kursi yang telah digunakan pengunjung sebelumnya maupun pegangan pada kolam renang yang mungkin banyak disentuh orang. Meskipun virus SARS-CoV2 juga dapat menular melalui sentuhan namun CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS) menekankan bahwa cara penularan yang utama adalah melalui droplet yang yang masuk ke saluran pernapasan.

Jadi, bagaimana cara aman berenang di kolam renang umum?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari Covid-19 di kolam renang umum. Biasanya, pengelola kolam renang sudah menerapkan protokol kesehatan seperti:

1. Wajib mencuci tangan sebelum masuk lokasi

2. Pengecekan suhu tubuh pengunjung

3. Membatasi jumlah pengunjung

4. Rutin disinfeksi area kolam renang, khususnya permukaan yang sering disentuh

5. Mewajibkan penggunaan masker sebelum dan sesudah berenang

Yang Anda bisa lakukan adalah:

1. Memastikan kolam renang yang Anda pilih menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin

2. Membawa perlengkapan renang sendiri

3. Memilih jam sepi pengunjung (menghindari hari libur)

4. Jika ternyata cukup banyak orang, pilih area atau sudut yang sepi

5. Membawa peralatan mandi sendiri 

6. Menjaga jarak 2 meter jika berinteraksi dengan orang lain maupun saat mengantre

7. Membawa bekal sendiri untuk menjaga alat makan dari sentuhan banyak orang Segera pulang setelah berenang

Nah, kini saatnya Anda memutuskan akankah kembali berenang atau tidak. Setidaknya, berenang masih lebih kecil risikonya daripada pergi ke arena kebugaran tertutup seperti gym maupun olahraga yang mengharuskan kontak dekat dengan orang lain seperti basket dan sepakbola.

 

 

 

 

  

 



Tanya Skata