Tak terasa, setengah tahun sudah Anda menahan diri untuk tidak bepergian kecuali karena keperluan mendesak. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang dimaksudkan pemerintah untuk menghidupkan kembali roda ekonomi seperti memberi kesempatan Anda untuk kembali menjalani aktivitas yang sempat tertunda, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Menginap di hotel saat akhir pekan tampak menggiurkan, apalagi hampir semua hotel berbintang memberi diskon besar. Pertanyaannya, amankah menginap di hotel saat pandemi Covid-19?

Untuk meyakinkan masyarakat bahwa pelaku industri pariwisata mampu kembali beroperasi dengan menerapkan AKB, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menerbitkan pedoman layanan untuk hotel dan restoran selama pandemi. Beberapa hal mendasar yang harus dilakukan oleh pihak hotel antara lain:

1. Semua staf hotel secara rutin melakukan cek suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun, memakai masker.

2. Pembersihan berkala di seluruh area hotel menggunakan disinfektan oleh petugas housekeeping yang mengenakan APD.

3. Menyediakan hand sanitizer berbasis alkohol di area umum seperti lift dan resepsionis.

4. Staf hotel menjaga jarak dengan tamu di area umum dan mengingatkan tamu untuk mematuhi protokol kesehatan.

5. Penggunaan sarung tangan sekali pakai dan sepatu bot saat membersihkan dan mengolah makanan.

6. Menjalankan layanan restoran, transportasi, laundry seperti protokol yang dianjurkan.

Standar kebersihan dan keamanan di atas dapat membuat Anda lebih tenang saat menginap di hotel. Namun, alangkah lebih baik jika Anda pun melakukan protokol kesehatan pribadi untuk mencegah transmisi virus SARS-CoV2 yang mungkin saja terjadi. Panduan dari CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pemerintah AS) berikut bisa Anda terapkan saat menginap di hotel:

1. Mencari informasi protokol kesehatan yang diterapkan hotel tujuan

Anda bisa mencari informasi tersebut di website resmi hotel, menelepon hotel, atau membaca review di website perjalanan tempat Anda melakukan reservasi. Sejumlah hotel membatasi jumlah okupansi maksimal 30% dari kapasitas. Pastikan pula semua staf hotel mengenakan masker saat bertugas.

2. Melakukan reservasi, pembayaran, check in, secara online

Kini sudah banyak hotel yang melayani pemesanan secara online. Transaksi secara online dapat meminimalisir penularan virus karena mengurangi kontak antara tamu dan staf hotel, termasuk virus yang ditransmisikan melalui uang, kartu perbankan, pena, maupun dokumen identitas. 

3. Membawa perlengkapan kebersihan pribadi

Tidak ada salahnya mengulangi prosedur disinfeksi yang tentu sudah dilakukan pihak hotel, hanya untuk memastikan Anda bisa menginap di hotel dengan tenang. Saat pertama kali memasuki kamar, lakukan disinfeksi pada benda yang sering disentuh seperti kenop pintu, toilet, remote AC dan TV, tombol lampu. Jika hanya menginap 1-2 malam, hindari menggunakan jasa pembersihan kamar.

4. Memesan kamar yang minimal kosong selama 3 hari sebelumnya

Meskipun tingkat hunian hotel sedang turun, Anda tetap perlu memastikan kamar yang Anda pesan tidak digunakan minimal 3 hari sebelumnya. Jangka waktu tersebut cukup untuk membiarkan virus yang menempel pada benda di dalam kamar hilang dengan sendirinya.

5. Gunakan tangga jika memungkinkan

Jika kamar Anda masih dapat dijangkau dengan tangga, gunakan tangga. Jika tidak, gunakan lift saat tidak ada tamu lain yang menggunakan. Jangan lupa, semprot tangan dengan sanitizer sebelum dan sesudah memencet tombol lift. 

6. Hindari menggunakan area publik

Selama pandemi, berdiam di kamar adalah pilihan terbaik. Duduk-duduk di lounge dan patio, menikmati beragam fasilitas hotel dari fitness center hingga sauna sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Kalaupun harus bertemu kolega di ruang publik, kenakan masker dan jaga jarak.

Cukup banyak hal yang perlu diperhatikan memang. Jika tujuan Anda menginap di hotel untuk melepas penat, pastikan fasilitas yang Anda nikmati bukan yang memiliki risiko penularan tinggi. 

 



Tanya Skata