Per 20 Juli 2020, sebanyak 7.008 anak (di bawah usia 18 tahun) terkena Covid-19. Jumlah ini merupakan 8,1% dari total pasien positif Covid-19 di Indonesia. Orang tua tentu tidak boleh lengah dengan mulai diterapkannya AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Terlepas dari proteksi orang tua, anak bisa saja menunjukkan gejala Covid-19. Untuk mengetahui status Covid-19 pada anak, cara yang paling efektif adalah dengan tes swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan cara mengambil sampel lendir di bagian belakang tenggorokan. Bagi orang tua, susah rasanya membayangkan anak menjalani tes swab, apalagi jika usianya masih kecil. Apakah tes swab pada anak aman dilakukan, mengingat anak tidak boleh bergerak selama proses pengambilan sampel? Dr. Wisanti Zarwin, Sp.THT-KL menuturkan detilnya. 

Kapan anak perlu melakukan tes swab?

Saat anak mengalami kumpulan gejala yang dicurigai Covid-19, seperti demam (≥38°C) atau ada riwayat demam disertai salah satu gejala penyakit pernapasan seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, pneumonia ringan hingga berat (berdasarkan gejala klinis dengan atau tanpa pemeriksaan radiologis), tes swab pada anak perlu dilakukan. 

Atau, jika selama 14 hari terakhir anak mengalami kontak dengan orang yang positif atau memiliki riwayat perjalanan serta tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.

Apakah bayi dengan gejala Covid-19 juga dianjurkan untuk melakukan tes swab? 

Sampai saat ini, tidak ada batasan usia untuk tes swab, namun kondisi tertentu membuat proses swab menjadi sulit pada bayi. Sehingga, terkadang tes swab dilakukan melalui anal (dubur).

Bagaimana protokol kesehatan dari dokter atau petugas kesehatan/medis saat melakukan tes swab pada anak? 

Pengambilan sampel lendir melaui tes swab Covid-19 baik anak maupun dewasa merupakan tindakan Aerosol Generated Procedure, yaitu suatu tindakan yang akan menimbulkan penyebaran virus ke udara sehingga akan berbahaya bagi orang sekitar. Karenanya, tes swab harus dilakukan dengan protokol kesehatan level 3 dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. 

Haruskah tes swab pada anak dilakukan di rumah sakit atau bisa dilakukan di rumah?

Sebaiknya tes swab dilakukan oleh petugas medis di tempat yang terlindungi atau jauh dari keramaian.

Bagaimana proses tes swab pada anak?

Tes swab Covid-19 pada anak sama seperti tes pada orang dewasa dan nasal swab yang dilakukan untuk mengecek penyakit pernapasan seperti flu. Petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan hidung dan tenggorokan. Caranya:

● Anak diminta meniup napas melalui hidung untuk memastikan tak ada sumbatan.

● Dengan mendongakkan kepala, petugas akan memasukkan alat swab berbentuk cotton bud dengan tangkai panjang lalu disapukan dan diputar hingga mencapai bagian belakang hidung selama beberapa detik.

● Setelah itu, anak diminta untuk membuka mulut lebar untuk kemudian dimasukkan alat swab hingga mencapai belakang tenggorokan tanpa menyentuh lidah. 

● Alat swab kemudian dimasukkan ke dalam tabung khusus lalu dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan PCR. 

Apa persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan tes swab pada anak?

Pertama, jelaskan pada anak bahwa orang yang akan melakukan tes swab berpakaian lengkap tertutup (supaya ia tidak takut). Lalu, beri tahu prosesnya bahwa akan ada alat kecil panjang yang dimasukkan ke dalam hidung dan tenggorokan. Akan terasa tidak nyaman, tapi hanya sebentar. Untuk anak yang sudah mengerti, mungkin akan mudah terbayang di pikiran. Untuk mereka yang masih kecil, gunakan cara imajinatif agar mereka lebih memahami dengan caranya. Bisa juga gunakan boneka sebagai alat peraga.  Buat mereka nyaman, untuk mengurangi tegang saat tindakan. 

Bagaimana cara membuat anak diam dan tenang saat tes swab berlangsung?

Saat alat swab dimasukkan ke dalam hidung dan tenggorokan, pasti akan membuat anak tidak nyaman sehingga bisa refleks bergerak atau kaget. Ini hal yang harus dihindari. Caranya, pegang erat anak dan pastikan tidak ada celah untuknya bergerak kaget saat tindakan. Untuk bayi, Anda bisa sambil menyusui saat tindakan dilakukan, atau gunakan empeng (pacifier) untuk membuatnya nyaman saat alat swab coba dimasukkan. Tenangkan anak dengan membawa mainan kesayangannya atau memutar musik favoritnya saat berada di ruang tindakan. Karena suasananya juga bisa membuat mereka (dan Anda) tegang, buat mereka senyaman mungkin sebelum melakukan proses swab. 

Hasil tes swab bisa didapatkan dalam waktu dua hari. Jika hasil positif, konfirmasi ulang akan dilakukan oleh Laboratorium Pusat Penyakit Infeksi Prof. Dr. Oemijati - Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Namun, jika hasil negatif berarti menandakan tidak adanya infeksi SARS-CoV-2. Walau demikian, pemeriksaan lanjut akan tetap dilakukan sesuai dengan anjuran dari dokter maupun tenaga medis jika anak masih mengalami gejala.

 

 

 

 



Tanya Skata