Saat pembatasan sosial mulai dilonggarkan dan adaptasi kehidupan baru mulai diberlakukan, aktivitas luar ruang yang sebelumnya dihindari kini mungkin dijalani walau tetap mengikuti protokol kesehatan. Banyak dari orang tua yang sudah melonggarkan aktivitas luar ruang anak, bahkan mengagendakan playdate atau acara bermain yang dirancang oleh orang tua dengan jumlah minimal dua anak. Sebenarnya, sudah aman belum sih untuk anak kembali beraktivitas sosial dengan sebayanya? 

Menurut Jeffrey Khan, M.D., profesor di UT Southwestern, AS yang menangani penyakit menular pada anak, hingga saat ini anak-anak masih dianjurkan untuk menjaga jarak dengan orang lain, tak terkecuali teman sebayanya. Alasannya, orang tua tak bisa memastikan apakah teman anak dalam keadaan sehat atau sempat memiliki kontak dengan penderita Covid-19. Namun, jika Anda merasa hal tersebut sejauh ini terbukti aman dilakukan dalam lingkup pertemanan Anda, pertimbangkan hal-hal berikut sebelum memutuskan untuk mengadakan playdate: 

1. Kondisi kesehatan anggota keluarga lain 

Sebelum mengagendakan playdate, ingat dulu anggota keluarga yang tinggal bersama Anda. Apakah ada salah satu dari mereka (atau bahkan Anda) memiliki risiko tinggi jika terkena virus SARS-CoV2 seperti riwayat penyakit asma atau paru, penyakit ginjal kronis, diabetes, penurunan daya tahan tubuh karena pengobatan kanker, perokok, penyakit liver, dan obesitas? Jika ada, maka sebaiknya tunda dulu acara playdate karena aman bagi anak Anda belum tentu aman bagi anggota keluarga lainnya. 

2. Batasi “lingkaran aman”

Maksudnya, selama hampir 6 bulan, Anda sudah menjaga keluarga di “lingkaran aman” yaitu rumah sendiri. Banyak keluarga yang memiliki lingkaran aman lain seperti rumah orang tua. Jika Anda merencanakan playdate, berarti Anda akan menambah lingkaran aman ini lagi, yaitu rumah teman Anda. Sebaiknya, tetap batasi lingkaran aman ini agar risiko penularan virus SARS-CoV2 dapat ditekan. Caranya, pilih satu atau dua teman saja yang memang anak nyaman bermain dengan anak dari keluarga tersebut. Kemudian, pastikan teman Anda disiplin menerapkan physical distancing dan mau melaksanakna protokol kesehatan saat bertemu. Baiknya lagi, lakukan di rumah yang Anda kenal dan bukan area publik dengan kemungkinan kontak dengan orang yang tak dikenal. 

3. Pilih lokasi luar ruang 

Di ruang terbuka, aliran udara bergerak bebas sehingga kemungkinan terpapar virus menjadi lebih minim (walaupun kemungkinan penularan tetap ada). Ditambah, aktivitas luar ruang membuat anak bisa bergerak berjauhan. Lakukan playdate seperti bermain bola bersama, bersepeda, atau sekedar berlarian di taman. Baiknya lakukan di pagi hari, sehingga anak-anak juga bisa mendapatkan kebaikan matahari untuk asupan vitamin D sembari bermain. Jangan lupa, tetap ingatkan hidrasi agar anak terhindar dari dehidrasi yang bisa menurunkan daya tahan tubuh. 

4. Tetap rajin cuci tangan 

Rajin mengingatkan anak untuk mencuci tangan tak menjadikan Anda orangtua yang posesif atau paranoid. Karena, hanya itu cara yang paling ampuh untuk membunuh virus. Ingatkan anak juga untuk mengingatkan temannya. Buat acara cuci tangan menjadi hal yang menyenangkan. Jangan lupa untuk membersihkan alat permainan dengan disinfektan setelah digunakan. 

5. Selalu update dengan kondisi terkini 

Ya, walau bermain bersama sekarang ini menjadi tampak “normal” namun kita tetap harus waspada dengan selalu update dengan perkembangan terkini. Jika penularan virus masih terus meningkat, bijak untuk kita memperketat lagi sosialisasi. Jelaskan pada anak bahwa bermain itu boleh, namun menjaga kesehatan saat ini lebih penting. Berikan pilihan permainan yang bisa dilakukan bersama anggota keluarga lain atau menyapa teman karibnya secara virtual.

 



Tanya Skata