Sudah menjadi dambaan bagi para remaja untuk bisa meneruskan kuliah di perguruan tinggi terbaik, apalagi jika universitas tersebut berada di luar negeri. Tidak hanya memudahkan remaja untuk bisa mendapatkan pekerjaan impian kelak, kuliah di luar negeri juga membuat orang tua bangga. Sayangnya, terkadang impian mereka bisa tertawan kenyataan karena Anda sebagai orang tua tidak memiliki biaya. Jika memiliki tabungan pendidikan yang mumpuni, tentu tak jadi soal. Tapi jika tabungan pas-pasan, menyekolahkan anak ke luar negeri bisa menjadi hambatan. Satu-satunya cara adalah lewat program beasiswa. 

Mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri tak mudah memang, apalagi saingan pelamar bisa ratusan hingga ribuan. Agar tak patah semangat, jadikan hal tersebut sebagai pelecut semangat. Ikuti cara Tasha Susanti Widyaningtias yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Layanan Beasiswa dan Pendaaan Riset Indonesia (LPDP) sehingga bisa meraih gelar master di bidang community development dari The University of Queensland, Australia berikut ini:

Berani bermimpi

Jangan patahkan mimpi, walau cara mendapatkan harus penuh tantangan. Tanamkan pada remaja, bahwa segala usaha tak akan pernah sia-sia. Dan,caranya untuk berhasil adalah mulai dengan mencoba. 

Kenali diri

Ya, pahami keinginan diri supaya jurusan yang akan diambil sesuai dengan hasrat hati dan bisa berjalan seiring. Kenali bakat, tentukan passion lalu selaraskan dengan cita-cita. Ini bertujuan agar remaja tak salah jurusan, yang berakibat putus kuliah di tengah jalan. 

Gali informasi sebanyak-banyaknya

Ini sangat penting, karena banyak sekali portal informasi tentang pendidikan gratis di luar negeri. Baik secara online, maupun lewat workshop atau seminar terbuka. Lakukan riset mandiri dengan teliti, sebelum bertanya pada orang yang lebih mengerti. Walau 95% informasi bisa didapat lewat internet (website resmi, blog, dll), namun penting juga untuk mengunjungi pekan edukasi (Education Fair) yang rutin dilakukan oleh kedutaan asing untuk memberikan gambaran tentang keadaan negara dan fasilitas pendidikan yang diberikan.

Jangan mepet waktu 

Mengejar beasiswa butuh waktu. Jika remaja memiliki keinginan untuk mencari beasiswa, siapkan setidaknya 6 bulan sebelum waktu pendaftaran dibuka. 

Pilih jurusan sesuai kemampuan 

Kenali bakat diri dan pilih jurusan sesuai dengan kemampuan. Lalu, pilih kampus yang memiliki jurusan tersebut dan cari tahu kapan pendaftaran dibuka. Berikan pula alternatif jurusan dan kampus, sebagai opsi jika pilihan pertama belum berhasil lolos. 

Penuhi persyaratan bahasa 

Cari tahu persyaratan bahasa yang diperlukan. Untuk negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar, nilai IELTS adalah minimal 6. Untuk mereka yang merasa perlu meningkatkan kemampuan bahasa, bisa mencari kursus intensif khusus persiapan kuliah di luar negeri. Biasanya, berlangsung selama 6 bulan. 

Lanjut daftar kampus 

Remaja bisa mendaftarkan secara mandiri melalui website resmi atau hubungi agensi edukasi seperti SUN EDU, IDP, dan yang lain. Catat dan lengkapi persyaratan yang dibutuhkan, seperti : 

  • Dokumen (apakah perlu terjemahan atau tidak) 
  • Essay atau personal statement yang menjelaskan kenapa ia menginginkan kuliah di jurusan dan kampus yang didaftarkan                
  • Kualifikasi bahasa
  • Curriculum Vitae (CV) 

Jika remaja menginginkan program beasiswa LPDP, baiknya menyertakan surat Letter Of Acceptance (LOA) dari kampus yang didaftarkan sebelum memasukkan aplikasi beasiswa. 

Terakhir, pendaftaran beasiswa! 

  • Pastikan saat mendaftar, remaja tidak melebihi tanggal pendaftaran yang ditetapkan. Pasang alarm jika perlu. 
  • Penuhi segala persyaratan, berikan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan semua. 
  • Buat essay dari jauh hari. Jangan mendekati tenggat waktu guna mendapatkan hasil terbaik. 
  • Berikan hasil essay pada orang yang lebih senior dan berpengalaman untuk memberikan masukan sebelum dikirimkan ke panitia. 

Jika semua tahap sudah dilakukan, sekarang tinggal menunggu hasilnya. Berdoa di tiap langkah wajib dilakukan, karena tentunya ini semua bukan hanya terletak di tangan kita. Semangati remaja, dan persiapkan untuk segala kemungkinan, hingga yang terburuk. Pahami bahwa semua usaha, tak akan sia-sia. Selamat mencoba! 

 

 

 

 



Tanya Skata