Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa kemungkinan tingkat pengangguran terbuka meningkat 4 juta hingga 5,5 juta di tahun 2020. Jika kondisi pandemi masih berlanjut, angka ini bisa menjadi 10,7 juta hingga 12,7 juta di tahun 2021. Memburuknya kondisi ekonomi ini tidak hanya membuat Anda yang sudah bekerja dan berkeluarga menjadi cemas dan khawatir. Mereka yang baru saja lulus kuliah pun merasakan hal yang sama.

Juni lalu, Najwa Shihab dengan tagar #WisudaLDR2020 memberi motivasi wisudawan yang lulus di tahun 2020 agar tetap tangguh meski situasi sedang tidak menguntungkan mereka. Di balik kebanggaan merasakan uniknya sidang skripsi online, wisuda online, bahkan sumpah dokter online, lulusan tahun 2020 juga merasa galau dengan masa depan mereka. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekhawatiran mereka, SKATA mengadakan survei untuk para “angkatan tangguh” ini.

Hasilnya, 75% responden merasa khawatir pandemi akan memengaruhi masa depan mereka. Tentang apa? Tentu saja, tentang lapangan pekerjaan. Mereka menyadari bahwa banyak perusahaan yang bangkrut dan merumahkan karyawannya sehingga kecil kemungkinan ada lowongan untuk karyawan baru. Kekhawatiran juga muncul bagi mereka yang sudah merencanakan dengan detil masa depan mereka, seperti jurusan kuliah, kapan lulus, bekerja di bidang apa, di perusahaan mana. Perusahaan atau institusi yang mereka tuju ternyata tidak membuka rekrutmen untuk sementara waktu, sehingga timbul kekecewaan dan tuntutan untuk memiliki plan B. 

Plan B atau rencana cadangan ini juga yang nampaknya terpaksa disiapkan para lulusan tahun 2020 yang cukup optimis terserap di lapangan kerja sesuai bidang studi saat kuliah. Sebanyak 53,6% responden mau menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang mereka. Beberapa hal yang menjadi alasan adalah mencari pengalaman, mengembangkan skill (keterampilan), aktualisasi diri agar tetap produktif, mempelajari hal baru, dan untuk bertahan hidup. Ini artinya, fleksibilitas menjadi kata kunci lain bagi lulusan tahun 2020 ini. Padahal, menurut survei, 85,7% dari mereka sudah memiliki rencana selepas kuliah. Mencari kerja merupakan rencana terbanyak, namun ada juga yang berencana untuk melanjutkan studi S2, mengambil sertifikasi, melanjutkan koas, maupun aktif di YouTube. Banyak juga yang berencana bekerja untuk membiayai kuliah lanjutan. 

Tetap asah skill saat #dirumahaja

Dengan kondisi pandemi yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, apa aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh lulusan 2020 tersebut?

Ternyata, mengasah skill yang sudah dimiliki (46,4%), mencoba skill baru (39,3%), mengikuti berbagai pelatihan online (32,1%), sambil tetap mengirimkan surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan (35,7%) dilakukan oleh sebagian besar para pencari kerja ini. Yang berminat untuk melanjutkan studi tanpa biaya sendiri memilih untuk mengirimkan aplikasi beasiswa (17,9%), sementara yang berminat untuk memiliki usaha sendiri menghabiskan waktu untuk mengembangkan ide bisnis (28,6%). Sebagian dari lulusan 2020 yang cukup beruntung (21,4%) bisa mencicipi bekerja freelance dan magang.

Lirik kesempatan wirausaha

Iklim usaha yang sangat kondusif beberapa tahun belakangan ini ternyata juga membuat lulusan tahun 2020 melirik kesempatan untuk berwirausaha. Apalagi, kemajuan teknologi membuat bisnis bisa dimulai tanpa harus membutuhkan banyak modal. Inilah mengapa 82,1% responden mengaku tertarik untuk memiliki usaha sendiri, meskipun baru 25% yang saat ini telah mencicipi dunia wirausaha dengan berbisnis. 

Jadi, terlepas dari kekhawatiran mereka akan masa depan mereka di masa pandemi dan setelahnya, “angkatan tangguh” yang baru saja lulus ini (dan angkatan wisuda berikutnya di tahun 2020) tidak berpangku tangan. Jika anak Anda termasuk yang lulus wisuda tahun ini, jangan berkecil hati. Anda harus yakin, kondisi ini akan membuat mereka semakin tangguh. Terus beri dukungan semangat agar mereka bisa berkarya dalam situasi apapun.

 

 



Tanya Skata