Kehamilan adalah pengalaman unik bagi setiap wanita, dimana rasa bahagia datang berbalut khawatir tentang sakitnya proses persalinan. Dalam kondisi ini, ibu hamil perlu pendamping yang bisa menjadi tempat mencurahkan segala ketakutan sekaligus mampu memberi ketenangan. Pasangan bisa menjadi pilihan, tapi seseorang yang paham akan kehamilan dan persalinan tentu lebih bisa menenangkan. Ialah doula sebagai jawaban. 

Ya, belakangan marak sekali sosok doula di kalangan ibu hamil meskipun banyak yang menganggapnya sama dengan bidan. Dalam situs kesehatan WebMD disebutkan bahwa doula adalah seseorang yang memberikan dukungan baik secara fisik maupun psikis pada ibu yang sedang dalam masa kehamilan, jelang persalinan, hingga saat melahirkan. Meskipun tidak bisa dan tidak berwenang  membantu tindakan medis saat bersalin layaknya bidan atau dokter, doula memiliki sertifikasi yang menunjukkan bahwa mereka telah lulus pelatihan dan ujian untuk membantu ibu hamil dan keluarganya menjalani rangkaian proses persalinan.

Bagaimana cara doula membantu ibu hamil?

Pada trimester kedua dan ketiga, Anda bisa mulai bertemu dengan doula untuk mendapatkan dukungan psikis serta teknis. Ia juga akan menjawab pertanyaan seputar persalinan dan membuat Anda paham dan siap menjalani setiap tahapnya. Doula juga akan memberitahukan segala kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi, cara mencegahnya, meskipun keputusan penanganan komplikasi harus diserahkan pada tenaga medis. Selain itu, doula juga mampu membantu membuat rencana persalinan. 

Bidan mungkin juga dapat menjelaskan dan melatih sejumlah hal teknis di atas, namun terbatas saat dibutuhkan saja. Sementara itu, doula akan mendampingi secara intensif, termasuk setelah persalinan. Yang paling penting, doula akan mengajak Anda memandang proses persalinan sebagai proses yang membahagiakan dan menyenangkan, sehingga Anda dapat menjalani setiap tahap kontraksi dengan lebih tenang dan percaya diri. Anda bisa belajar afirmasi positif dari doula, menganggap kontraksi sebagai “gelombang cinta”, juga belajar cara mengurangi nyeri kontraksi dengan sejumlah gerakan, teknik relaksasi, dan teknik pernafasan. 

Baca: Bersalin dengan Bidan, Apa Saja yang Bisa Ditangani?

Inilah mengapa jasa doula banyak digunakan oleh para ibu yang menghendaki gentle birth alias persalinan yang tenang dengan rasa sakit minimal. Dengan pendampingan terus menerus seperti ini, Anda akan merasa nyaman karena memiliki teman sekaligus mentor, yang bisa mendengarkan keluh kesah sekaligus mengetahui dengan baik seluk beluk persalinan.  

Apa yang dilakukan doula selama persalinan?

Selain mengajak Anda terus menanamkan pikiran positif saat kontraksi mulai datang, doula juga bisa membantu memijat atau membimbing suami Anda untuk memberikan sentuhan nyaman agar Anda merasa relaks, terutama pada bukaan besar. Doula akan membantu Anda memilih posisi paling nyaman saat kontraksi dan bersalin, sekaligus memastikan Anda cukup cairan dan nutrisi saat Anda fokus menghadapi kontraksi. Karena doula tahu rencana persalinan Anda, ia dapat membantu mengomunikasikan keinginan Anda pada staf medis. 

Bisa hindarkan operasi caesar

Tidak hanya bertindak layaknya asisten pribadi Anda, adanya doula juga memungkinkan suami untuk bergantian menemani Anda khususnya jika proses menjelang persalinan berlangsung lama, sehingga masing-masing cukup beristirahat. Suami juga diajarkan cara berpikir positif, khususnya saat mendampingi Anda bersalin. Sebuah studi juga menemukan bahwa ibu yang ditemani doula pada saat persalinan rentan membutuhkan operasi sesar karena nyaman dalam proses kelahiran normal dan mendapat pengalaman proses persalinan yang lebih positif. Begitu pula dengan ibu yang menggunakan doula pascapersalinan, membuatnya lebih nyaman dan mudah dalam menyusui. 

Tetap temani saat di rumah

Tidak berhenti setelah bayi lahir, doula juga akan mendampingi Anda saat kembali ke rumah. Doula akan mengajarkan cara merawat bayi, menemani ibu saat belajar menyusui, serta mengajari anggota keluarga lain cara yang tepat untuk membantu Anda. Doula juga akan memastikan basic self-care Anda terpenuhi, agar transisi menjadi ibu dapat dijalani dengan mulus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tanya Skata