Tak terasa bulan berlalu cepat, dan bayi yang baru saja melihat dunia kini sudah mulai memasuki fase makanan pendamping ASI. Walau masih harus #dirumahaja, jangan surutkan semangat untuk tetap memberi asupan bergizi untuk sang buah hati. Sebelum memulai, yuk pahami betul soal MPASI, bagaimana pemberiannya, serta menu yang mudah saat harus mempersiapkan semua #dirumahaja. 

Kapan, sih bayi boleh diperkenalkan dengan makanan pendamping? 

MPASI berarti memberikan makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi usia 6 bulan hingga 24 bulan. 

Bagaimana kebutuhan energi bayi di tiap usianya? 

Hingga usia 6 bulan, kebutuhan energi bayi masih dapat dipenuhi hanya dari ASI. Mulai usia 6 bulan, kebutuhan energi bayi tak lagi bisa dipenuhi dari ASI saja hingga dibutuhkan tambahan pangan. Kebutuhan energi yang meningkat ini akan seiring dengan bertambahnya usia yang ditandai dengan penambahan berat dan tinggi badan serta gerak aktif anak. Kebutuhan energi ini diperlukan untuk memenuhi metabolisme basal dan untuk mempertahankan suhu tubuh. 

Bagian berwarna kuning menunjukkan energi yang berasal dari ASI. Pada grafik batang untuk usia 6 bulan ke atas terlihat warna grafik putih yang merupakan kesenjangan energi yang perlu diperoleh dari MPASI. Bila bagian kuning dan putih dari grafik batang tersebut digabungkan, akan menjadi total kebutuhan energi yang dibutuhkan bayi dan anak sesuai kelompok usia.

Baca: Wajib Tahu, Panduan Asupan Makanan untuk Bayi dan Anak

Bagaimana sebaiknya tekstur makanan pertama? 

Mulai usia 6 bulan bayi sudah mulai menunjukkan kemampuan menggerakkan rahang naik turun layaknya mengunyah. Alat pencernaan bayi juga sudah cukup siap untuk mencerna berbagai macam makanan. Untuk tekstur makanan pertama baiknya bayi mendapat MPASI berupa makanan lumat seperti bubur nasi saring, kentang rebus yang dihaluskan, pisang dan biskuit yang dihaluskan. Makanan lumat atau makanan yang dihaluskan dapat memenuhi kekurangan energi pada usia ini karena jenis makanan lumat mengandung energi yang lebih tinggi dibanding makanan cair. 

Bagaimana menu yang harusnya diberikan di tahapan awal - apakah menu tunggal atau langsung diberikan menu 4 bintang?

Menurut WHO, pemberian MPASI selama 14 hari pertama diberikan menu tunggal atau menu yang hanya terdiri dari satu jenis, tanpa kombinasi.  Selama 14 hari ini diamati jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi. Reaksi alergi dapat berupa diare, ruam kulit, bisul dan sesak napas. Nah, setelah 14 hari masa pengenalan MPASi tunggal, maka bayi dapat mulai diberikan menu 4 bintang yang mengandung makanan pokok, akar dan umbi-umbian, makanan hewani kaya zat besi, buah dan sayuran yang kaya vitamin A, serta kacang dan biji-bijian. Hindari penggunaan gula dan garam, tunda hingga bayi berusia 1 tahun. 

Baca: 3 Hal yang Penting Dipahami Sebelum Memberikan MPASI Instan Kepada Bayi

Bagaimana dengan pembagian jam makan berdasarkan usia (di bawah 1 tahun)?  

Bila anak sudah mulai mengonsumsi MPASI, anak memerlukan waktu untuk mebiasakan diri pada rasa dan tekstur makanan baru tersebut. Anak perlu belajar cara makan yang benar. Dianjurkan ibu atau pengasuh untuk mulai dengan 2 hingga 3 sendok kecil makanan yang diberikan 2 kali dalam sehari.

Saat ini, kondisi pandemi mengharuskan semua berada #dirumahaja. Kebanyakan dari Ibupun tidak bisa berbelanja bahan pangan secara langsung. Gimana, ya cara agar kita tetap bisa menyediakan panganan yang sehat dan bergizi walau tak bisa kemana-mana?

Pada kondisi pandemi seperti yang sedang terjadi saat ini dan kita diminta untuk membatasi bepergian, anak tetap bisa diberikan makanan pokok lokal dengan kandungan energi yang cukup. Biasanya makanan pokok dimakan dalam jumlah yang besar dan menjadi sumber energi utama. Selain itu makanan pokok juga memberikan asupan protein dan zat gizi lainnya tetapi belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan gizi seseorang, sehingga pemberian makanan pokok ini harus disertai makanan lainnya. Contohnya, pemberian bubur beras atau nasi tim dengan tambahan telur ayam, daging, ikan, tahu, tempe, sayuran, yang diolah dengan minyak atau margarin. 

Bagaimana menjaga bayi yang baru saja memulai MPASI dari penyakit dan virus selama berada di rumah? 

ASI memenuhi seluruh kebutuhan energi dan zat gizi lainnya bagi bayi hingga usia 6 bulan untuk tumbuh kuat dan sehat, serta mengandung zat anti infeksi yang melindungi bayi dan anak dari diare dan infeksi lainnya. Untuk memperkaya zat gizi MPASI bisa menambah bahan dengan minyak dan lemak, yang merupakan makanan kaya energi. Selain zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak), bayi juga membutuhkan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) seperti zat besi, seng dan vitamin A untuk pembentukan sel darah dan juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit. Jika kandungan vitamin sudah didapat dari bahan makanan MPASI maka  suplemen pada bayi sudah tidak diperlukan lagi.  

 

 

 



Tanya Skata