Berkunjung ke rumah sakit kini menjadi hal yang dihindari oleh banyak orang semenjak virus corona mulai mewabah. Meskipun terdapat anjuran untuk menunda kunjungan ke rumah sakit hingga kondisi dinyatakan aman, namun ada kalanya kondisi darurat muncul. Anda bisa jadi bimbang, haruskah memeriksakan diri langsung ke rumah sakit jika ada keluhan kesehatan yang tidak diketahui jalan keluarnya? Ataukah berkonsultasi online dengan dokter saja sudah cukup?

Dalam situs WebMD disebutkan, ada beberapa kondisi yang membuat Anda sebaiknya tetap memeriksakan diri ke rumah sakit (atau langsung ke bagian UGD). Kondisi tersebut adalah:

- Nyeri dada

- Sulit bernafas

- Sulit berbicara atau bicaranya tidak jelas

- Luka pada mata

- Kejang

- Luka terbuka yang cukup besar

Sejumlah rumah sakit kini telah memisahkan ruang UGD untuk pasien COVID-19 dan ruangan lain untuk keluhan yang tidak berhubungan dengan COVID-19. Hal ini tentu saja untuk mencegah penularan virus di rumah sakit. Namun, untuk mengetahui lebih pasti kebijakan di tiap rumah sakit atau fasilitas kesehatan, ada baiknya Anda menelepon terlebih dahulu jika memungkinkan. Tujuannya, supaya Anda tahu ke bagian mana Anda harus menuju tanpa harus banyak bertanya dan berkeliling yang membuat Anda lebih berisiko terpapar virus corona. Anda juga bisa menanyakan sebelum berkunjung tentang berapa banyak pendamping yang boleh menunggu di ruangan tersebut.

Baca: Darurat Corona, Pastikan Jadwal KB Tidak Tertunda

 

Saat berada di rumah sakit, lakukan beberapa hal ini untuk meminimalisir risiko infeksi:

1. Berdiri atau duduk dengan jarak sekitar 2 meter di ruang tunggu (di Indonesia anjurannya adalah 1 meter) 

2. Lebih sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik

3. Jika tidak ada air, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol 60%

4. Hindari menyentuh wajah

5. Hindari menyentuh barang yang dipegang/digunakan banyak orang

6. Jika harus menyentuh benda tersebut, gunakan tisu basah antiseptik atau spray disinfektan sebelumnya

7. Meminimalisir kontak fisik dengan dokter dan petugas rumah sakit lainnya

 

Untuk melindungi orang lain atau tenaga kesehatan, gunakan masker kain. Masker kain tidak mencegah Anda tertular virus dari orang lain, namun mencegah orang lain tertular virus jika ternyata Anda adalah OTG (Orang Tanpa Gejala).

Yang tidak kalah penting, hindari naik kendaraan umum saat menuju dan sepulangnya dari rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk mencegah transmisi virus yang terjadi di kendaraan umum.

Sama dengan Anda dan pasien lainnya, tenaga kesehatan dan rumah sakit pun memiliki prosedur tersendiri untuk mencegah terjadinya penularan di rumah sakit, yaitu:

- Mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) 

- Membersihkan permukaan benda dan alat yang sering digunakan dengan disinfektan

- Membersihkan tangan sesuai dengan prosedur yang berlaku

- Selalu mengajukan pertanyaan terkait riwayat COVID-19 ke pasien

- Meminimalisir kontak fisik

- Mengikuti kaidah physical distancing

Jadi, lakukan kunjungan ke rumah sakit dengan terencana serta terapkan prosedur di atas demi kesehatan Anda dan orang lain yang Anda temui di rumah sakit.



Tanya Skata