Tak terasa sudah lebih dari dua bulan Anda berada #dirumahaja akibat pandemi COVID-19. Waktu serasa terhenti ketika Anda dihadapkan pada rutinitas yang sama setiap hari, apakah itu bekerja dari rumah maupun menjalani hobi baru seperti memasak, membuat kerajinan tangan, atau mendadak tertarik mendekorasi rumah. Namun, pernahkah Anda merasa waktu Anda banyak dihabiskan untuk olahraga jempol alias scrolling media sosial dibandingkan mengerjakan kegiatan tadi? Bukan cuma sesekali, tapi berkutat dengan media sosial bisa memakan waktu satu hari penuh. Mulai dari membuka mata, hingga menjelang tidur malam.  

Mudah dipahami mengapa sosial media begitu sulit untuk ditolak. Lewat dunia digital, segala informasi bisa diakses hanya dengan satu ketikan. Lain itu, kehidupan orang lain dengan segala rupanya terkadang membuat kita terlena dengan harapan dan imajinasi. Tak salah jika Anda melakukannya. Namun, jika pekerjaan jadi tidak selesai tentu saja produktivitas pun terganggu. Lalu, bagaimana ya agar bisa tetap update tanpa menghabiskan banyak waktu? 

Tentukan tujuan membuka ponsel

Penelitian oleh Statista, sebuah data statistik online di Jerman menemukan bahwa rata-rata orang menghabiskan setidaknya 153 menit per hari untuk membuka media sosial, dan angka ini masih bertambah. Sebelum Anda mengusap layar ponsel, pikirkan dulu apa yang ingin Anda lakukan. Kebanyakan orang sibuk melihat layar ponsel tanpa tahu apa yang ingin dilakukan (hanya sekedar membuang waktu kosong). Padahal, Anda bisa mengisinya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Memasak bersama anak, menyelesaikan tumpukan pakaian yang harus disetrika, bisa menjadi pilihan. 

Batasi waktu screen time 

Tahukah Anda, kalau Anda bisa mengecek penggunaan screen time di layar ponsel? Di beberapa merk ponsel terdapat aplikasi screen time function untuk melihat seberapa banyak kita menggunakan media sosial tertentu termasuk mengatur limit waktu penggunaan. Misalnya, saat Instagram terlalu mengambil jatah waktu Anda dalam sehari, atur mode off untuk akses aplikasi tersebut jika sudah membukanya lebih dari dua jam. Jika ponsel Anda tak memilikinya, gunakan cara manual dengan set alarm lalu segera tutup aplikasi. 

Manfaatkan media sosial untuk perkaya bakat 

Saat #dirumahaja, banyak dari kita menemukan bakat yang terpendam, seperti memasak, bermain musik, atau membacakan dongeng. Alih-alih menggunakan media sosial untuk sekedar scrolling, coba gunakan untuk asah plus pamer kemampuan Anda. Posting hasil masakan di Instagram atau unggah video bermusik di YouTube. Dengan begitu, media sosial bisa menjadi wadah positif. Siapa tahu, sehabis pandemi berlalu Anda malah punya talenta baru yang bisa diapresiasi. 

Ingat, kebanyakan screen time jutsru bisa picu stres 

Sebuah studi The Journal of Social and Clinical Psychology menemukan bahwa adanya pengaruh beberapa aplikasi sosial media dengan depresi. Mungkin sesekali melihat postingan orang-orang di Instagram bisa membuat kita tersenyum, tapi tak jarang melihat kehidupan orang lain justru menumbuhkan perasaan iri dan tak nyaman di hati. Jika ini memburuk, depresi tak bisa dihindari. Tentu kita tak ingin hal ini terjadi. Alih-alih melihat postingan “tetangga” coba ganti dengan tontonan siraman rohani atau tutorial yang terkait hobi.

Meninggalkan media sosial sepenuhnya tampak mustahil karena kita pun harus tetap update dengan berita terkini saat tidak bisa keluar rumah. Tapi, mengurangi intensitasnya bisa membuat kita lebih produktif untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Buka situs atau media sosial untuk sekedar mencari opsi kegiatan yang bisa Anda lakukan, lalu praktekkan. Yuk, buat diri lebih positif tanpa habis waktu percuma. 

 



Tanya Skata