Sayup sayup terdengar suara panggilan dari masjid terdekat, “Imsak, imsak!” Wah, tinggal 10 menit waktu sahur dan Anda baru saja membuka mata. Membayangkan padatnya aktivitas yang akan dijalani pada hari itu membuat Anda panik hingga bingung mau persiapkan makanan apa. Apalagi, jika Anda seorang ibu yang harus menyiapkan sahur sementara seisi rumah masih menutup mata.

Jangan khawatir, tetap tenang.  Anda masih punya waktu hingga adzan subuh berhenti berkumandang untuk bisa santap sahur. Bangunkan seisi rumah sebelum menyiapkan makanan untuk mempersingkat waktu. Periksa stok makanan, pilih yang kira-kira yang tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengolahnya. Beberapa pilihan yang bisa disantap dalam waktu 10 menit adalah: 

Makanan kering siap santap

Makanan kering seperti abon, serundeng, kering tempe, kering kentang bisa langsung disantap sebagai lauk dengan nasi. Menu darurat ini juga cocok jika keluarga Anda memiliki banyak anggota keluarga sehingga tidak membutuhkan waktu masak yang lama.

Telur ceplok atau orak arik

Jika stok nasi aman di magic jar, segera nyalakan kompor dan masak telur. Telur masih mengandung gizi dibandingkan dengan makanan kering. Jika ingin memangkas waktu memasak, buat telur menjadi orak arik. Telur pun dapat dinikmati dengan roti tawar.

Baca: Ternyata, Puasa Bisa Daur Ulang Sel Imun

Roti tawar

Bersyukurlah jika masih ada stok roti tawar beberapa lembar. Anda bisa menambahkan keju, selai, atau bahkan mayones dan potongan ketimun. Jika tidak ada, roti tawar polos pun tetap bisa menjadi sumber energi meski cepat dicerna. Pilih roti tawar gandum sebagai persediaan karena membuat Anda kenyang lebih lama.

Oatmeal dan sereal 

Bagi keluarga yang sering mengonsumsi sereal dan oatmeal, memiliki persediaan kedua makanan ini bisa menjadi berkah saat terlambat bangun sahur. Hanya dengan menambahkan susu, Anda bisa menyantap sereal dan oatmeal dalam 10 menit. Sereal instan sachet juga bisa dijadikan pilihan meskipun tak semengenyangkan sereal utuh.

Buah

Memiliki stok buah yang bisa langsung disantap tanpa harus dikupas dan dipotong menggunakan pisau bisa bermanfaat saat terlambat bangun sahur. Pisang kaya akan sumber energi, vitamin A, C, B1, dan B2, serta aman bagi mereka yang memiliki sakit maag. Apel memiliki kandungan serat tinggi, khususnya jika dikonsumsi beserta kulitnya. Alpukat juga berserat tinggi, sehingga Anda tidak mudah lapar.

Susu

Cairan yang satu ini tidak diragukan lagi manfaatnya bagi tubuh. Selain mengandung vitamin A dan D, susu juga mengandung vitamin B yang mampu mencegah anemia dan membantu metabolisme lemak dan glukosa. Kabar baiknya, susu juga merupakan sumber kalori sehingga bisa menjadi menu darurat yang bisa menjadi cadangan energi untuk sementara waktu.

Makanan matang beku

Ini memang bukan menu darurat yang bisa Anda buat sekejap. Namun, ada baiknya Anda membuat bermacam menu yang bisa disimpan lama di freezer untuk berjaga jika terlambat sahur atau jika tidak sempat memasak untuk berbuka. Misalnya, buat ayam, tempe, dan tahu ungkep dengan bumbu kuning lalu simpan di dalam wadah tertutup rapat di freezer untuk dipanaskan dengan kompor atau microwave sebagai menu sahur dadakan atau berbuka puasa. Bisa juga, buat jenis masakan yang tak berisi sayuran dan tak mengandung santan yang bisa membuatnya cepat basi. Pilihan makanan simpanan freezer seperti rendang juga bisa menjadi pilihan alih-alih makanan beku (frozen food) siap saji.

Baca: Rencanakan Menu Harian, Hindari Timbun Makanan Instan

Kurma dan madu 

Nah, jika Anda terbangun saat adzan sudah berkumandang, makan beberapa butir kurma dapat memasok cadangan energi karena kandungan kalorinya yang tinggi. Selain itu, kurma juga mengandung antioksidan dan tinggi serat. Sementara itu, minum sesendok makan madu saat sahur setara dengan 17 gram karbohidrat sehingga membantu menjaga stamina saat berpuasa. Jangan lupa, minum air putih secukupnya untuk cegah dehidrasi. 

Apapun menu darurat Anda, yang penting kuatkan niat berpuasa sehingga pikiran Anda dapat membuat tubuh kuat menahan lapar dan godaan untuk membatalkan puasa walau hanya menyantap sahur seadanya. Selamat berpuasa! 

 

 



Tanya Skata