Bulan Ramadan artinya bulan penuh ibadah. Spesialnya, kali ini ibadah di bulan Ramadan dilakukan #dirumahaja. Semua salat wajib dan sunah dilakukan di rumah, tak ada buka puasa bersama teman atau kerabat, tak ada tarawih berjamaah di masjid, bahkan pemerintah sudah menetapkan bahwa tahun ini tidak ada gelaran salat Ied berjamaah di masjid atau lapangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedih? Sudah tentu, tapi selalu ada hikmah di setiap kondisi. Walau ibadah hanya bisa dilakukan #dirumahaja, bukan berarti tidak bisa menjadikannya lebih maksimal lho. Begini caranya. 

Bye sahur on the road, hello berbagi sahur online

Buat Anda yang punya tradisi Sahur on The Road (SOTR), kali ini harus mengurungkan niat. Tradisi berbagi saat sahur, bukan berarti harus terhenti karena PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar). Anda tetap bisa berbagi secara online. Beberapa layanan transportasi online kini menawarkan jasa berbagi makanan. Contohnya, setiap pembelian makanan tertentu, mereka menyiapkan pula pilihan untuk berbagi dengan para driver. Atau, beri tip saat Anda membeli makanan secara online untuk berbagi dengan sang pengantar. Yuk, tetap jalani sedekah walau dari rumah aja. 

Tetap aktif setelah sahur 

Biasanya, selepas sahur kita mendengarkan kajian secara langsung dari masjid. Kali ini, Anda memiliki waktu lebih untuk ibadah #dirumahaja. Setelah sahur, jangan tidur lagi. Biasakan membaca dzikir pagi petang, lalu dengarkan kajian online. Saat ini, banyak kajian online yang ditayangkan secara live sehingga Anda bisa bertanya secara langsung seperti saat berada di masjid. Anda bisa menemukan jadwalnya di jadwalkajian.com atau temukan di Youtube channel para ulama yang biasa Anda dengarkan. 

Menyempatkan salat duha  

Sebelum ada imbauan untuk bekerja dari rumah, melakukan salat duha di tempat kerja adalah tantangan. Rasanya, tidak rela mengorbankan waktu kerja "hanya" untuk dua rakaat saja. Atau, Anda ingin melakukannya namun lingkungan kerja kurang suportif. Kini, #dirumahaja adalah kesempatan emas untuk menambah pahala dengan melakukan salat yang membuka pintu rezeki ini. Jika biasanya Anda hanya sanggup mengerjakan dua rakaat saja, kali ini Anda bisa menambahnya menjadi empat rakaat. Panjatkan sebanyak mungkin doa, jadikan waktu luang ini untuk meminta dimudahkan rezeki di kala pandemi, termasuk rezeki kesehatan. 

Mengkhatamkan Al-Qur'an

Padatnya waktu membuat kita terkadang sulit menyentuh Al-Qur’an, padahal wajib hukumnya kita membaca dan memahami isinya. Dengan banyak waktu #dirumahaja, yuk mulai niatkan hati dan lakukan tadarus secara konsisten. Dalam satu bulan, ternyata Anda bisa lho mengkhatamkan Al-Qur'an. Begini caranya. 

● Al-Qur’an memiliki 30 juz. Berarti, Anda bisa khatam jika membacanya sebanyak 1 juz per hari. 

● Beri waktu untuk membaca, sebelum dan sesudah salat wajib. Dua lembar sebelum dan dua lembar sesudah shalat. 

● Jika mau lebih cepat, maka lakukan juga membaca Al-Qur’an sebelum dan sesudah salat sunah atau di waktu senggang. 

● Tetap ingat, membaca Al-Qur’an kurang maksimal jika tak berusaha memahami artinya. Jadi, sediakan juga waktu untuk membaca tafsir setiap habis membaca surat. 

"Bukber" digital 

Ramadan biasanya identik dengan kegiatan dari bukber ke bukber (buka bersama). Begitu padatnya jadwal, hingga Anda harus mengagendakan dari jauh hari dengan lingkaran pertemanan yang mana Anda akan bukber dan siapa yang harus memesan tempat. Meskipun kini hal tersebut tidak dapat dilakukan, Anda tetap bisa kok berbuka bersama mereka. Ya, dengan menggunakan portal meeting online, Anda tetap bisa bersilahturahim dan berbuka bersama melepas rindu. Walau rasanya berbeda, tapi dengan tatap muka tentu rasa hati menjadi nyaman. 

Tarawih berjamaah dengan keluarga 

Salah satu kegiatan yang berbeda saat Ramadan adalah ibadah salat tarawih di masjid. Walau kini tak bisa Anda lakukan di masjid, tapi #dirumahaja tak mengurangi sedikitpun pahalanya. Lakukan secara berjamaah dengan keluarga. Ajak anak-anak ikut serta. Tambahkan rakaat salat jika mampu, agar bacaan salat pun bertambah. Pahala semakin banyak, ibadah menjadi nikmat. Akhiri dengan doa bersama agar pandemi ini segera berakhir sehingga Anda dan keluarga bisa lagi menikmati indahnya beribadah Ramadan di masjid. 

Jangan tinggalkan waktu mustajab berdoa saat salat malam

Tahajud di kala Ramadan biasanya menjadi lebih mudah karena bersamaan dengan bangun sahur. Alangkah baiknya, jika Anda tetap bangun di sepertiga malam antara pukul 01.00 dini hari hingga 03.00 untuk melakukan ibadah tahajud untuk berdoa meminta ampunan dan melakukan permohonan. Di sepuluh malam terakhir Ramadan, walau tak bisa melakukan i’tikaf di masjid, Anda tetap bisa beribadah maksimal berharap lailatul qadr (malam berjuta ampunan) #dirumahaja tanpa mengurangi kekhusyukan. Ajak keluarga ikut serta untuk menambah momen Ramadan menjadi berarti walau di tengah pandemi. 

Ternyata, anjuran #dirumahaja membawa kesempatan yang lebih besar bagi Anda dan keluarga untuk beribadah dengan lebih khusyuk. Manfaatkan sebaiknya, untuk menambah pahala, dikabulkannya doa, dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa.



Tanya Skata