Pemerintah kini mewajibkan penggunaan masker kain sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Sama dengan kasus penggunaan masker bedah sekali pakai yang kini diutamakan untuk petugas medis, penggunaan masker kain juga harus disertai dengan pengetahuan dasar seputar masker kain. Apabila yang Anda tahu sebatas “masker kain mencegah virus corona”, baca daftar hal yang paling sering ditanyakan berikut ini.

1. Mengapa baru sekarang pemerintah mewajibkan penggunaan masker?

Virus yang menyebabkan penyakit COVID-19 adalah virus corona jenis baru yang belum banyak diketahui karakteristiknya. Para ilmuwan hingga kini masih terus meneliti virus ini agar upaya pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan secara efektif. Karena itu, sejumlah fakta baru senantiasa muncul dari penelitian-penelitian tersebut, termasuk fakta bahwa salah satu sumber penyebaran virus corona adalah mereka yang asimptomatik, yaitu orang yang terinfeksi virus corona namun tidak bergejala. Mengingat tes secara masal untuk seluruh masyarakat belum mungkin dilakukan, maka upaya pencegahan menjadi hal terbaik yang mungkin dilakukan, salah satunya dengan memakai masker.  

2. Kapan masker kain harus dikenakan?

Setiap kali Anda berada di dalam situasi yang berada di dekat banyak orang maupun kerumunan, khususnya jika physical distancing tidak memungkinkan untuk dilakukan, seperti transportasi umum, pasar, swalayan, atau apotek.

3. Apakah saya tetap harus berdiri dengan jarak 1 meter saat bercakap-cakap meski sudah memakai masker?

Ya. Memakai masker bukan lantas Anda bisa bebas mengobrol bebas seperi hari biasa. Pencegahan terbaik adalah dengan tetap menjaga jarak aman atau physical distancing.

Baca: Physical Distancing, Seberapa Penting?

4. Terkadang saya merasa pengap, bolehkah masker hanya menutupi mulut?

Meskipun saat Anda bercakap-cakap, area mulutlah yang rentan menularkan virus, namun area hidung yang tidak tertutup berpotensi menjadi pintu masuk virus. Saat Anda bersin pun, jika Anda lupa menerapkan etika batuk dan bersin, droplet dapat keluar dari hidung Anda dan mengenai benda atau orang lain. Jika tidak nyaman, pilih masker dengan bahan kain berbeda.

5. Saya merasa sangat sehat, haruskah saya tetap memakai masker saat keluar?

Ya. Seperti yang dijelaskan di awal bahwa tidak semua orang yang memiliki virus corona di tubuhnya merasakan batuk/pilek/demam dan gejala lain. Bahkan, juru bicara BNPB menyebut hanya 60-70% infeksi yang menunjukkan gejala. Karena itu, dengan memakai masker, Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda. 

6. Seberapa efektifkah kain masker menahan virus?

Dengan pengujian menggunakan partikel sebesar 1 mikron, tingkat efektivitas masker bedah  95%. Sementara itu, dua lapis kaos katun (100% ) mampu menahan partikel 71% dan dua lapis kain sarung bantal mampu menahan 69% partikel. Untuk keperluan non medis, masker kain sudah cukup sefektif.

Baca: 5 Syarat Masker Kain yang Bisa Cegah Tularkan Virus

7. Saya terlanjur membeli masker kain tipis karena murah. Apakah saya harus menggantinya yang memiliki 3 lapisan?

Jika hal tersebut tidak memberatkan, mengganti masker sesuai anjuran pemerintah akan lebih baik. Jika tidak, Anda bisa melapisinya dengan kain tambahan di bagian dalam. 

8. Seberapa sering masker kain harus dicuci?

Setiap kali setelah digunakan, Anda harus mencucinya. Karena itu, memiliki lebih dari satu masker kain lebih baik. 

9. Bagaimana cara memakai masker yang benar?

Pertama, pastikan Anda telah mencuci masker kain setelah dibeli. Cuci bersih tangan dengan sabun. Pegang bagian tali atau karet, ikat di belakang kepala atau kaitkan di telinga. Jika tepi atas sudah menutup pangkal hidung, tarik tepi bawah hingga menutup dagu. Jika tangan sudah menyentuh bermacam benda, hindari menyentuh sisi bagian depan masker karena virus yang menempel di masker akan berpindah ke tangan Anda. 

10. Bagaimana cara melepas masker yang benar?

Mulai dengan melepas bagian tali pengikat atau karet telinga tanpa menyentuh permukaan masker. Segera letakkan di keranjang cucian. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air dan sabun setelahnya.

11. Saat saya hendak minum atau makan di kantin kantor, apakah masker harus dilepas atau diturunkan ke bawah dagu saja?

Menurunkan masker di bawah dagu rentan membuat virus yang menempel di bagian luar masker pindah ke wajah. Sebaiknya, lepas masker dengan cara memegang talinya, letakkan di kantung tertutup (pouch) dengan posisi terlipat dua sehingga sisi dalam masker tetap bersih. Kenakan lagi setelah selesai makan. Dalam kondisi physical distancing, usahakan untuk makan di meja sendiri atau duduk berjauhan. 

Baca: Jika Tetap Harus Bekerja..

12. Saya terlanjur membeli banyak masker bedah, bolehkah saya menggunakannya terlebih dahulu hingga habis baru kemudian memakai masker kain?

Masker kain sudah cukup aman untuk Anda gunakan. Sebaiknya berikan pada tenaga medis karena mereka lebih membutuhkannya.

13. Bolehkah saya mendonasikan masker kain kepada petugas medis?

Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu kebutuhan petugas medis tersebut. Beberapa dari mereka terpaksa menggunakan masker kain daripada tidak menggunakan masker sama sekali. Meskipun demikian, masker bedah tetap proteksi teraman untuk petugas medis.  

 



Tanya Skata