Lansia atau mereka yang berusia di atas 60 tahun memilki tingkat kematian tertinggi di antara mereka yang positif terkena COVID-19. Tentu saja, Anda yang memilki orang tua lansia merasa khawatir jika mereka terlihat sakit. Apalagi, jika sakitnya berupa batuk kering yang merupakan salah satu gejala infeksi virus corona. Pada kondisi seperti ini, apa yang harus dilakukan?

1. Apabila gejala ringan, misal gejala infeksi saluran nafas (batuk pilek) ringan, istirahat di rumah, pantau selama 14 hari, dan lakukan prinsip hidup sehat, pastikan obat-obat rutin diminum. Jika kondisi tidak membaik atau bertambah berat, dapat menghubungi hotline COVID-19 di daerah masing-masing untuk mendapat panduan dari tenaga kesehatan mengenai langkah selanjutnya.

2. Jika gejala sedang-berat seperti sesak nafas, demam tinggi, segera bawa lansia ke UGD atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera. Tetap gunakan masker selama berobat.

Baca: Risiko Virus Corona Pada Lansia

Jika lansia mendadak lemas, mengeluh tidak sehat, namun tidak menunjukkan gejala infeksi, apakah yang sebaiknya dilakukan?

Pastikan lansia mendapat asupan makanan dan cairan yang cukup, mengkonsumsi obat-obatan rutin seperti biasa, cukup istirahat dan tidur 6-8 jam per hari. Jika kondisi tidak membaik, lemas memberat dapat dibawa ke rumah sakit.

Kondisi seperti apa yang perlu diwaspadai?

Kondisi yang perlu diwaspadai pada lansia adalah mengenal tanda bahaya pada lansia, seperti adanya perubahan kesadaran (tiba-tiba bicara meracau, tidak nyambung, lebih sering tidur), demam tinggi, tidak mau makan, mual, muntah, diare, lemas memberat, tiba-tiba sulit mengendalikan BAK/BAB, sesak napas, nyeri dada yang memberat, perdarahan yang tidak berhenti, jatuh atau cedera yang menyebabkan nyeri hebat, patah tulang atau pingsan, gangguan saraf mendadak, seperti kelemahan satu sisi badan, bicara pelo, sakit kepala hebat, dan kejang.  

Jika pasangan lansia tinggal sendiri, apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat?

Banyak pasangan lansia yang tinggal tanpa dampingan anak-anaknya baik karena kondisi mereka masih sehat atau karena tidak ada yang bisa mendampingi. Pada pasangan lansia seperti ini, perlu diberikan panduan jika terjadi kondisi darurat seperti yang dijelaskan di atas, yaitu:

1. Siapkan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi setiap waktu dan tinggal paling dekat dengan lansia. Jika terdapat kondisi emergency, segera hubungi nomor kontak darurat tersebut supaya dapat segera ditangani.

2. Ada baiknya keluarga bekerja sama dengan tetangga untuk membantu dalam keadaan darurat. 

Jangan lupa, upaya pencegahan maksimal akan membuat kondisi kesehatan lansia lebih stabil. Tetap ingatkan orang tua Anda untuk #dirumahaja hingga pandemi berakhir, demi kesehatan mereka dan keselamatan orang banyak.  

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama SKATA dengan PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia), yaitu suatu perhimpunan yang mewadahi para dokter dan dokter spesialis yang memiliki minat dan concern terhadap permasalahan lansia.