Siapa sangka, para lansia ternyata masih bersemangat untuk hidup sehat, lho! Salah satu contohnya adalah kegiatan senam sehat lansia yang biasanya juga menjadi ajang bersosialisasi bagi mereka. Kesibukan yang jauh berkurang saat pensin dan usia cucu yang makin besar usianya membuat banyak waktu yang bisa digunakan untuk berolahraga. Sayangnya, anjuran untuk physical distancing saat ini membuat para lansia harus menghentikan kegiatan olahraga bersama untuk sementara. Padahal, salah satu yang membuat lansia sehat jiwa raga adalah terlibat dalam kegiatan sosial. 

Physical distancing dapat membawa ketidaknyamanan psikis terutama pada lansia, karena merupakan situasi yang baru, penuh ketidakpastian yang dapat meningkatkan rasa cemas, mulai dari yang ringan sampai berlebihan. Apalagi, dengan pelarangan melakukan kegiatan sosial yang merupakan salah satu wadah penyaluran rasa jenuh, stres, dan wahana aktualisasi lansia. 

Untuk mengatasinya, peran keluarga sangat penting untuk memberikan penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti oleh lansia mengenai kondisi pandemi ini, dan bahwa physical distancing bertujuan melindungi lansia dari penularan virus corona.

Sebagai pengganti dari kegiatan sosial di luar rumah, keluarga dan teman lansia dapat meningkatkan intensitas berkomunikasi dengan lansia dengan media komunikasi langsung seperti telepon, Whatsapp, atau video call. Lansia juga dapat diarahkan untuk menjalankan hobinya dari rumah. Namun perlu diperhatikan, hanya orang-orang yang sehat dan tidak ada riwayat terpapar dengan lingkungan yang berisiko penularan yang boleh menemui atau mendampingi lansia, menggunakan masker dan melakukan cuci tangan dengan sabun, dan  dalam jumlah dan waktu yang secukupnya dengan jarak 1 meter. 

Apa pengalih perhatian atau aktivitas penyalur energi yang disarankan dan aman dilakukan?

Selama melakukan isolasi diri di rumah, lansia dapat melakukan beberapa aktivitas seperti permainan boardgame, mengisi TTS, memasak, bercocok tanam, olahraga di rumah, membaca, memasak, menonton TV,  berdoa,  atau  melakukan hobi lain. 

Jika berolahraga, apa olahraga yang aman untuk lansia berdasar usia?

Latihan fisik yang direkomendasikan untuk lansia adalah latihan aerobik seperti jalan kaki/jalan di tempat, senam, latihan resistensi seperti  angkat beban (contohnya  menggunakan rubber band), gerakan repetisi duduk-berdiri, dan latihan keseimbangan  seperti berdiri dengan satu kaki dan berjalan dalam 1 garis lurus sebanyak 2-3 kali seminggu pada lansia yang sehat.

Berbagai senam lansia  yang dapat dilakukan antara lain seperti senam jantung, tai-chi, senam osteoporosis, senam tera, poco-poco. Durasi latihan bervariasi antara 15-60 menit, minimal 3 kali seminggu, optimal 5 kali seminggu, disesuaikan dengan kapasitas fisik lansia. Jangan lupa sebelum senam harus melakukan pemanasan dan pendinginan setelahnya, minum air putih yang cukup sebelum dan sesudah senam untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama senam.

Apakah berjalan pagi masih bisa dilakukan dalam situasi ini? Adakah ketentuan jam berapa dan seberapa jauh?

Dalam situasi seperti ini berjalan pagi tidak direkomendasikan jika berpotensi menimbulkan kontak dengan kerumunan orang. Namun, jika kondisi sekitar rumah dipastikan sepi dan aman dari kerumunan orang, jalan pagi dapat dilakukan dengan pendampingan dan  tetap memperhatikan kaidah physical distancing. Waktu yang tepat disesuaikan dengan kondisi di rumah dan jauhnya disesuaikan dengan kemampuan lansia. Hati-hati jika lansia mengalami penyakit sendi seperti osteoarthritis, olahraga berjalan harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter. 

Apakah berjemur bisa meningkatkan daya tahan tubuh lansia?

Berjemur dapat meningkatkan daya tubuh melalui proses pembentukan vitamin D tubuh, dengan bantuan sinar Ultraviolet B (UV B) dari matahari. Salah satu fungsi vitamin D adalah meningkatkan respon sistem imun yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Waktu berjemur yang baik adalah di atas jam 10 pagi selama 15 menit, jika jam 11 siang cukup 5 menit, minimal 3 kali seminggu. Bagian tubuh yang perlu terpapar adalah wajah, lengan, dan tangan. 

Jadi, beri semangat orang tua Anda untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan social distancing ya! Jika Anda tinggal di rumah yang sama, temani orang tua berolahraga bersama jika memungkinkan.

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama SKATA dengan PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia), yaitu suatu perhimpunan yang mewadahi para dokter dan dokter spesialis yang memiliki minat dan concern terhadap permasalahan lansia. 

 



Tanya Skata