Merawat orang tua yang sudah lanjut usia (lansia) memiliki tantangan tersendiri. Perbedaan pola pikir dan cara hidup membuat konflik sering terjadi, apalagi jika lansia membutuhkan perawatan ekstra karena penyakit kronis. Pandemi virus corona yang membuat semua orang bersiaga terkadang tidak direspon sama oleh lansia, membuat Anda kebingungan bagaimana cara memberi pemahaman yang mudah diterima. Untuk itu, panduan berikut bisa Anda lakukan sebagai usaha melindungi orang tua sebaik-baiknya dari paparan virus corona.

1. Berikan penjelasan yang mudah dipahami

Anda perlu menjelaskan kepada orang tua mengenai kondisi pandemi COVID-19 dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti. Setidaknya, orang tua tahu apa itu virus corona, bagaimana cara penularannya, dan cara pencegahannya. Selain membuat mereka waspada, ini juga dapat membentengi orang tua dari berita hoax.

2. Minta untuk #dirumahaja dan physical distancing

Jelaskan pada orang tua tentang pentingnya untuk tetap berada di rumah, menghindari keramaian, perkumpulan atau kegiatan sosial, seperti arisan, reuni, rekreasi, mudik, atau pergi belanja. Jauhi orang sakit atau orang yang kemungkinan terpapar dengan lingkungan yang berisiko penularan (rumah sakit, tempat umum, keramaian). Jika terpaksa keluar rumah, minta orang tua untuk menjaga jarak 1 meter lebih dengan orang lain, hindari bersalaman, cium pipi, atau berpelukan.

3. Sediakan makanan bergizi

Makan makanan bergizi seimbang, cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Cukup makan sayur dan buah, jika perlu minum suplemen multivitamin.

4. Motivasi untuk cukup minum

Ingatkan orang tua untuk minum 6-8 gelas per hari, kecuali memiliki penyakit tertentu (seperti jantung, ginjal) yang memerlukan pembatasan asupan cairan.

5. Jaga kebersihan rumah

Bantu orang tua membersihkan rumah dan membuang barang yang tak diperlukan untuk menghindari timbunan debu. Jaga kondisi lingkungan rumah selalu bersih dan nyaman, sirkulasi udara baik, dan sinar matahari cukup.

6. Rajin cuci tangan

Jauhi orang sakit dan sesering mungkin cuci tangan dengan air dan sabun setelah memegang barang.

7. Tunda jadwal kontrol

Tunda pemeriksaan kesehatan rutin di RS atau klinik, kecuali mengalami kondisi kegawatdaruratan atau keluhan yang memberat dan membutuhkan pemeriksaan dokter. Selain itu, pastikan tetap mengonsumsi obat-obatan harian dan stok obat masih aman. 

8. Batasi informasi

Banyaknya hoax yang beredar dapat mempengaruhi kondisi mental lansia. Untuk mengatasinya, minta lansia untuk menghindari berita atau broadcast chat yang sumbernya tidak jelas dan cenderung mengkhawatirkan. Batasi waktu membaca berita mengenai COVID-19 baik melalui koran, TV, maupun media sosial, 1-2 kali dalam sehari dalam satu waktu dan hendaknya didampingi oleh keluarga supaya dapat memberikan pemahaman dan ketenangan. 

9. Tetap beraktivitas di rumah

Lakukan kegiatan yang menyenangkan di rumah seperti olahraga, membaca, berkebun, permainan boardgame, relaksasi, menonton film, menulis, memasak, mendengarkan musik, berdoa untuk menghilangkan kejenuhan atau mengalihkan perhatian dari pemberitaan COVID-19 yang membuat khawatir.

10. Tetap berkomunikasi

Walaupun menjaga jarak kontak fisik, namun keluarga disarankan untuk tetap berkomunikasi secara rutin atau lebih sering, baik melalui telepon, WhatsApp, atau video call.

Bagaimana jika orang tua tetap berkeras pergi ke acara sosial seperti melayat, hajatan, atau kegiatan agama? 

Dengan cara yang baik, ingatkan bahwa lansia berisiko tinggi tertular dan mengalami komplikasi yang fatal. Apalagi, hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan COVID-19. Kapasitas rumah sakit pun terbatas, sementara pasien selalu meningkat jumlahnya.

Jika mereka berkeras menggunakan masker saat menghadiri suatu acara, jelaskan bahwa risiko penularan tetap sangat tinggi. Berikan pengertian bahwa kondisi ini berlangsung sementara dan alternatif-alternatif yang bisa dilakukan selama tinggal di rumah.

Jangan ragu menghubungi tenaga kesehatan jika dirasa perlu bantuan mereka untuk memberikan penjelasan dengan bahasa sederhana mengenai kondisi ini. 

 

Artikel ini merupakan hasil kerjasama SKATA dengan PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia), yaitu suatu perhimpunan yang mewadahi para dokter dan dokter spesialis yang memiliki minat dan concern terhadap permasalahan lansia.



Tanya Skata