“Gejala corona yang paling kentara dan membedakan dengan sakit lainnya itu apa sih? Aku udah lama didiagnosis ISPA sama dokter, antibiotik udah habis minggu kemarin tapi nggak sembuh-sembuh. Sekarang malah pilek. Harus demam nggak sih kalau kena virus corona?”

Pertanyaan tersebut dilontarkan Hendri (35) di sebuah grup WhatsApp dimana salah seorang temannya berprofesi sebagai dokter. Wajar saja, melonjaknya jumlah pasien positif COVID-19 di sejumlah kota membuat mereka yang mendadak batuk, demam, pilek, atau merasa lemah menjadi lebih khawatir. Apalagi, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa sejumlah pasien positif tidak menunjukkan gejala apapun atau asimtomatik.  

Banyak orang yang merasakan hal yang sama dengan Hendri. Mereka mengalami gejala tapi masih merasa tidak terlalu sakit, juga tidak yakin terinfeksi karena tidak merasa kontak dengan orang yang terkena COVID-19. Jika ini yang terjadi pada Anda, apa yang sebaiknya dilakukan?

Istirahat di rumah

Laman resmi pemerintah sebagai pusat informasi wabah corona, covid19.go.id menyarankan Anda untuk istirahat di rumah saja jika gejala yang dialami tergolong ringan. Selama beristirahat, konsumsi makanan bergizi dan cukup minum air. Mengingat Anda belum tahu terinfeksi atau tidak, ambil langkah preventif dengan menjaga jarak minimal 1 meter dengan anggota keluarga lain dan gunakan masker.

Baca: Ini Cara Isolasi Diri, Langkah Proteksi 14 Hari 

Untuk meminimalisir penularan melalui benda, gunakan alat makan dan alat mandi terpisah dari anggota keluarga lain. Bersihkan benda-benda yang dipegang bersama, seperi kenop pintu, tombol lampu, remote TV, keran air menggunakan disinfektan atau antiseptic spray. Jangan lupa, seringlah mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Bolehkah memastikan kondisi ke RS?

Jika Anda masih dalam kondisi sakit ringan, sebaiknya tetap mengusahakan untuk beristirahat di rumah. Alasannya, rumah sakit akan kewalahan jika banyak orang yang “sekadar merasa” sakit memeriksakan diri, sementara banyak pasien prioritas yang harus ditangani. Beri kesempatan pada mereka yang berusia 60 tahun ke atas dan atau memiliki penyakit bawaan seperti diabetes dan jantung untuk ditangani terlebih dahulu. Selain itu, mengunjungi RS dalam situasi ini membuat Anda berisiko terinfeksi atau menginfeksi orang lain selama berada di sana.

Jadi, kapan boleh ke RS?

Segera hubungi fasilitas kesehatan jika kondisi kesehatan Anda memburuk, seperti demam tinggi dan sesak napas. Saat memutuskan untuk ke RS, cukup 1 atau 2 kerabat saja yang mendampingi. Jangan ajak anak serta. Gunakan kendaraan pribadi jika memungkinkan, hindari kendaraan umum untuk mencegah penularan.

Selain itu, jaga jarak minimal 1 meter saat menunggu di RS dan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun mengingat droplets dapat bertahan di stainless steel seperti kursi tunggu. Anda juga bisa menggunakan cairan antiseptik yang biasanya tersedia di rumah sakit. Bersihkan tangan sesuai panduan yang benar.

Yang tidak kalah penting, tetaplah tenang. Meskipun berbahaya, COVID-19 adalah self limited disease alias dapat sembuh dengan sendirinya jika pertahanan tubuh Anda baik. Jaga kesehatan dan lakukan social distancing. 

Jika Anda masih merasa ragu, hubungi hotline 119 ext.9.

 



Tanya Skata