Saat ini, seluruh dunia mengalami dampak dari pandemi virus corona atau COVID-19, termasuk Indonesia. Pelajar diminta belajar di rumah selama 14 hari, kantor-kantor memberlakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah, kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa ditunda. Semua dilakukan untuk mencegah laju penyebaran virus corona. Ini artinya, kegiatan keluarga terpusat di rumah. 

Para orang tua pun mulai kebingungan, apa aktivitas yang bisa dilakukan bersama dengan anak selama 2 minggu tanpa membuat mereka bosan, mengingat pemerintah juga menyarankan social distancing, atau menghindari berada di kerumunan maupun pergi ke luar rumah tanpa alasan mendesak. Pergi ke mall tentu bukan pilihan. Kini, kreativitas dan kesabaran orang tua pun diuji. Agar suasana rumah tetap kondusif, termasuk jika Anda juga harus bekerja dari rumah, simak sejumlah ide aktivitas berikut: 

Olahraga bersama 

Kesibukan sering menjadi alasan orang tua untuk tidak berolahraga. Dengan WFH, Anda bisa mengajak anak berolahraga bersama setiap hari. Di dalam rumah, Anda bisa melakukan senam, yoga, atau stretching. Kejar-kejaran hingga gulat yang sering dilakukan ayah dengan anak laki-lakinya bisa membakar kalori juga, lho. Jika memiliki halaman rumah, lakukan badminton atau bermain bola. Ingin jogging atau bersepeda? Pilih pagi hari saat orang belum banyak beraktivitas. Jangan lupa, sempatkan berjemur selama 5-15 menit antara jam 10 pagi hingga 4 sore. Pada jam ini, sinar matahari sangat bagus untuk meningkatkan imunitas yang dibutuhkan untuk melawan virus. 

Masak memasak 

Ajak anak ikut serta saat Anda mempersiapkan sarapan, makan siang, dan makan malam. Biarkan mereka membantu seperti menyiapkan bahan atau menyiapkan alat. Untuk anak yang lebih besar, boleh ajak dia membantu memotong bahan makanan yang mudah sambil diawasi. Ingin lebih menghabiskan waktu? Coba membuat resep baru bersama mereka. Membuat kue atau kreasi minuman, bahkan membuat mie sendiri dari adonan bisa menjadi pilihan. Tak perlu khawatir rumah kotor, Anda bisa mengajak mereka bebersih bersama. Yang penting, anak belajar banyak hal, Anda pun memiliki waktu berkualitas dengan mereka. 

Bebersih rumah, yuk! 

Selama ini, ibu identik dengan bebersih rumah. Namun kini, dengan anggota keluarga yang lengkap di rumah, ibu bisa melibatkan seluruh anggota keluarga untuk membantu. Selain bisa meningkatkan rasa memiliki dan mengurangi ketergantungan pada asisten rumah tangga, membersihkan rumah pada momen ini juga mampu mencegah penyebaran virus corona. Gunakan desinfektan pada benda yang paling banyak terpapar kuman, kurangi barang yang tidak lagi digunakan, rapikan tempat penyimpanan. Jadikan ini sebagai aktivitas rutin, buat daftar ruangan yang perlu dibersihkan, dan buat jadwal bersama. 

Keluarkan gairah seni 

Mulai dari menggambar, mewarnai, membuat kreasi dengan tangan bisa dilakukan. Berikan kertas putih untuk anak berkreasi atau cetak lembar kerja yang kini banyak dibagikan gratis melalui media sosial. Untuk remaja, membuat lagu, film pendek, cerita pendek, komik, atau photo editing bisa dilakukan.

Pilah dan olah sampah

Dengan meningkatnya penggunaan dapur saat Anda di rumah, meningkat pula volume sampah di rumah Anda. Jika petugas sampah masih beroperasi hingga saat ini, Anda beruntung. Bagaimana jika suatu saat nanti petugas sampah pun harus mengkarantina diri? Memilah sampah organik dan anorganik bisa menjadi solusi. Sediakan 3 tempat sampah, untuk sampah kering bersih, sampah anorganik kotor, dan sisa makanan (organik). Ajak seluruh anggota keluarga untuk membuang sampah sesuai kategorinya. Buat komposter untuk menampung sampah organik yang dengan pengolahan minimal setiap hari bisa menjadi pupuk kompos. Sampah kering bisa disalurkan ke bank sampah. Dengan sampah yang terpisah, Anda tidak perlu kuatir sampah berbau jika tidak diambil segera oleh petugas.

Membaca buku

Orang tua manapun sebenarnya tidak ingin anak terpapar gadget terlalu lama. Namun, kesibukan kadang menjadi alasan untuk bisa menemani anak bermain. Kini, Anda bisa memiliki waktu untuk membacakan buku. Kemajuan teknologi membuat buku masa kini memiliki banyak fitur tambahan, seperti buku yang bisa diraba, bisa berbunyi, buku berstiker, atau buku yang memiliki banyak jendela. Remaja pun bisa Anda perkenalkan dengan bacaan yang menurut Anda sesuai dengan minatnya.

Apapun kegiatan pilihan Anda dan anak saat social distancing, dampingi anak tanpa gangguan gadget. Nanti akan ada waktunya anak menginginkan waktu bermain sendiri yang bisa Anda gunakan untuk kembali bekerja. Tidak perlu terbebani harus membuat anak “belajar” sesuai jam sekolah. Saat bosan melanda, biarkan anak merasakannya dan mencari jalan keluarnya sendiri. Jangan lupa, diskusikan dengan anak tentang apa yang ia ingin lakukan selama di rumah. Jangan lupa, cuci tangan setiap habis beraktivitas dan perhatikan kebersihan badan di setiap waktu. Selamat menikmati waktu berkualitas bersama! 

 



Tanya Skata