Selama ini, informasi seputar reproduksi dan seks lebih banyak membahas tentang organ reproduksi wanita. Padahal, pengetahuan tentang bagaimana cara kerja sistem reproduksi pria juga penting diketahui, baik bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan, maupun para remaja yang sedang memulai perjalanan masa puber mereka. 

Tentu, remaja akan kaget saat mengalami mimpi basah. Penis yang selama ini hanya berfungsi untuk buang air mendadak mengeluarkan air mani. Dari mana asalnya? Mengapa pula sekarang mereka bisa mengalami ereksi, bahkan dapat menyebabkan kehamilan? Video dari Dokter Gen Z, situs yang membahas isu-isu remaja dna kesehatan reproduksinya, berikut bisa Anda tonton untuk mempermudah penjelasan mengenai cara kerja organ reproduksi pria pada remaja. Canggung? Minta mereka menonton sendiri juga tidak masalah, kok.

 

Nah, berikut penjelasan tentang organ reproduksi pria.

Secara umum, organ reproduksi pria ada dua, yaitu bagian luar (eksternal) dan dalam (internal).

Bagian luar terdiri dari: 

Penis. Di bagian dalam penis terdapat jaringan-jaringan yang akan dialiri darah jika pria terangsang, yang membuat penis menjadi keras (ereksi). Ukuran penis ada yang sama ketika rileks maupun mengeras, ada pula yang menjadi jauh lebih besar. 

Skrotum. Skrotum adalah kantung yang terdiri dari kulit dan otot yang membungkus testis. Skrotum ini bertugas mengontrol suhu testis. 

Testis. Setiap pria memiliki dua buah testis. Testis atau buah zakar adalah “pabrik” sperma dan hormon testosteron. Hormon testosteron memiliki banyak peran, mulai dari tumbuhnya bulu halus, jambang, dan perubahan suara saat pubertas, tumbuhnya otot, hingga mendorong munculnya dominasi, agresi, sifat kompetitif pada pria. 

Baca: Hal Seputar Seks yang Kerap Ditanyakan Remaja dan Cara Menjawabnya

Sementara itu, organ reproduksi pria di bagian dalam terdiri dari:

Epididimis, yang berfungsi sebagai tempat menyimpan sperma.

Vas deferens, yaitu tabung yang berfungsi mengangkut sperma matang menuju uretra.

Uretra, yaitu saluran yang membawa urin atau sperma ke luar tubuh.

Kelenjar prostat, berfungsi memberi cairan tambahan untuk proses ejakulasi dan menjaga sperma agar tetap sehat. 

Baca: Cegah Kanker Prostat Sebelum Gejala Ini Muncul!

Nah, sperma juga tidak boleh lupa untuk dibahas. Meskipun cairan ini sedikit jumlahnya, sperma menjadi “aktor utama” dalam proses pembuahan, lho. Setiap harinya, sekitar 100 juta sel sperma diproduksi oleh testis. Saat ejakulasi, 200 juta sperma dikeluarkan dari testis untuk berlomba membuahi sel telur jika terjadi hubungan seksual. Sel sperma ini juga cukup tangguh karena bisa hidup hingga 5 hari di dalam rahim, namun hanya mampu bertahan beberapa menit di permukaan dingin dan kering.

Mengingat pentingnya peran organ reproduksi bagi laki-laki, jangan lupa ingatkan selalu remaja untuk menjaga kebersihan dan kesehatan alat kelaminnya, termasuk menghindari perilaku seks berisiko yang dapat mencegah penularan infeksi menular seksual.

 



Tanya Skata